
Setelah perawatan yang dijalani Tasha sudah membaik, Arga membawanya kembali ke resort tempat penginapan mereka. Arga yang awalnya setelah Tasha membaik, ingin mengajak nya untuk pulang dan mengakhiri acara honeymoon yang direncana dari keluarga mereka. Namun Tasha masih bersikeras untuk tetap dipulau itu sampai hari yang ditentukan sang ibu mertua. Tasha bukan tidak mempunyai alasan mengapa dia tidak mengikuti ajakan Arga untuk segera pulang. Tasha sudah memikirkan jika mereka pulang lebih awal dari rencana sang ibu mertua yang tinggal satu hari lagi, akan banyak pertanyaan yang akan dipertanyakan oleh kedua keluarga itu. Dia tidak mau jika Arga akan disalahkan atas apa yang menimpa dirinya.
"Om, siapa seseorang yang bersama om ketika menunggu saya di rumah sakit ?" tanya Tasha pada Arga yang sedang berbaring disofa itu.
Arga yang kini mengarahkan ekor matanya pada Tasha, tidak mungkin dia menjawab pertanyaan atas ucapan Tasha padanya. Akan banyak masalah yang timbul jika Tasha tau jika Joe adalah assisten pribadi nya yang dibawanya untuk memata-matai dan menjaga Tasha saat dia lengah.
"Dia orang resort yang saya bayar untuk menemani saya pada saat menjadi mu. Jadi jangan banyak bertanya. Istirahat lah" perintahnya pada Tasha yang sudah berada di ranjang king size resort itu dan mulai memejamkan matanya.
Arga yang berada disofa melihat kembali kearah Tasha yang sedang berbaring sudah memejamkan matanya. Arga yang tidak ingin mengganggu tidur Tasha dengan suara TV itu pun bangkit dari duduknya kearah ranjang Tasha untuk mengambil remote yang sekarang masih berada digenggamannya, yang sebelumnya Tasha hidupkan karena ingin membuang rasa kejenuhannya selama beberapa hari dirumah sakit kemarin.
Arga sudah diambang kantuknya karena semalaman dia juga tidak bisa tidur nyenyak karena menjaga Tasha dirumah sakit dan kini mulai untuk merebahkan tubuhnya setelah menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda itu.
Setelah beberapa jam berlalu, Arga dan Tasha terbangun dari tidur mereka dengan cahaya matahari yang sudah siap tenggelam. Tasha yang sedari tadi sampai keresort itu yang belum mandi sudah merasakan kegerahannya. Namun dia masih memikirkan tentang pakaiannya yang belum juga memiliki baju yang pantas dikenakan kini kembali mendekat pada Arga. Sebelumnya selepas dari rumah sakit, Arga telah menyuruh Joe untuk mencari pakaian yang bisa dipakai Tasha ketika dia keluar dari rumah sakit itu . Tetapi Arga tidak tau jika pakaian yang berada dikoper Tasha juga tidak ada pakaian yang bisa dikenakannya.
"Om, masih boleh minta tolong lagi?"
"Ada apa lagi. Kamu butuh apa lagi" Arga masih berada disofa dengan menaikkan kakinya keatas meja sambil memainkan benda pipihnya.
"Om, boleh saya meminjam baju om?" Arga berkerut dahi tidak tau mengapa Tasha yang selalu menginginkan pakaiannya untuk dikenakannya.
"Ada apa dengan pakaian mu. Kenakan saja pakaian yang kau miliki" perintahnya yang begitu mencurigai Tasha.
__ADS_1
"Hemmm" Tasha masih malu untuk menceritakan pada Arga apa yang sebenarnya ada didalam isi kopernya.
Tasha masih bingung untuk menceritakan dari mana awalnya sabotase yang dialaminya saat ini, dan dia juga akan malu jika Arga memeriksa kopernya dan menampakkan pakaian-pakaian yang sangat menerawang itu.
"Kenapa diam. Apa jangan-jangan kamu sengaja tidak membawa pakaian mu dan menginginkan pakaian bersama dengan saya" Arga yang sudah seakan mengejeknya membuat Tasha semakin tersudutkan.
Tasha sudah pasang badan pun masuk kedalam kamar mandi karena tidak ingin mendengar ejekan-ejekan Arga lagi yang seakan mempermalukannya. Dengan kesalnya Tasha sudah membanting pintu dengan sangat kerasnya.
"Dasar bocah, apa yang sedang dalam pikirannya sehingga menginginkan pakaian saya"
Cahaya rembulan sudah menerbitkan wajahnya. Dengan ketenangan yang terdengar hanyalah suara air laut yang seakan berlomba-lomba.
Pelayan yang bertugas mengantarkan makan malam mereka telah tersedia di meja sofa. Arga yang masih menunggu Tasha yang sudah terlalu lama dikamar mandi mulai gusar.
Seakan mendengar suara bathin Arga, tidak lama Tasha keluar dari persembunyiannya yaitu kamar mandi. Dia yang sengaja berlama-lama disana untuk mencari-cari sebuah ide untuk pakaian apa yang akan dikenakan nya selain bathrobe yang sudah dipakainya sekarang ini. Tapi tetap saja dia tidak menemukan sesuatu karena memang pakaian malam nya hanya lah lingerie dan tidak ada satu pun piyama yang tersisa disana.
Tasha yang sudah melewati Arga beranjak ingin kembali membaringkan tubuhnya diranjang menjadi tujuannya saat ini.
"Kamu mau kemana. Kenapa tidak makan" tatap Arga punggung Tasha yang sudah melewatinya.
"Saya belum lapar om. Jika om mau makan, makan saja" balasnya yang sudah tidak tertarik lagi untuk makan.
__ADS_1
Arga tidak mengindahkan Tasha, dia menarik tangan Tasha dan mendudukkan nya disofa tepat disebelahnya.
"Kamu mau makan apa. Disini tidak ada makanan online. Apa kamu merasa risih makan bersama saya" tatapan Arga yang melirik kearah Tasha kini yang berada disebelahnya terus memasukkan makanan beef steak nya kedalam mulutnya.
Tasha yang hanya menatap hidangan didepannya dan melirik Arga dari ekor matanya sambil memainkan sendok ditangannya.
"Jika kamu mau mati, tolong jangan ajak-ajak saya ikut dalam rencana mu" balasan Arga yang juga melirik Tasha lewat ekor matanya yang hanya menatap hidangan dan tidak juga memakannya.
Tasha memajukan bibirnya setelah mendengar perkataan Arga, dia yang telah hilang mood karena pakaiannya dan kini ditambah dengan perkataan Arga yang membuatnya semakin memanaskan telinganya.
"Bukankah kemarin om yang menginginkan kematian saya" Tasha menertawakan ucapannya, dia mengkilas balik atas kejadiannya yang hampir tidak bernyawa.
"Itu sebenarnya bukan sepenuhnya kesalahan saya. Jika kamu tidak menggunakan pakaian saya, saya juga tidak akan mengganggu kehidupan mu" tatapan sinis Arga seakan mematikan. Arga yang belum mengetahui alasan Tasha, kini rasa penasarannya seakan kembali lagi.
Tasha yang sudah mati kutu dan kalah atas perdebatan itu mulai memakan makanannya dan tidak melanjutkan perdebatan mereka dan Arga juga memilih diam seakan melupakan itu untuk sementara waktu.
Setelah makan malam mereka selesai, mereka kembali ke kegiatan masing-masing. Arga yang seperti biasa setiap hari mencek pekerjaan nya yang ada diemail nya. Dari dulu Arga walaupun dia sedang berada berlibur, baik itu dengan keluarganya, atau pun dia yang hanya sendirian dalam liburannya, dia tidak pernah luput dari yang namanya pekerjaan dan bahkan hari-harinya hanyalah bekerja. Selama dia menjaga Tasha dirumah sakit, email yang masuk semakin banyak yang harus diperiksanya.
Berbeda dengan Tasha yang mengambil cutinya, dia tidak ingin diganggu oleh siapa pun baik itu pekerjaan kantornya. Baginya liburan adalah liburan, bekerja adalah bekerja. Ada tempatnya dimana dia akan bekerja dan ada juga tempatnya dia akan melupakan segala aktifitas pekerjaannya.
Tasha yang sudah mengambil benda pipihnya yang awalnya berada disofa tempat dimana dia waktu pertama kali menjadi tempat tidurnya setelah kedatangnya ke resort itu.
__ADS_1
"Sudah lama aku tidak membuka mu benda dunia ku" sambil tersenyum Tasha membuka benda yang sudah digenggamnya dan kembali membaringkan tubuhnya ke atas ranjang.
Tasha mulai menyukai kembali untuk membuka media sosialnya sejak sang adik menikah. Disanalah tempat dia melepaskan pelampiasannya untuk mulai berbelanja online, memesan makan online, bahkan membuka-buka akun media sosialnya kembali.