Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
90. Kekhilafan


__ADS_3

Arga dan Tasha yang menikmati malam hari di salah satu kota yang ada di Negeri Jiran dengan suasana yang semakin malam semakin ramai, dan juga banyaknya bertemu dengan para penduduk di Negara itu maupun para pengunjung dari berbagai penjuru Negeri didunia yang berwisata disana. Setelah lelahnya perjalanan dengan udara malam yang juga tidak baik untuk Tasha berlama-lama diluar ruangan kini Tasha dan Arga kembali kepenginapan mereka di hotel yang telah mereka tempati saat ini.


"Mas sedang apa, kenapa lama sekali?" Ucap Tasha yang mengagetkan suaminya itu sedang berada didalam kamar mandi yang terlihat juga sedang menyukur rambut-rambut halus yang sudah menumbuhi di bagian wajah suaminya itu.


"Hemm, sayang kenapa belum tidur?" ujar Arga yang melihat sang istri mendekat kearahnya.


"Bagimana bisa tidur jika suaminya tidak ada disamping dan mengelus perut istrinya" cemberut Tasha memeluk tubuh atletis suaminya.


Arga tersenyum mendapat ocehan sang istri dan membungkuk tubuhnya kearah perut sang istri.


"Kamu juga tidak bisa sayang? Hemm baik lah, kita tidur sekarang" ucap Arga pada calon anak nya itu dan mendaratkan sebuah kecupan diperut Tasha.


Masih setengah cukuran dan belum seluruhnya habis tercukur, Arga menghentikan kegiatannya dan kini membersihkan kembali sisa-sisa rambut-rambut halusnya yang sudah sempat tercukur namun belum semua.


Tasha yang masih terdiam dan tertawa melihat penampilan suaminya yang entah seperti apa sekarang ini, dan mengambil alat penyukur yang tadinya masih dipegang oleh suaminya itu. Tasha yang mulai menjijitkan tubuhnya untuk membantu sang suami menyelesaikan dan meluluh lantakkan sesuatu yang selalu membuat Tasha merasa geli ketika Arga menempelkan wajahnya pada Tasha ataupun mereka dalam bercinta.


"Mau apa sayang, kita lanjut tidur saja" Arga mencoba mengambil alat pengukur itu dari tangan sang istri.


"Ini adalah teman bertengkar ku ketika mas sedang menciumku dan dengan sengaja membiarkannya sampai selebat ini" gumam Tasha terus membersihkan rambut-rambut itu diwajah sang istri.


"Geli tapi menimbulkan sensasi yang berbeda kan sayang" ucap Arga yang sengaja ingin mengganggu istrinya itu.

__ADS_1


"Mas jangan banyak bergerak, atau aku akan dengan sengaja menggoreskan pisau ini kewajah mas" sambung Tasha dengan nada penekanannya.


Arga yang kembali hanya diam dan membiarkan istrinya itu yang bekerja diwajahnya dan kini dia seperti patung hidup didepan sang istri tidak ingin lagi berkutik sedikit pun, baik itu mengeluarkan suara ataupun melakukan hal-hal lain yang akan menambah sang istri benar akan melakukannya.


Beberapa saat ketika Tasha telah selesai membotakkan habis rambut-rambut yang telah dibabat rata nya itu, kini Tasha juga membersihkan wajah suaminya dengan air.


"Besok tempat yang ingin sayang kunjungi dimana?" ujar Arga pada istrinya yang memang Tasha yang selalu memilihkan tempat yang akan mereka kunjungi selanjutnya selama berada di Negeri Jiran itu.


"Aku mau ketempat permainan argenalin yang ekstrim dikota ini mas" ujar Tasha dengan santainya dan tanpa beban.


"Jangan mengada-ngada Natasha, kamu tidak tau mas hampir jantungan ketika membawa mu ke Penang Hill kemarin dan menaiki sebuah kereta kabel" ujar Arga pada istrinya.


*


Joe yang memang setiap malam sering pergi ke sebuah club malam mau dimana pun dia saat ini sedang berada dan selalu saja menyinggahi club-club yang sudah menjadi sebuah tempat persinggahannya untuk menghilangkan rasa kepenatannya dan mungkin ini adalah salah satu cara sebuah kebiasaan yang sering dilakukkannya.


Didalam keadaan yang sudah hangover seperti ini, Joe melajukan mobilnya menuju hotel yang mereka tempati selama mereka berada disana.


Sesampainya dihotel yang ditujunya dengan langkah kaki yang telah gontai berjalan, Joe menaiki sebuah kubikel besi untuk mengantarkan nya ke lantai dimana kamarnya berada dan berjalan dengan sempoyongan, Joe kini mengetuk sebuah pintu kamar hotel yang diprediksinya adalah kamar yang ditempatinya.


Didalam sana seorang yang sedang tidur lelap karena ini memang lah sudah tengah malam dan mulai terjaga karena diluar kamarnya seperti ada seseorang yang memanggil namanya.

__ADS_1


"Pak Joe" ucap Keyla yang telah mendapati Joe yang sudah bersandar didinding hotel itu dengan aroma bau yang sangat tidak enak dipenciuman Keyla.


Joe yang mendapatkan pintu yang sudah terbuka dan suara yang akhir-akhir ini dikenalnya, langsung ******* bibir tipis yang ada dihadapannya dan membawa wanita itu masuk kedalam kamar hotel yang ditempti Keyla itu.


Keyla terperangah dan masih terpaku berdiri didepannya apakah dia sedang bermimpi atau ini memang kenyataan seorang asisten dari bos yang menggajinya ditempat dia bekerja saat ini melumati dan menjelajahi setiap sudut bibirnya.


Joe yang telah mengunci pintu kamar yang ditempati Keyla tanpa sadarnya tangannya juga telah menyusup masuk kesebalik sebuah piyama pendek diatas paha dengan tali mengikat dibagian perut menambahkan sensasi yang terasa panas dirasakan oleh Joe.


Seketika saja Joe yang sudah kehilangan kesadaran dengan siapa dia yang sedang berpagut itu tanpa respon dari lawan mainnya yang biasa nya dia hanya diam dan wanita bayarannya itu lah yang selalu aktif kepadanya.


Namun berbeda dengan kali ini, dia seakan lelah dan menguras energinya karena pagutan yang diberikannya dan tangan yang sudah menjalari kesetiap titik-titik yang dapat dijangkaunya.


Keyla yang sudah memberontak dari dekapan Joe seakan tidak berdaya karena kekuatan Joe lebih besar dari kekuatan yang dimilikinya.


"Pak Joe lepaskan saya" Keyla terus memukuli d**a Joe yang keras itu dan Keyla masih dalam pelukkan Joe berusaha untuk melepaskan diri dari Joe.


Joe hanya diam dan tidak menggubris perkataan Keyla terhadapnya, dengan sigapnya Joe membawa tubuh wanita cantik yang masih didepan pintu hotel itu kesebuah ranjang yang ditempati keyla diruangan itu.


Suara hempasan tubuh diatas ranjang itu terdengar dengan jelas, Keyla yang sudah ketakutan dengan perilaku Joe yang tidak senonoh terhadapnya mencari cara agar lelaki yang sedang mabuk itu sadar akan perbuatannya yang ingin dilakukannya itu.


"Pak Joe ini tidak lah benar, lepaskan saya" dengan nada yang telah menjerit dan menutupi tubuhnya dengan selimut karena piyama yang dikenakan Keyla memang lah terlihat seksi jika lelaki bernafsu yang melihatnya.

__ADS_1


Keyla menutup matanya dan menangis sejadi-jadinya ketika Joe merangkak keatas ranjang itu mendekat dengannya dan juga Joe yang tadinya juga telah membuka seluruh pakaian yang dikenakan Joe termasuk juga celana d*.**m yang tadinya melekat ditubuh lelaki kekar itu.


Bghhzzz


__ADS_2