
Tiga bulan sudah Kenzie telah lahir kedunia menambah warna baru dalam kebahagiaan ditengah-tengah keluarga Arga dan Tasha. Terasa sudah terbayarkan atas semua kepahitan perpisahaan yang mereka alami dalam perjalanan kehidupan yang mereka lalui berdua hingga kemudian mereka dapat kembali dipersatukan bersama dan sampai pada titik merasa sangat bersyukur atas kebahagiaan sehingga mereka sekarang dapat hidup bertiga didalam satu rumah yang Arga bangun untuk keluarga kecilnya.
Bukan hanya dari kedua orang tua itu saja yang menambahkan warna kebahagian semenjak kelahiran sang anak, namun kakek dan juga kedua sang nenek yang juga tidak kalah bahagianya, karena kehadiran cucu mereka itu lah membuktikan bahwa perjodohan yang mereka lakukan tidak menjadi suatu kesalahan yang mereka berikan kepada putra dan putri mereka.
Setelah kepulangan dari rumah sakit beberapa bulan lalu pasca melahirkan putra pertama nya, Tasha memilih untuk tinggal kembali kerumah nya dan sang suami untuk mereka sama-sama dapat menjalankan tugas merawat penuh sang buah hati sebagai orang tua walaupun itu tidak lah mudah bagi keduanya yang masih baru sama-sama belajar menjadi orang tua.
Walaupun baik Herni dan juga Lita, kedua wanita yang sangat dicintai Tasha itu, selalu saja menawarkan untuk beberapa waktu setelah pulangnya dari rumah sakit agar kerumah mereka selama pemulihan dari melahirkan, namun tetap saja Tasha lebih memilih untuk tinggal dirumah mereka.
Semenjak kehadiran sang cucu, Herni jadi lebih sering berkunjung dan bahkan menginap beberapa minggu dikediaman sang anak untuk menemani sang mantu dalam mengurus Kenzie cucu pertamanya itu, jika Arga sang anak pergi bekerja dan meninggalkan Tasha sendiri bersama cucu nya itu. Berbeda dengan Lita dan Erik yang hanya dapat berkunjung untuk menemui sang cucu mereka jika disela-sela waktu libur pekerjaan Erik saja.
Sekarang ini disetiap kegiatan yang dilakukan orang tua baru itu ketika pagi hari setelah adanya putra mereka, Tasha dan Arga selalu membagi tugas mereka karena kesibukan Tasha jika pagi-pagi yang berada didapur mempersiapkan sarapan dan juga perlengkapan kantor sang suami yang juga harus kembali untuk bekerja sedangkan Arga mengerjakan tugasnya yaitu mengurus sang putra sebelum dia pergi, baik itu dari mandi, memakaian pakaian, mengajak bermain, hingga membawa sang anak untuk berjemur dipagi hari sebelum keberangkatan nya bekerja. Dan Arga juga sekarang ini terlihat sering pulang lebih awal dari pekerjaannya karena ingin secepatnya bertemu dengan putra kesayangan nya dan juga istri yang selalu dicintainya hingga akhir hayat nya.
Bukan hanya dipagi hari saja Arga ingin berbagi tugas dengan sang istri untuk mengurus sang buah hati mereka, namun dimalam hari jika Kenzie sang anak yang tiba-tiba saja bangun dan belum tertidur, Arga juga ikut bergantian bergadang dan menyuruh istrinya itu untuk tidur lebih dulu karena Arga tau anak yang lahir dari buah cinta berdua bukan lah tanggung jawab dan seluruhnya diserahkan kepada sang istri saja untuk merawat, mengurus dan membesarkan nya, namun ada dua orang tua yang harus bekerja sama didalamnya.
Walaupun ini adalah kerepotan mereka yang baru-baru saja terjadi beberapa bulan ini, namun Tasha dan juga Arga selalu merasa senang ketika melihat pertumbuhan sang putra yang semakin hari semakin menggemaskan dan sudah mulai bisa dapat mengangkat kepala nya dan menggapai barang-barang yang berada didekat putra mereka itu.
Hari ini diusia 3 bulannya sang anak, Arga dan juga Tasha berencana untuk pergi berlibur dan ini juga adalah kali pertamanya mereka akan berlibur bertiga setelah kelahiran putra mereka karena diusia Kenzie ketiga bulan ini dokter baru memperbolehkan Arga dan Tasha untuk membawa sang anak menaiki sebuah pesawat.
__ADS_1
"Mas sudah itu dikamar mandinya, nanti Kenzie masuk angin" jeritan Tasha mengudara diruangan kamar itu yang sedang mempersiapkan segala kebutuhan mereka yang akan dibawa nya, apa lagi sekarang mereka telah memiliki anak bayi dan persiapan untuk kebutuhan Kenzie juga sangat banyak dari pada barang-barang miliknya dan suami.
"Sebentar lagi ma" suara Arga terdengar dari dalam kamar mandi itu.
Kenzie yang sekarang sedang dimandikan bersama dengan sang ayah di dalam bathup baby spa didalam kamar mandi yang sama dengan kamar itu.
Satu jam telah berlalu, Arga yang juga sebelumnya telah selesai memberikan pakaian kepada sang anak begitu juga dengan nya yang sudah memakai sebuah baju santai yang dikenakannya dalam persiapan keberangkatan mereka dan kini kedua lelaki itu terlihat kembali lagi bermain ketika sedang menunggu sang istri yang bergantian bersiap dan sekarang berada didepan nakas memoles wajah cantiknya.
"Kamu bosan sayang, kamu mau dengan mama?" Tanya Arga putra nya itu terlihat sudah mulai bosan yang hanya mengisap jempol tangannya dan mengisyaratkan bahwa dia ingin berada didekapan sang ibu.
Terlihat dibelakang tempat duduk Tasha sekarang ini, kedua lelaki beda generasi yang dicintainya sama-sama mendekat dan memeluk tubuhnya dari belakang.
"Mas ini selalu saja memuji ku. Jika pujian itu berbentuk, mungkin tidak dapat terhitung bagaikan seluas lautan dan gunung" balik Tasha tubuhnya menatap pada sang suami yang selalu membuatnya bahagia.
"Hemm anak mama ganteng. Sini dengan mama sayang" lihat Tasha wajah putranya itu yang sudah merentangkan kedua tangannya pada Tasha.
"Sekarang papa mu ini sudah ada sayingannya sayang. Dulu mama mu ini selalu memuji papa mu adalah orang yang paling ganteng satu-satu nya di dunia ini dan lihat lah sekarang, posisi papa tergeserkan itu karena mu Kenzie" cium Arga putra kesayangannya dan bergantian dengan sebuah kecupan juga didaratkan nya dikening sang istri.
__ADS_1
Tawa Tasha pecah mendapatkan kecemburuan suami nya itu terhadap putra mereka sendiri.
"I love you sayang. Bagaimana pun keadaan mas nantinya, mas berjanji akan terus berada bersama kalian sampai kita menua dan nantinya mengantarkan anak-anak kita menuju kebahagiaan mereka" peluk Arga tubuh sang istri dan juga putra mereka yang ada dalam dekapan istrinya itu.
Mata Tasha yang sudah berkaca-kaca tidak dapat lagi tergambarkan bagaimana rasa bahagia yang didapatkan nya secara bertubi-tubi pada lelaki pelindungnya yang selalu menjadi tempat pesandarannya.
'Proses kehidupan yang tidak lah mudah, dan sekarang telah terbayarkan oleh kebahagian. Terimkasih semesta atas pengalaman dari mu, bahwa ada kesedihan dibalik luka, ya itu lah yang pernah ku alami. Ada kehancuran yang teramat, tapi itu adalah suatu cara agar dapat melepaskan nya. Ya Tuhan, aku bahagia dengan kehidupanku yang sekarang. Aku bahagia dengan keluarga kecil yang Engkau titipkan pada ku sebagai salah satu orang yang beruntung mendapatkan pendamping yang berusaha mengobati luka-luka yang dulunya pernah ada. Terimkasih Tuhan, Engkau telah menitipkan dua lelaki yang sekarang menjadi pelengkap dihidup ku, dua lelaki yang teramat aku cintai. Terimakasih Tuhan atas pemberi kebahagiaan, yang ku pikir aku akan berakhir dalam penderitaan. Kesedihan diawal bukanlah suatu jaminan untuk kesengsaraan diakhir' bathin Tasha masih berada dalam pelukan sang suami yang selalu saja bersyukur atas yang dimiliki nya saat ini.
.
.
.
.
Terimakasih untuk semua readers ❤, tanpa kakak-kakak readers apalah lah artinya author yang masih sangat-sangat banyak kekurangannya ini.
__ADS_1
Semoga kita semua dalam keadaan sehat, selamat bertemu dilain kesempatan dan dikarya-karya selanjutnya. Salam dari author receh ini 🤗🤗🤗❤❤