Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
94. Tidak Disangka


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu, saat ini usia kehamilan Tasha yang sudah berjalan memasuki bulan-bulan kelahiran sang buah hati itu dan dia juga sekarang sudah beberapa bulan ini tidak lagi bekerja dan mengambil cuti menjelang persalinannya untuk menunggu kelahiran anak pertama nya dengan sang suami yang dicintanya.


Selama kehamilannya ketika dia masih tetap menjalankan pekerjaannya disalah satu perusahaan tempatnya bekerja kemarin, banyak yang melarangnya baik Lita maupun Herni, namun Arga yang tidak terlalu mengekang Tasha sehingga dia merasa ada yang mendukungnya.


Sesuai dengan kesepakatannya dengan sang suami bahwa diusia kandungan ke tujuh bulan kemarin, dia akan mengambil cuti dan mulai untuk mengatur jadwal-jadwalnya seperti lebih sering ke tempat senam kehamilan, berjalan dihalaman rumah mereka dan juga mempersiapkan semua kebutuhan sang buah hati yang akan lahir itu bersama suami yang selalu menemaninya apapun yang menjadi kegaiatan istrinya itu.


Disiang menuju jam makan siang, Tasha yang sudah diantar oleh seorang supir yang telah Arga sediakan untuk menjaga sang istri kemana pun Tasha nantinya akan pergi, dan sekarang dia telah berada disebuah perusahaan milik Arga dengan membawakan beberapa kantong makan siang menuju kearah ruangan sang suami.


Walaupun ini bukan pertama kalinya Tasha keperusahaan suaminya itu, namun dia belum mengetahui ruangan Arga berada dilantai berapa pada bangunan menjulang tinggi itu.


"Selamat siang, saya mau bertemu dengan Tuan Arga. Bisa arahkan saya dimana ruangannya?" Ujar Tasha pada frontline receptionist yang sedang betugas disana.


Joe yang melintas di lantai yang sama dengan Tasha dan menangkap istri dari bosnya itu sedang berdiri dan berbicara dengan seorang resepsionis.


"Nyonya" ujar Joe yang sudah mendekat pada istri bos nya itu.


Tasha berbalik arah, dan melihat Joe sudah berada dibelakangnya karena memang dikantor suaminya hanya Joe saja lah yang mengenal dia dan mengetahui bahwa dia istri dari pemilik perusahaan itu.


"Joe. Mas Arga ada diruangannya?" Tanya Tasha assisten pribadi suaminya itu yang pasti dia lebih tau dimana atasannya itu sekarang berada.


"Ada Nyonya. Tuan baru selesai dari ruang meeting dan sekarang berada diruangannya dilantai 15" ujar Joe.


"Mari saya antar Nyonya" persilahkan Joe istri atasannya itu keruangan Arga dan dia juga tidak tega melihat Tasha yang terlihat sudah kesulitan untuk berjalan.


"Tidak perlu Joe. Saya akan kesana sendiri. Baiklah terimakasih Joe" tinggalkan Tasha asisten pribadi suaminya itu dan melangkah menuju ke tempat yang telah diberi tau Joe sebelumnya.

__ADS_1


Joe tidak melanjutkan langkahnya untuk mengantarkan Tasha keruangan Arga karena penolakan dari Tasha terhadapnya.


Ting


Suara lift sudah terdengar besertaan dengan pintu besi yang tadinya tertutup juga terbuka, kini Tasha telah berada dilantai dimana salah satunya adalah ruangan sang suami.


Masih hitungan langkah berada dilantai itu, namun Manik Tasha telah menangkap seseorang yang sangat dikenalnya baru saja keluar dari sebuah ruangan.


"Keyla" sapa Tasha yang tidak menyangka salah satu sahabatnya bekerja dengan suaminya.


Keyla mencari suara yang memanggil namanya itu, terlihat jelas didepannya seorang yang sangat dikenalnya kini sedang berbadan dua.


"Tashaa"


Keyla berlari kecil dengan high heels dikaki jenjang yang dikenakannya mendekat pada Tasha.


"Oh iya kamu mengapa ada disini Sha, apakah kamu salah satu karyawan juga disini dan aku tidak mengetahuinya dan tidak pernah bertemu dengan mu" sambung Keyla kembali pada sahabatnya itu.


Keyla adalah salah satu sahabatnya semasa mereka masih sama-sama mengemban pendidikan disalah satu Universitas favorite yang menjadi incaran bagi para calon-calon mahasiswa yang ingin menjadi mahasiswa dikampus mereka pada waktu itu.


"Ini perusahan mas Arga, Key. Lelaki yang dijodohkan dengan ku waktu itu"


Keyla terperangah dan tidak menyangka ternyata dia bekerja diperusahaan ternama milik suami sahabatnya itu karena Keyla memang tidak mengenal Arga dan pada saat pernikahan mereka yang hanya berjumpa satu kali itu membuatnya tidak terlalu jauh mengingat wajah suami yang telah bersama sahabatnya pada waktu itu.


*

__ADS_1


Setelah lamanya Tasha dan Keyla melepas kerinduan dari keduanya, dan Keyla yang juga akan melanjutkan kembali lagi untuk bekerja sedangkan Tasha melangkahkan langkahnya menuju keruangan sang suami yang menjadi tujuan awalnya datang kekantor itu.


Disebuah ruangan besar milik sang suami, terlihat kemewahan berinteriorkan dengan design grey and white mewarnai ruangan itu menjadikan sebuah kenyamanan saat berada disana.


Penataan banyaknya buku-buku yang tersusun rapi di rak buku yang terdapat disudut ruangan itu, sebuah beberapa sofa dan lantai yang berkarpet bewarnakan senada dengan corak warna dinding ruangan dan bukan hanya itu saja, namun dibalik dinding yang berukir indah itu juga disana terdapat sebuah kamar pribadi yang berukuran cukup luas untuk Arga jika melepas lelah dalam bekerja dan sebuah lemari pakaian yang tidak terlalu besar terdapat didalamnya bersama dengan sebuah kamar mandi nya.


Tasha yang telah disambut sangat hangat oleh Arga dan tidak menyangka bahwa wanita yang dirindukannya itu akan berkunjung keperusahaannya karena sebelumnya Tasha juga tidak memberitahukan nya kepada Arga, kini Arga yang telah membawa istrinya itu kesebuah sofa yang terdapat dibagian tengah ruangan itu menghadap kearah jendela besar menampakkkan gedung-gedung tinggi yang berada dikawasan perusahaan yang dimilikinya.


Terlihat diatas meja sofa terdapat banyak nya makanan-makanan yang tadinya dibawa Tasha saat kekantor suaminya itu, kini mereka makan bersama menikmati makan siang berdua karena ini adalah kali pertamanya Tasha datang kekantor sang suami dan makan bersama disana.


"Mas, Keyla sudah lama bekerja disini?" ujar Tasha sambil memberikan suapan pada sang suami.


"Belum terlalu lama. Dia adalah sekretaris mas dan dipilih langsung oleh Joe dengan berbagai seleksi untuk menempati posisi yang kosong pada waktu itu"


"Sayang kenal dengannya?" Tanya Arga istrinya itu.


"Hemm dia adalah sahabat semasa kuliah aku dulu mas. Dan dia juga datang keacara nikahan kita"


Arga yang juga tidak mengingat dan mengenal Keyla sebelumnya karena tamu yang hadir dipernikahan mereka terlalu banyak pada saat itu.


"Sahabatan juga dengan Denis?" ujar Arga yang hanya mengenal Denis.


Arga mengulang kembali ingatannya ketika waktu terakhir kalinya mereka ingin meninggalkan kota yang memisahkan mereka pada waktu itu, Tasha meminta izin pada nya bahwa Denis adalah sahabatnya ketika mereka kuliah dan menjelaskan semua tentang Denis pada nya.


"Hemm Iya mas"

__ADS_1


Tasha menceritakan ketiga sahabatnya itu satu persatu pada sang suami termasuk dengan Keyla adalah anak perantau yang mengejar cita-cita sampai keluar Kota dengan kedua orang tua yang sudah tiada karena korban kecelakaan beberapa waktu silam.


__ADS_2