
"mana kunci mobilnya ?" Arga yang sudah mengantarkan sang mama pada seorang sopir pribadi mereka kembali menemui Tasha yang sudah memasukkan barang-barang belanjaan Linda kedalam mobilnya.
Tasha yang merasa tidak asing dengan suara itu yang baru-baru dikenalnya mencari suara yang tidak jauh darinya.
"mau apa om" tatap nya dan mendekat pada Arga yang sudah berada didipintu mobil Tasha.
Arga yang tidak mengindahkan Tasha mengambil kunci mobil yang ada ditangannya kemudian masuk kedalam mobil milik Tasha dan duduk dibangku pengemudi.
Setelah sebelumnya mereka mengantarkan Linda sampai ke kosannya, yang kini hanya meninggalkan mereka berdua yang berada didalam mobil itu. Hanya ada suara helaan nafas yang bersautan menandakan bahwa adanya penghuni didalam mobil itu namun tidak bertegur sapa atau pun berbicara.
*
Tasha yang baru saja bersiap-siap untuk pergi kekantor, masih didalam kamarnya. Dia mengurungkan sedikit niat nya untuk turun karena cuaca diluar sedang hujan. Dilihatnya jam di dinding kamar yang menunjukkan ini masih sangat pagi.
"Masih jam 6 pagi. Kantor masih juga sepi" gumamnya berbicara sendiri.
"Hemm Ibu dan anak berbeda sekali sikap nya" teringat Tasha tentang pertemuannya dengan Herni dan Arga yang tidak disengaja.
Tasha mengambil benda pipihnya yang masih berada dinakas kamarnya, dan membuka galeri di benda itu.
"om-om apa om gak laku ya. Maka nya baru mau nikah sekarang" dilihatnya foto pertunangan mereka yang dikirim oleh sang mama pada nya.
"Akan jadi apa pernikahan ku nanti sama orang tua ini ya. Pasti gak seru, cuek, dingin, pendiam, gak rame, tau nya ya cuma oke ya aja pasti krik-krik" bibir nya yang masih komat-kamit maju mengomel menatap wajah Arga yang berada dibenda pipihnya.
Tasha sudah turun dari gundukan tangga karna jam sudah menunjukkan jika dia harus berangkat untuk bekerja. Masih dipertengah tangga Tasha menangkap seseorang yang berada dimeja makan keluarganya bersama dengan orang tua nya.
"Ngapain om-om tua sepagi ini sudah ada dirumah. Apa mau numpang makan kali ya" tatapnya sinis ke arah Arga yang sedang menyantap sarapan bersama Erik dan Lita. Selepas tadi malam Arga mengantarkan Tasha pulang. Arga tidak berlama-lama berada dikediaman Erik dan Lita, karena mereka sudah tidur.
"Ma pa selamat pagi." Tasha menarik kursi disebelah sang mama dan menatap sinis Arga.
"Pagi sayang. Sha, Arga gak disapa" tegur sang mama pada putri nya.
Tatapan tajam Tasha mengarah pada Arga yang berada didepannya.
"Hai" dengan nada terpaksa Tasha melampirkan sebuah senyuman terpaksa beserta sapaannya.
__ADS_1
"Sha. Jangan gak sopan gitu nak" bisik sang ibu.
"Iya ma" Tasha menatap Arga yang sedang berpura-pura tidak mendengar percakapan ibu dan anak itu hanya berpura-pura tidak mendengar dan membalas senyuman pada Tasha.
"Arga datang kesini atas permintaan papa Tasha. Hari ini kalian jadikan melakukan foto prawedding nya?"
Arga hanya menatap Tasha yang sedang makan sepotong sandwich.
"Jadi pa, tapi sore pa. Pulang kerja" Tasha yang terburu-buru setelah memakan potongan sandwich dan meneguk segelas susu nya pun beranjak bangkit. Tidak lupa Tasha juga melap bibir nya menggunakan tisu.
"Pa ma Tasha berangkat sekarang ya" sambil menyalami sang mama dan papa, Tasha meranjak bangkit dari duduk nya karena malas berlama-lama pasti orang tua nya akan banyak membahas tentang persiapan pernikahan mereka.
"Sha, berangkat sama Arga saja ya. Nanti sekalian pemotretan kalian" Tasha yang sudah beranjak ingin pergi langsung membalikkan tubuhnya mendengar penuturan sang papa.
Ditatapnya laman-laman wajah Arga yang sedari tadi tidak berbicara itu.
Tasha yang sudah menarik napas nya kasar mencoba untuk menetralkan nya.
"Jalan sekarang om" Erik dan Lita saling berpandangan mendengar Tasha memanggil Arga dengan sebutan om.
Dengan cepat Arga bangkit dari duduk nya "Om tante kami jalan dulu. Permisi" sambil menyalami Erik dan Lita yang masih terpaku atas panggilan yang Tasha sematkan ke Arga.
"Pa, apa mama gak salah dengar Tasha panggil Arga dengan sebutan om"
"Masih baru-baru ma. Mereka juga belum begitu kenal dan harus beradaptasi"
*
Didalam mobil Tasha yang duduk disebelah Arga merasa gelisah. Seperti orang asing yang harus ditempatkan di tempat yang sama.
Tasha yang merasa canggung melirik Arga yang hanya bersikap tenang.
Hemm Tasha berdehem untuk menghilangkan kehening. Namun Arga tetap menyetir string mobil nya dengan fokus tanpa memperdulikan Tasha.
"Apakah pernikahan ini akan terlaksana" Tasha yang mencoba membuka percakapan dengan Arga namun tatapan nya terus ke arah luar menatap air hujan yang jatuh ke jendela-jendela mobil Arga.
__ADS_1
Arga yang tidak mengindahkan pun seakan tidak mendengar ocehan Tasha pada nya.
Tasha yang sudah seperti tidak dianggap keberadaan nya didalam satu mobil dengan Arga pun mulai jengah.
"Om senang ya di jodohkan dengan saya" lirik nya pada Arga yang seakan tidak menggap Tasha ada.
Arga mulai melirik manik mata nya pada Tasha yang berada disebelah tempat dia mengemudi kan mobil nya itu.
"Bocah tengil bisa diam gak sih. Aku lagi malas membahas yang gak penting"
"Om aku mohon, batalkan perjodohan ini" Tasha mengarahkan tubuhnya untuk menghadap ke arah Arga.
"Kamu saja yang lakukan nya. Jika berhasil aku akan memberikan mu apapun yang kau ingin kan"
"Om jika aku bisa, aku juga tidak akan meminta tolong pada om. Aku mana mungkin membantah perjodohan ini pada mama dan papa"
"Kamu pikir saya juga dapat membantah perjodohan ini pada mama saya. Kamu pikir kamu saja disini yang merasa dirugikan" Arga yang sedari tadi tidak menatap ke arah Tasha, namun kali ini dia membuka suara dan menatap Tasha bahwa tidak hanya dia yang merasa terpaksa dengan perjodohan mereka.
Tasha menarik nafas nya berat seakan berada disituasi yang melelah kan.
"Om kita harus buat rencana om"
"Sudah saya tekan kan, jika kamu punya rencana lakukan lah. Jika berhasil saya akan bayar jasa mu karena telah melakukan nya"
Tasha sudah buntu, dia yang sudah pasrah pun mulai menciut. "Mana mungkin aku bisa. Ahhhh" Tasha meremasi baju kemejanya yang sudah kesal dengan situasi yang mengingat pernikahan mereka yang sebentar lagi.
Tasha dan Arga yang masih berada dipikiran masing-masing pun tidak terasa mobil yang dikemudi kan oleh Arga sudah sampai di lobby kantor tempat Tasha bekerja yang sudah melewati pemeriksaan petugas diperusahaan itu.
Tasha yang masih terdiam tidak menyadari Arga yang sudah siap akan melaju kan kembali mobil nya.
"Bocah tengil, kamu masih mau disini atau mau pergi untuk bekerja" senggolnya tangan Tasha yang masih melamun.
"Haa sudah sampai" manik nya mengedarkan kearah kantor nya.
"Saya akan menjemput mu jam 5 sore. Jadi jangan buat saya menunggu mu"
__ADS_1
Tasha yang sudah melepaskan seatbelt nya pun menatap malas ke arah Arga yang terlalu arogan.
"Tidak di jemput juga tidak masalah. Wekkkk" Tasha siap keluar dan membanting pintu mobil Arga begitu keras nya.