
"Selamat menikmati hari kita sayang" dengan senyum sinisnya kini Farhan yang sudah dibutakan oleh akal pikirnya akan melakukan yang belum pernah dilakukannya pada Tasha semasa mereka bersama dulu.
Tasha yang sudah ketakutan sangat pucat setelah Farhan semakin mendekat dan ingin melakukan yang tidak pantas terhadapnya.
"B*******k kamu, ini tidak benar. Kamu bukan lah siapa-siapa saya" pekik Tasha yang menjauhkan dirinya pada Farhan, namun Farhan semakin mendekat padanya.
Tasha kini berlari kearah pintu untuk membuka handel pintu yang telah tertutup, namun usaha Tasha sia-sia, pintu yang menjadi tempat masuk Farhan tadi telah terkunci oleh orang suruhan Farhan diluar.
"Kamu mau apa sayang. Ayo lah kita akan bersenang-senang kembali. Kita tidak pernah melakukan nya bukan?" Farhan kini berjalan santai menuju kearah Tasha yang sudah didekat pintu kamar itu.
Dengan senyum yang merekah Farhan semakin menampakkan wajah yang sudah menafsu pada Tasha yang sampai sekarang belum pernah disentuhnya itu.
"Tolong buka pintunya siapa pun yang ada diluar, saya ingin keluar, saya akan bayar berapa pun yang kalian minta diatas bayaran yang b******n ini membayar kalian. Kalian tidak tau siapa suami saya, kalian bisa m**i ditangannya" tangan yang sudah memukul pintu ruangan itu namun pintu itu tetap tidak terbuka.
"Kamu pikir mereka akan mendengar mu sayang. Mereka hanya mendengarkan perintahku Nona," Farhan sudah berada tepat dihadapannya dan mulai mengelus pipi Tasha yang begitu lembut.
"Kau masih sama seperti dulu sayang, memiliki wajah yang cantik" cium Farhan pipi yang kini telah didekatinya itu.
Plakkkk
__ADS_1
Dengan tangan yang memanas Tasha menampar pipi Farhan untuk kedua kalinya dengan tenaga yang dimilikinya begitu sangat kerasnya .
"Tamparan yang kau ciptakan akan terbalaskan setelah ini sayang. Kita akan memanas dan berkeringat diatas ranjang yang telah ku sediakan wanita impianku" Farhan yang menahan rasa perih karena tamparan yang Tasha berikan padanya hanya memegangi ujung bibirnya yang sudah sedikit berdarah.
Nafas yang sudah naik turun dan dengan emosi atas perilaku keterlaluan yang Farhan lontarkan padanya, kini Tasha menunjangkan kakinya tepat dibagian yang sangat mematikan bagi seorang laki-laki.
"Auuuuuu, kau sudah ingin bermain-main denganku Natasha Shofia" pekikan Farhan mengudara setelah mendapatkan perlawanan yang begitu menyakitkan baginya.
Setelah Tasha berhasil menunjang benda kepemilikan Farhan itu, Tasha berlari kearah jendela yang dilapisi dengan besi kokoh disana.
Dengan langkah yang telah tertatih karena sakit dibagian bawahnya, Farhan kini melepaskan ikat pinggangnya dan melonggarkan dasi yang sudah berantakan yang ada dikerah baju nya. Dengan tatapan yang mematikan Farhan menuju Tasha yang kini menjadi sasarannya.
Farhan tidak mengindahkan cacian yang kini terlontar dimulut Tasha yang selama ini tidak pernah didengarnya. Farhan yang hanya tersenyum sinis atas makian yang diucapkan Tasha padanya sama sekali tidak dihiraukannya.
"Aku dengar kalian sedang program kehamilan bukan? Mari kita dapat mencobanya, mungkin punya dia tidak sedahsyat punya ku sayang. Akan ku pastikan kau akan puas dengan tekanan yang ku berikan dan d*****n mu yang sangat kau nikmati itu Tasha" Farhan yang sudah menggila kini menatap Tasha dengan senyum mengembangnya sudah tidak sabar untuk menikmati tubuh yang sampai sekarang diinginkannya.
Farhan yang telah hilang akal karena terakhir kali bertemu dengan Tasha dan juga Arga yang membuat bara api yang semakin membesar setelah mengetahui Tasha wanita yang pernah bersamanya dulu kini telah bahagia dengan lelaki lain. Hati yang semakin hancur setelah pernikahannya keterpaksaannya yang dilakukkan oleh Tina ibunya dengan Siska yang kini telah menjadi istri sahnya, menghantarkannya dalam sebuah pernikahan yang dipikirnya waktu itu dia juga akan bisa bahagia dengan Siska dan dapat melupakan Tasha, namun nyatanya ketika waktu berjalan maju Tasha selalu berada dalam pikirannya hingga sekarang dan sulit untuk melupakannya. Walaupun dia mendapatkan segala kekuasaan yang diimpi-impikannya dari seluruh aset yang telah Siska berikan padanya, namun itu tidak menghalangi niatnya untuk tetap memiliki Tasha kembali.
"Haaa, Anda salah menilai Tuan. Bahkan yang anda katakan adalah kesalahan besar. Saya sedang mengandung buah cinta saya dengan suami saya. Kami sedang berbahagia menunggu kelahiran bayi yang sangat kami nanti-nanti kehadirannya" Tasha yang telah menertawakan Farhan yang semakin kembali mendekat padanya dan dengan tersenyuman mengejeknya.
__ADS_1
Tasha yang sebenarnya sangat takut dengan perilaku Farhan, kini berbohong untuk membuat Farhan menjauh dan tidak akan mengusik kehidupannya lagi setelah dia tau jika dirinya sedang mengandung. Bahkan sampai saat ini Tasha yang belum disentuh oleh Arga setelah kepergian Arga ke luar Negeri. Bukan Tasha dan Arga tidak menginginkan sebuah malam pertama mereka yang tertunda, tetapi pada saat mereka telah siap untuk memulai pernikahan yang selayaknya, tetapi Tasha yang sedang h**d sehingga mereka memutuskan kembali untuk menunda malam pertama mereka sampai pada keberangkatan Arga.
Farhan yang mendengar penuturan Tasha kini bertepuk tangan. Dia yang sebenarnya sakit atas kehamilan Tasha kini hanya dapat menutupi dengan senyumannya.
"Wah ternyata Nyonya Arga telah mengandung anak dari Tuan Arga Reywinston. Selamat ya Nyonya Arga yang terhormat" tepuk tangan Farhan semakin kuat dan kini telah menjulurkan tangannya untuk berjabatan dengan Tasha yang tepat didepannya.
Tasha yang tidak mau Farhan kelewatan batas lagi terhadapnya dengan mencium pipinya tadi terulang kembali atau bahkan Farhan akan lebih dari ciuman pipi, kini Tasha memalingkan wajahnya kearah lain. Nafas mereka sudah beradu dan sangat jelas terdengar diposisi yang sangat dekat itu.
*
"Lenyapkan semua perusahaan yang ditangani oleh lelaki b*******k itu dan juga perusahaan-perusahaan milik Tuan Martin jangan ada yang tersisa satu pun" tegas Arga yang sudah mengeraskan rahangnya.
"Baik pak" dengan cepatnya dengan orang-orang kepercayaannya kini Joe telah memerintahkan para kolega-kolega Arga yang telah bekerja sama dengan perusahaan milik keluarga Siska itu untuk membatalkan seluruh kerjasama yang mengatasnamakan baik perusahaan yang dikelola oleh Farhan maupun Martin.
"Ya, pantau situasi disana, sebentar lagi kami akan sampai. Jangan sampai kedatangan kalian diketahui mereka dan dicurigai. Pastikan semua yang ada disana tidak ada yang keluar dari tempat itu. Dan pastikan tidak akan terjadi apa-apa pada Nyonya Tasha" Joe yang telah mendapatkan informasi bahwa para orang-orang suruhannya telah sampai ditempat itu dan benar saja Farhan juga berada disana dan sedang mengunjungi Tasha dimansion itu.
"Joe pastikan lelaki b******n itu tidak lolos dari pantauan, dia harus m**i hari ini juga ditangan saya" tangan yang sudah mengempal siap untuk menghajar Farhan yang berani bermain-main dengannya.
"Halo pa, papa tetap dirumah saja, tunggu kepulangan kami. Papa jaga mama, saya pastikan Tasha akan pulang dengan selamat" Arga yang sudah menghubungi mertuanya yang ingin ikut serta dalam pencarian Tasha kini dilarang oleh Arga karena mengingat jalanan yang akan ditempuh cukup jauh dan tidak baik untuk sang mertua.
__ADS_1
"Baik Arga, papa percayakan keselamatan Tasha pada mu. Jaga dirimu dan Tasha dengan baik."