
Didalam kamar miliknya Tasha sudah merasakan kegelisahan atas permintaan dan juga kertas-kertas honeymoon mereka yang berada di meja riasnya dan yang membuat dia semakin gelisah adalah jam keberangkatannya yaitu besok pagi.
"Saya pusing melihat mu seperti ini. Jika tidak mau pergi, kamu bisa kembalikan saja pada mama" liriknya pada Tasha yang sedang mondar-mandir dari ekor matanya yang sedang duduk berada disofa dengan benda pipihnya.
"Anda sakit ya om. Akan jadi mantu apa saya dihadapan ibu mu"
Arga tersenyum melihat Tasha yang sudah kehilangan akal karena honeymoon mereka.
"Saya harus pergi, karena saya ada kerjaan yang lebih penting dari pada melihat mu yang terus-terusan mondar-mandir dihadapan saya" Arga bangkit dan langkah besarnya menuju ke ruangan ganti untuk memakai pakaian formalnya.
"Om mau kemana. Saya pusing cara batalin honeymoon, om malah kerja. Bantu mikir dong" Tasha mendekat dan menarik lengan kemeja yang sudah dipakai Arga.
"Kamu atur aja bagaimana baiknya" tepis Arga tangan Tasha yang mencoba menghalanginya.
Ditempat lain Arga sudah sampai di appartement miliknya yang sedang direnovasi. Dia sengaja merenovasi appartementnya karena Tasha akan ikut dengannya stelah kepulangan mereka nanti. Dia sengaja merenovasi appartement miliknya yang sebelumnya hanya memiliki 1 buah kamar.
"Dia adalah akan menjadi tamu terlama ku yang akan tinggal di appartement ini" dijatuhkan nya tubuhnya ke sofa yang berada diruang tamu appartement itu.
"Pak, interior design kamar tamu nya akan dibuat seperti apa pak" salah satu seorang laki-laki datang yang menjadi pekerja untuk merenovasi appartermentnya.
__ADS_1
"Biasa saja, ini bukan tamu spesial" Arga tersenyum membayangkan wajah Tasha yang akan marah padanya. Dia tau apa yang akan Tasha minta setelah dibawa ke appartementnya, yaitu kamar tidur terpisah dengannya. Arga akan menempatkan Tasha dikamar tamu yang sedang direnovasinya yang memiliki kamar kecil dan tidak ada kamar mandi didalamnya.
"Joe dimana. Datang ke appartement saja segera" panggilan Arga pada seorang assistentnya yang sudah lama bekerja dengannya.
Dengan cepatnya Joe yang sangat paham dengan sifat bos nya itu tidak lama setelah panggilan itu, dia sampai ke tempat dimana bos nya berada yang sebelumnya dia berada dikantor milik Arga. Joe sudah memiliki akses masuk ke appartement Arga sehingga dia bebas keluar masuk disana.
"Ada yang harus saya kerjakan pak" sahut Joe yang sudah sampai tepat dibelakang sofa dimana Arga sedang membaringkan tubuhnya.
"Joe wajah mu mana ?. Kan sudah saya bilang, kalau berbicara itu lihat orang yang sedang diajak bicara"
Joe langsung berputar ke arah sofa dimana bosnya sedang berbaring.
"Baik pak" Joe mengangguk dan meninggalkan bosnya.
'Hemm jadi anti nyamuk melihat pasangan baru' gumamnya yang sudah meninggalkan Arga.
Tasha yang sudah siap dengan koper miliknya yang sudah di persiapkan nya tadi malam telah berada didalam mobil yang akan mengantar keberangkatan mereka ke airport begitu juga dengan perlengkapan Arga yang telah disediakan dan dikirim sang ibu melalui supirnya yang sudah sampai dikediaman Tasha.
Tasha yang dari tadi malam tidak bisa tidur bagaimana cara untuk membatalkan keberangkatan mereka pun tidak memiliki jalan temu. Bahkan saat Arga pulang sebelum jam makan malam keluarga pun, mereka sempat berdebat tentang honeymoon mereka. Arga memang tidak punya pilihan selain mengikuti permintaan sang ibu, tapi dia mempunyai rencana-rencana lain yang tidak diketahui oleh Herni ibunya.
__ADS_1
"Kak, selamat sampai tujuan. Semoga hari kakak dan kak Arga bahagia. Semoga pulang dari sana langsung dapat momongan" bisik Dewi menggoda sang kakak yang akan melepaskan kepergian mereka.
"Kamu yang harus berhati-hati dengan perut buncit mu sekarang. Jangan banyak aktivitas" Tasha tidak memberikan respon atau apapun tentang dirinya, Dia hanya menunjukkan wajah datarnya pada adiknya itu.
Erik dan keluarga melepas kepergian Tasha dan Arga, setelah mereka berpamitan dengan keluarga Tasha, mobil yang akan membawa mereka keairport tujuan sudah melaju dengan kecepatan sedang. Disepanjang perjalan tidak ada yang mereka bahas, yang ada mereka terus berada dalam pikiran masing-masing sesekali Arga mencek email masuk dari benda pipihnya.
Mobil yang membawa mereka telah sampai dibandara, dimana yang telah disiapkan oleh Herni sang ibu, para orang-orang suruhan Herni telah menunggu kedatangan mereka yang turun dari mobil dan menuju keairpot dimana sebuah armada besi yang sudah menunggu mereka.
Tasha yang masih canggung berada berdua hanya dengan Arga memilih berjalan dibelakang Arga. Mereka menaiki armada besi itu dan disambut dengan baiknya oleh para crew cabin yang akan membawa mereka pergi kepulau dimana sudah dipersiapkan oleh sang ibu.
Tasha yang sudah dibawa pergi oleh armada besi itu melihat kesekitaran yang ada dibawah pesawat. Terlihat pulau-pulau, laut, dan juga pemukiman penduduk terlihat jelas disana. Tasha yang merasakan kebosanannya karena perjalanan yang begitu melelahkan mulai menjalar dalam hidupnya. Tasha yang duduk tepat disebelah Arga memilih menyandarkan tubuhnya. Para crew cabin memberikan fasilitas terbaik mereka, mulai dari makanan hingga kebutuhan fasilitas yang dibutuhkan mereka selama penerbangan.
Tasha yang sudah mengantuk karena malam sebelum keberangkatan mereka tidak tidur, dia mulai memejamkan matanya. Arga yang tepat disebelhnya melirik Tasha yang sudah tertidur pulas. Dia yang merasakan kasihan pada Tasha duduk sambil tertidur mulai membungkukkan badannya siap menggendong Tasha keruangan lain diarmada besi itu.
Tasha yang merasa tubuhnya seperti berbeda yang tidak lagi duduk membukan matanya. Dia merasakan sangat terkejut dengan tubuhnya sudah berada digendongan Arga yang memiliki badan kekar, dan lelaki itu sudah memasukkan nya keruangan spesial diarmada besi itu.
Tasha yang tidak lagi berpikir panjang langsung melompat dari gendongan Arga, yang sebelumnya Arga juga telah akan siap meletakkan nya ke atas ranjang yang ada disana.
"Om jangan macam-macam ya ketika saya sedang tertidur. Apakah setiap malam om melakukan nya dengan saya" Tasha langsung memeluk dirinya sendiri dan melangkah menjauhi dari Arga.
__ADS_1
Arga yang sudah tertawa dalam hati melihat tingkah Tasha yang begitu menggelikan. "Sudah saya katakan sebelum pernikahan kita. Kamu akan menjadi p*****r disetiap tidur malam saya. Jadi hati-hati jika kamu sedang tidur, itu akan terjadi pada kita" Arga mulai menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang armada besi itu yang sudah seperti kamar hotel.