
"Sayang, susu nya diminum" ujar Arga sambil membawakan segelas susu kandungan dan mendekat pada sang istri yang terduduk disofa hotel sambil menyalakan sebuah televisi disana.
Arga yang sudah memberikan gelas itu pada sang istri dan membaringkan tubuhnya dipangkuan Tasha sambil menghadap kearah perut istrinya itu.
"Hey kesayangan papa dan mama, kata mama sekarang kamu sudah pandai main bola. Hemmm tapi kenapa jika papa ajak main kamu tidak mau nendang" ujar Arga bernadakan lirih seakan merasakan cemburu.
"Papa gak asik, papa selalu possesive terhadap aku dan mama. Papa selalu melarang keingin kami berdua" sambung Tasha yang berbicara seperti anak kecil.
Arga tertawa terbahak mendapatkan jawaban istrinya itu.
"Ini sih, jawaban mama mu ya kan sayang. Mama mu ini selalu memprovokasi dan selalu menjadikan mu sebagai alasan nya ketika papa melarang mama kamu"
"Ayo sayang, sampaikan pada papa mu jika itu keinginan kamu dan mama hanya mengikuti dan menyetujuinya saja" cibir Tasha dan tersenyum tipis mengingat dia selalu menjadikan anaknya itu sebagai alasan.
Suara deringan benda pipih Tasha mengudara, Tasha dan Arga yang masih berada diatas sofa sambil bercerita dan membahas hal-hal baik itu masa depan yang belum terjadi maupun masa lalu yang terkadang membuat mereka tertawa berdua.
Sebuah nama yang berada dalam panggilan yang sangat dirindukan Tasha dan orang yang ditunggu-tunggunya pulang itu pun menghubunginya.
"Mama, kakak rindu" Tasha mengangkat panggilan dari sang mama yang dari tadi sore berusaha menghubungi sang anak tapi tidak ada jawabannya.
"Mama juga rindu. Kakak dan Arga kenapa tidak datang sayang?" Ucap Lita pada putri sulungnya itu.
__ADS_1
"Ha, datang kemana ma?" Tanya Tasha kembali pada ibunya itu yang tidak paham maksud dari sang mama.
Lita yang telah kembali dari New York dan sekarang sudah berada ditanah air bersama dengan Erik suaminya sejak pagi tadi dan sekarang menunggu sang anak sulung yang tidak datang kekediamannya mereka.
Erik dan Lita semenjak kepulangan mereka ketanah air tidak sabar untuk bertemu dengan kedua putri dan para mantu-mantu mereka dan banyaknya moment-moment tertinggal yang belum sempat mereka lihat dan hanya mereka dengar semenjak mereka berada di lain Negara itu.
Kabar kehamilan Tasha dan juga cucu pertama mereka yang telah lahir, itu lah yang sekarang menjadi semangat mereka dan tidak sabar untuk sampai dan bertemu dengan seluruh keluarga yang mereka cintai.
"Mama telah sampai? Ya ampun ma, maaf kan kakak tidak baca pesan mama. Kakak sekarang sedang berada di Malaysia ma" ujar Tasha pada sang mama yang baru saja melihat pesan masuk sang mama bahwa memberitahukan nya jika dia dan Erik telah berada di Indonesia dan menunggu kedatangan anak dan mantu mereka selepas kepulangan mereka dari Luar Negeri.
"Ya sudah, kakak pulang besok ya ma. Sampai jumpa besok mama" ujar Tasha pada ibunya.
Lita yang sebenarnya juga tidak masalah jika putrinya itu sedang berlibur bersama dengan suaminya, tetapi karena Tasha juga merindukan kedua orang tuanya itu dan memaksa juga untuk pulang dan rela untuk mengakhiri masa liburan mereka yang tidak terencana ini dan kembali lagi ke tanah air.
Malam sudah berganti, kini Joe yang masih terbaring diatas ranjang hotel dengan selimut tebal yang masih menutupi tubuh polosnya.
Sedangkan Keyla yang telah membersihkan tubuhnya mengenakan pakaian kerjanya, kembali dari kamar mandi itu dan menatap kearah seseorang melihat Joe yang masih tertidur dengan nyenyaknya memeluk sebuah guling diatas ranjang tempat penginapannya.
Keyla menarik nafasnya berat, dia tidak tau lagi harus bersikap seperti apa dan bagaimana dengan lelaki yang telah memperlakukannya dengan lancang dan sangat menjijikkan baginya.
Walaupun yang dia tau jika Joe melakukan itu dalam keadaan dipengaruhi oleh minum-minuman beralkohol dan tidak bisa mencerna apa yang sedang dilakukannya, tetapi tetap saja membuat Keyla seperti tidak berharga walaupun posisi nya lebih rendah dari Joe didunia pekerjaan ini.
__ADS_1
"Pak bangun pak" ujar Keyla yang mengguncang sedikit lengan Joe yang sebenarnya dari tadi pagi dia sudah membangunkan pria itu.
Keyla yang tidak tau harus bagaimana agar caranya Joe itu terbangun dari tidurnya, dan sebenarnya dia juga tidak ingin menyentuh tubuh lelaki yang dengan melakukan hal-hal yang sangatlah tidak pantas dilakukannya dan membuat bibir tipisnya yang terluka dmeninggalkan bekas disana dan membuat bibir nya sekarang menjadi menebal.
Joe telah menggeliatkan tubuhnya karena mendapatkan sentuhan dari Keyla. Keyla yang juga melihat Joe yang akan bangun dari tidurnya, kini dia berjalan kearah nakas untuk mentouch-up wajah cantiknya dan berposisikan membelakangi Joe yang berada dibelakangnya.
Walaupun posisi duduk Keyla yang membelakangi Joe. Tetapi disebalik kaca yang lumayan besar itu, Keyla masih bisa memantau Joe yang mulai membukakan matanya.
"Saya dimana ini, dan kamu?" Ujar Joe yang masih dalam pembaringannya dengan sigapnya dia bangun dan terduduk diatas ranjang menatap Keyla yang berada satu kamar dengannya saat ini.
Bukan hanya itu saja, Joe mengedarkan pandangannya bahwa yang ditempatinya saat ini bukan lah kamar hotel yang dipakainya selama beberapa hari lalu ketika dia berada di Kota ini dan sangat asing baginya.
Joe mulai mengarahkan pandangannya kearah tubuhnya dan mengangkat sedikit selimut yang tadinya menutupi tubuhnya, terlihat jelas didepan mata Joe yang telah membulat itu, bahwa dia tidak memakai sehelai benang pun yang menutup tubuhnya.
Wajah Joe seketika frustasi, apa yang dilakukannya tadi malam hingga dia bisa sampai dikamar sekretaris bos nya itu, dan sudah pasti dia juga telah melakukan hal-hal yang diluar dari batasnya kepada sekretaris atasannya itu.
"Pergilah kekamar anda Tuan, dan jangan pernah datang lagi kesini. Saya tekankan ini adalah pertama dan terakhir kalinya anda lancang dan memasuki kamar pribadi saya" tutur Keyla yang dengan nada tegasnya dan dengan mata yang telah berkaca-kaca.
Joe tidak ingat apa pun tentang apa yang telah terjadi selanjutnya ketika dia menuruni mobil yang dikendarainya itu sendirian pada malam itu.
"Apa yang terjadi ? Apa yang saya perbuat pada mu, tolong katakan" ucap Joe yang lebih tegas lagi dengan suara yang besar menatap Keyla dari kaca didepannya itu.
__ADS_1
Tanpa disadari oleh Keyla, pelupuk mata yang telah digenangi oleh butiran-butiran yang jika ditutupnya mata itu pasti air mata yang tertahan akan tumpah dan membasahi kedua pipinya.
Keyla sudah tidak ingin lagi membahasnya dan ingin melupakan semuanya. Dan dia juga berharap ini adalah pertama dan terakhir kali nya lelaki manapun bersikap seperti b******g terhadapnya.