Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
79. Masakan Pertama


__ADS_3

Waktu terus bergerak, Tasha yang baru bangun dari tidurnya kini meraba-raba seseorang yang biasa tertidur disampingnya.


Manik coklat yang masih sayup itu telah membukakan matanya dan menatap seluruh sudut ruangan mencari keberadaan Arga yang tidak terlihat.


Pintu kamar mandi yang sedikit terbuka pun, tidak terdengar suara aktifitas didalamnya.


Tasha yang sudah menurunkan kakinya dari ranjang tempat yang menjadi pembaringannya beristirahat itu, kini mencari keberadaan Arga sang suami.


Setiap sudut ruangan kamar itu dikunjunginya hingga kearah balkon yang ada dikamar mereka menampakkan cuaca langit yang masih terlihat kegelapannya namun dia tidak menemukan sosok yang dicarinya saat ini.


"Kemana mas Arga sekarang" gumam Tasha sambil mengerutkan dahinya.


Dengan rasa penasarannya, kini Tasha melanjutkan langkahnya keluar dari kamar itu, dan dia merasa tidak mungkin jika sang suami telah berangkat sepagi ini dan tanpa memberitahukan nya terlebih dahulu.


Masih beberapa langkah ayunan langkahnya yang keluar dari kamar itu, kini maniknya menatap Arga yang sedang sibuk berada didapur milik mereka itu, terdengar suara seseorang seperti sebuah youtobe yang sedang diputar dan menjelaskan cara-cara memasak yang ada dari benda pipih itu.


"Masak? Haaa mimpi apa tadi malam suami ku ini" gumamnya sambil menerbitkan senyuman yang terbit dibibirnya.


Rasa pesanarannya yang telah menjalarinya, kini langkah kakinya melanjutkan kearah Arga yang terlihat memakai apron dan sibuk mondar-mandir kearah kulkas dan bahan-bahan yang telah terpotong-potong disana.


Arga yang belum mengetahui keberadaan Tasha yang telah berada dibelakangnya, kini Tasha duduk diatas kursi bar kitchen yang berhadapan dengan kegitan Arga dipagi hari ini.


"Selamat pagi suami om tua ku sayang" sambil menatap kearah dapur yang sudah terlihat berantakan itu, Tasha memperhatikan suaminya.


Arga yang mendapati suara Tasha yang tidak jauh darinya, kini dia membalikkan tubuhnya mencari suara istri yang disayanginya itu.


"Sudah bangun sayang" kecup Arga kening sang istri berjalan mendekatnya sambil membawa pisau yang ada ditangannya.


"Mas masak?" Selidik Tasha menatap sang suami dengan tangan dileher Arga.

__ADS_1


"Hemm seperti yang kamu lihat sendiri sayang" tatap Arga yang kini kembali melanjutkan aktifitasnya.


Tasha yang sudah bangkit dari duduknya, kini berjalan memutari bar dapur itu dan mendekat pada sang suami.


"Memangnya bisa masak apa?" Tanya Tasha yang sudah tau jawabannya jika sang suami tidak tau masak, bahkan kedapur saja dia hanya untuk mengambil minum dan sesekali hanya memperhatikan Tasha yang sedang memasak.


"Kamu terlalu tidak mempercayai kemampuan suami mu ini sayang" kecup Arga lagi bibir merah muda yang selalu menggoda dimatanya itu.


"Hemmm baik lah" Tasha kembali mengambil bahan-bahan yang rasanya Arga lupa untuk menyediakannya.


Arga yang melihat Tasha sudah mengambilkan yang memang dia melupakannya, kini dengan cepat pergerakkannya mengambil kentang itu dari tangan sang istri.


"Terimakasih sayang"


"Mas sini aku bantu" minta Tasha pisau yang ada ditangan Arga walau bagaimana pun ini adalah pekerjaan seorang istri untuk melayani suaminya termasuk menyediakan makanan sang suami.


"Hari ini tugas kamu hanya menyicipi makanan yang mas masak saja ya sayang. Dan akan mas pastikan kamu akan suka" dengan percaya dirinya Arga meninggalkan Tasha dan berlalu melanjutkan kegiatannya.


"Baik lah jika mas tidak mau dibantu" ucap Tasha yang kembali pergi ke bangku yang ada didapur itu.


Beberapa menit telah berlalu, Tasha yang hanya duduk memperlihatkan Arga tidak pahamnya atas apa yang dimasukkannya dan bahan-bahan yang diambilnya, sesekali dia terlihat mencari tau didalam benda pipihnya walaupun Tasha ada ditempat itu.


Tasha yang terkadang spontannya memberitau Arga bahan-bahan yang dibutuhkannya, namun Arga selalu melarangnya untuk berbicara dan akan mengerjakannya sendiri dari hasil pencariannya diyoutobe itu.


"Baik lah mas, lanjutkan pekerjaan masak memasak mas ini, saya mau membereskan kamar kita" Tasha yang telah berlalu meninggalkan Arga, pergi kearah kamar mereka.


"S**l, apa yang barusan aku masukkan" gerutu Arga menatap kearah gula dan garam diatas meja itu.


Pihhhh

__ADS_1


Arga yang telah menyicipi masakannya yang terlalu asin itu, kini membuang masakannya yang sudah hampir masak itu.


"Mana mungkin aku memberikan masakan yang tidak layak makan ini pada Natasha" gerutunya sambil berlari kecil kembali mengambil bahan-bahan untuk sayuran soup yang akan dimasaknya kembali.


Arga kembali memasakkan soip makanan kesukaan sang istri yang masih didepan kompos itu. Ini adalah masakan pertamanya dan kali pertamanya juga dia berada lama didalam dapur khusus hanya untuk sang istri.


Tasha yang masih disibukkan dengan merapikan tempat tidur mereka dan membersihkan kamar yang menjadi tempat mereka untuk melepas lelah bersama, kini telah siap dan berniat untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum kembali melihat Arga yang masih sibuk dan juga belum selesai dari masaknya.


Tidak terlalu lama setelah Tasha siap membersihkan dirinya didalam kamar mandinya, sekarang Tasha keluar kembali menggunakan bathrobe nya berjalan kembali kearah dapur untuk melihat sang suami.


"Ya ampun massss, kenapa tangan mas ini" ambil Tasha tangan Arga yang sudah tersiram oleh masakan yang telah dimasaknya itu.


"Tidak masalah sayang. Ayo kita makan" dengan santainya Arga membawa masakannya itu kearah meja makan diruangan itu.


"Sebentar" Tasha berlari mengambil kotak p3k didalam laci lemari diruangan tengah itu dan kembali membersihkan dan mengobati tangan sang suami yang sudah terlihat kemerahan.


"Sudah lah mas, tidak perlu masak. Aku masih bisa memasakkan makan untuk mas. Mas lihat ini, tangan yang sudah memerah tapi masih santainya melanjutkan masakkan itu" Tasha yang terus mengomel sambil memberikan olesan salap ketangan sang suami dan Arga terus menatapnya yang tidak berhenti bicara itu.


"Besok-besok tidak perlu lagi kedapur dan masak ya mas. Dengar" dengan nada penekanannya dan dengan selesainya juga dia mengobati tangan Arga.


"Kita makan sayang" ucap Arga yang telah mengambil piring untuk Tasha.


"Mas" tepis Tasha tangan Arga yang sudah mengambilkan nasi kedalam piringnya. "Ini tugas aku mas untuk melayani mas"


"Ini nasi buat mu sayang. Ini kan masakan khusus mas masak untuk mu" Arga melanjutkan mengambil nasi kedalam piring Tasha.


"Mas jangan seperti ini, aku bisa malu" ucap Tasha yang telah mengambil lengan Arga dan menyalipkannya kedalam lengannya.


"Selamat makan sayang" ucap Arga sambil meletakkan piring itu didepan Tasha dan sebelumnya dia juga telah mendaratkan kembali kecupan manis kekening sang istri.

__ADS_1


"Mas sudah merasa masakan mas ini?" ucap Tasha sambil mengaduk-aduk makanan yang ada didepannya.


__ADS_2