
Arga yang masih memakai bathrobe ditubuhnya keluar dari kamar mandi di ruangan itu yang telah selesai dari mandinya. Manik matanya tertuju pada Tasha yang sedang tertidur diatas sofa dibawah ranjang dengan meringkukkan tubuhnya.
Langkahnya menuju ketempat dimana Tasha yang sedang tertidur dan menekukan tulutnya dan membungkukkan nya tepat dihadapan Tasha. Hatinya seakan tidak tega melihat Tasha yang tidur seperti ini hanya memakai bantalan sofa dikepalanya. Dia bimbing untuk memindahkannya seperti kejadian di dalam helikopter tadi, jika dibawa ke ranjang akan membuat kesalah pahaman kembali.
"Ya sudah nikmati saja tidur mu Nyonya Arga" sambil tersenyum Arga meninggalkan Tasha disana dan menjauh menuju tempat duduk yang berada diluar kamarnya yang masih menggunakan bathrobe yang melilit ditubuhnya. Tepat memperlihatkan suasana lautan yang sudah menjelang senja, dengan langit yang sudah memerah memantulkan sinarnya keair laut dan hembusan angin sore yang bertiup menembus kulit.
Arga sangat menikmati liburannya kali ini, karena sudah terlalu lama dia tidak menikmati hari liburnya. Sebelum sang papa meninggal, Arga sudah memiliki perusahaan sendiri yang dibangunnya setelah menyelesaikan kuliahnya di LA . Dengan bantuan dukungan sang papa yang banyak mengajarinya tentang bisnis yang dikelolanya, Arga sukses menjadi pembisnis muda pada saat itu dia yang terbilang masih sangat muda.
Deringan sebuah panggilan mengudara diruangan terbuka itu, Arga yang masih menikmati lautan mengambil benda pipih itu yang sebelumnya telah dibawanya dan diletakkan diatas meja yang berada disampingnya.
"Ya ma, ada apa?"
"Tasha mana Arga, apakah dia baik-baik saja dengan mu"
"Anak mama aku atau dia. Kenapa aku tidak ditanyai kabar"
"Jangan banyak cerita. Kamu sudah terlalu tua untuk diperhatikan Arga"
"Hemm, apa mama mau bicara dengannya, tapi sekarang dia sedang tidur"
"Tidak usah, pasti dia kelelahan setelah melepas honeymoon kalian. Ya sudah mama tidak akan ganggu proses percocok tanam kalian lagi, titip salam saja menantu kesayangan mama ya Arga, jaga dia sebaik mungkin" Arga berkerut dahi langsung meletakkan handphone yang tadi digenggamnya kembali ke atas meja.
"Kelelahan ? Honeymoon ? Bercocok tanam ?" Arga sudah memijit pelipisnya dan pusing memikirkan ucapan sang mama, yang memang kenyataannya tidak ada terjadi apa-apa antara mereka berdua.
__ADS_1
"Disini tidak ada tumbuhan yang mau di budidayakan ma, disini yang ada ikan melompat dan duyung berenang"
Setelah Arga melupakan semuanya yang mengganjal dipikiran atas ucapan sang mama. Arga yang masih berada ditempat duduk nya semakin menikmati waktu yang sudah beranjak malam dengan makanan yang telah diantar para pelayan resort penginapan itu. Udara yang sudah menembus ke kulit semakin menambah kenyamanannya. Lampu-lampu malam yang berada menerangi resort itu pun semakin menambah keindahan resort itu dimalam hari.
Waktu sudah beranjak malam, Tasha yang sudah merasakan pulas dari tidurnya terbangun. Dia mulai menyipitkan mata nya karena cahaya lampu yang menyilaukan nya yang baru bangun dan memalaskan tubuhnya diatas sofa.
Tasha yang telah merasakan gerah karena sejak dia sampai, belum membersihkan tubuhnya. Dia yang ingin mandi mulai bangkit dari tidurnya dan sebelumnya dia juga mencari-cari keberadaan Arga. Setelah pernikahan mereka, Tasha seperti dihantui jika tiba-tiba Arga menyerangnya dan siap memangsanya.
"Pikiran kotor apa sih aku ini" ditepisnya jidatnya yang mulai membayangkan hal-hal buruk yang rasanya masih aneh dan belum pernah terjadi pada dirinya.
Tasha mulai turun dari sofa yang berada dibawah ranjang itu, dan mendekat pada koper yang telah dibawa oleh para pekerja di resort itu ketika mereka tiba disana.
Tasha yang telah berjongkok mulai membuka koper miliknya yang berada tepat disamping koper milik Arga.
"Benda apa ini" Tasha yang merasa geli atas pakaian lingerie itu pun menggedikkan bahunya. Pakaian yang sudah dipersiapkan Tasha didalam kopernya sebelumnya sudah disabotase oleh sang mama sebelum keberangkatan mereka. Tasha frustasi melihat pakaian-pakaian yang dibawanya sudah berubah bentuk.
"Apa ini salah koper. Ini pasti bukan punya ku" mata Tasha sudah berkaca-kaca ingin menangis. Yang tadinya masih berjongkok kini sudah terduduk di lantai dan membongkar-bongkar mengeluarkan semua isi kopernya. Namun Tasha tidak menemukan satu pun pakaian yang bisa dipakai nya malam ini.
"Mengapa semua isinya pakaian wanita j****g. Apa tertukar di helikopter. Tapi mana mungkin, disana hanya ada aku dan om saja penumpangnya"
"Aku memakai pakaian apa malam ini, disini juga pulau kecil yang hanya untuk penginapan resort, mana mungkin ada butik ataupun toko pakaian disekitar sini" wajah putih bersih Tasha kini sudah berubah padam memerah, kegundahan dan kepanikankan nya telah terpancar.
"Apa jangan-jangan om tua itu yang ganti isi koper ku" wajah Tasha sudah menegas dan bangkit dari tempatnya dan ingin mencari keberadan Arga. Baru beberapa melangkahkan kakinya, tiba-tiba langkahnya terhenti seperti mendapatkan bisikan yang akan menakutkan.
__ADS_1
"Jika aku menanyakan hal tentang itu padanya, pasti dia akan membalikkan fakta jika aku akan menggodanya" Tasha sudah menggeram.
"Om resek banget sih elu" Tasha menggerutu dan mengurungkan niatnya untuk menjumpai Arga.
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Arga yang sudah merasakan badannya butuh istirahat untuk berbaring pergi masuk kedalam. Dilihatnya Tasha yang masih tidur disofa mulai mendekat.
"Ini anak apa sudah mati kali ya, tidak bangun-bangun sampai jam segini" ujarnya yang sudah mendekat.
Tasha yang sudah merasakan hawa Arga yang mulai mendekat padanya, mulai memejam matanya dan berpura-pura tidur.
"Hey bocah tengil, bangun. Kamu tidak lihat ini sudah jam berapa?" Arga mengguncang tubuh Tasha yang masih memeluk tubuhnya.
Tasha mulai membukan matanya menatap Arga. Tasha mulai memasang wajah sendu untuk meminta bantuan pada Arga.
"Om" Tasha berangsur bangkit dari tidurnya dan memilih duduk disofa yang ditidurinya tadi.
"Om boleh minta tolong?"
Arga hanya menatap Tasha tanpa menjawabnya yang akan berniat ingin membaringkan tubuhnya. Namun Tasha menahan langkahnya yang sudah menarik lengannya seperti mengaliri darah Arga yang bersentuh dengan Tasha dan meminta pertolongan padanya, Namun Arga menepiskan tangan Tasha dan melanjutkan niatnya untuk beristirahat.
Selang satu jam telah berlalu Arga sudah berada didalam mimpinya dan Tasha kini baru saja keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrobe ditubuhnya.
Tujuan utama Tasha mengarahkan maniknya pada koper bewarna hitam milik seorang lelaki yang berada satu kamar dengan nya yaitu Arga.
__ADS_1
"Jika anda Tuan Arga tidak bisa membantu saya, mungkin dengan ini anda akan dapat menolongnya" senyuman sinis Tasha terpancar setelah menatap suatu benda.