Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
52. Seperti Berjarak


__ADS_3

Setelah melewati hutan-hutan dengan pepohonan yang begitu besarnya dilokasi tempat villa Farhan yang membawa Tasha disana, kini mereka telah sampai dipemukiman penduduk tetapi tidak terlalu padat, dan masih menampakkan keasrian di daerah desa itu.


Manik Tasha yang terus menatap arah luar jendela tepat disebelahnya dan tidak sadarnya kini mobil yang mereka tumpangi telah berhenti.


Arga yang keluar dari mobil itu, meninggalkan Tasha untuk masuk kedalam sebuah rumah makan disana.


Sebelumnya wajah pucat Tasha yang sudah tidak berdarah itu menjadi sorotan Arga, dia memerintahkan pada supirnya untuk mencarikan tempat makanan yang bisa dimakan oleh Tasha untuk mengisi energinya kembali walaupun disana tidak ada cafe ataupun restauran yang bisa mengisi asupan makanan yang akan dimakan oleh Tasha.


Tidak lama menunggu, Arga yang telah keluar dari rumah makan itu, menenteng plastik dengan beberapa makanan yang telah dibawanya keluar bersama dengannya dan kembali menuju mobil dengan Tasha yang masih berada disana.


"Makanlah, ini yang bisa saya dapatkan didaerah ini. Nanti setelah diappartement saya akan belikan makanan yang lain" perintah Arga dengan plastik makanan yang telah diulurkannya itu.


Tasha yang memang setelah dari penculikkan itu tidak memakan makananan atau meminum minuman yang sebelumnya telah Farhan sediakan untuk dirinya selama dia disana. Tubuh yang sudah melemah dengan wajah yang telah memucat dengan air mata yang masih mengalir tanpa suara kini memakan makanan yang telah diberikan Arga padanya.


'Aku sudah lelah Tuhan. Aku capek dengan jalan hidupku. Baru kemarin aku merasakan kebahagian dengan pria ini yang mau menerimaku, sekarang aku harus menerima kembali takdir-Mu Ya Rob' Tasha sesekali menyuap nasinya dengan aliran butir bening bersama dengan suapannya.


Setelah lamanya berada didalam satu mobil yang membawa mereka dengan tidak adanya komunikasi diantara kedua, kini mobil itu telah sampai dibasement appartement Arga, dan diikuti dengan mobil yang mengawal mereka juga telah sampai disana. Arga turun lebih dulu dari mobil itu dan disusul oleh Tasha yang juga keluar dari mobil yang telah membawa mereka tadi.


Masih sama waktu didalam mobil, Arga dan Tasha hanya berdiam tidak bersuara melanjutkan langkah mereka kelantai appartement milik Arga dengan pengawalan yang masih begitu ketatnya. Tasha menatap punggung Arga yang berjalan didepannya dan sama sekali tidak ingin berjalan beriringan dengannya.


Lita, Erik dan juga Herni telah berada diappartement milik Arga menunggu kedatangan Tasha. Sebelumnya Arga telah menghubungi kedua orang tua mereka jika Tasha telah bersama dengan dengannya.


"Sayangggg" suara dari kedua orang tua yang telah paruh baya terdengar diruangan itu setelah Arga dan juga Tasha masuk keappartement itu.


Lita dan juga Herni berhambur kearah pintu yang masih tempat berdiri Tasha setelah kedatangannya.


"Kamu ada yang sakit sayang? Kamu tidak apa-apa kan ? Kamu tidak disakiti sama si b*******k itu kan?" Pertanyaan bertubi-tubi yang dilontarkan ibu mertuanya itu pada nya yang masih didalam pelukan kedua wanita yang disayanginya itu.


"Mama sudah muak dengan lelaki b***t itu, kenapa dia masih mengusik kehidupan kakak" sambung Lita sang ibu yang juga iba melihat kondisi putrinya saat ini.

__ADS_1


Air mata Tasha mengalir kembali derasnya, hatinya terasa hancur sekarang. Dia tidak tau apa yang harus dia lakukan setelah ini.


'Ma, bukan fisik ku yang sakit, tapi hati ku yang sekarang hancur ketika mendapatkan perlakuan suami ku yang sudah tidak menginginkan ku ma' batin Tasha mengingat Arga yang sampai sekarang masih dingin padanya.


Tasha hanya terdiam ditempatnya melirik kearah Arga yang juga tidak mengeluarkan suaranya setelah sampai diappartement itu.


Arga yang sudah sangat sakit jika mengulang ingatannya kembali kebeberapa jam yang lalu, seperti mendapatkan pukulan yang begitu kuatnya.


"Ma, Natasha sejauh ini tidak ada cedera dan tidak ada hal yang serius untuk ditakuti. Tolong mama jangan tanyakan terlalu jauh, mengingat kondisi Tasha yang masih trauma" ucap Arga pada sang mama dan berlalu, melangkahkan kakinya menuju ayah mertuanya yang berdiri tepat disamping sofa diruangan itu.


Hari semakin sore, Lita, Erik dan juga Herni yang akhirnya kembali pulang kekediaman mereka masing-masing, mengingat Tasha dan juga Arga yang harus beristirahat ketika kejadian yang mengalami Tasha membuat mereka harus memberikan waktu yang cukup untuk Tasha untuk memulihkan kembali energinya.


*


Setelah kepergian orang tuanya dan orang tua Arga dari appartement yang ditempati mereka, Arga juga pergi entah kemana tanpa memberitahukan Tasha istrinya.


"Buka pintunya" perintah Arga untuk masuk kedalam ruangan yang gelap tidak adanya pentilasi diruangan itu dengan cahaya lampu remang yang menjadi pencahayaan disana.


Joe yang sebelumnya juga telah menghajar Farhan dan lebam dibagian wajahnya yang juga mengeluarkan darah dihidung dan bibirnya.


Rahang yang sudah menegang nampak jelas setelah kedatangan Arga keruangan itu dengan tangan yang sudah dikepalnya.


"Buka penutup matanya" perintah Arga pada seorang yang berdiri disamping Farhan.


Mata yang telah terbuka, kini memperlihatkan raut wajah Arga yang terlihat ingin menghabisi Farhan yang telah membuat pikiran Arga sampai sekarang kacau.


"Selamat datang Tuan Farhan ditempat saya. Selamat menikmati nafas-nafas terakhirmu didunia ini" tatapan Arga kini mengarah pada Farhan sambil tersenyum sinis.


"Terimakasih Tuan Arga yang terhormat, saya sangat tersanjung atas pelayanan yang anda dan para pengawal anda berikan pada saya Tuan" tatapan Farhan melawan tatapan Arga yang beradu saling tatap dengan dalamnya.

__ADS_1


"Oh iya satu lagi Tuan, ucapkan terima kasih saya pada istri Anda Tuan, telah bersedia menerima tubuh saya. Dia sangat lihai dalam bercinta"


'Saya akan membuat hubungan pernikahan kalian hancur Tasha. Sudah saya katakan tidak akan ada yang bisa memiliki mu selain saya, sekalipun lelaki ini yang telah menjadi suamimu saat ini. Saya juga akan pastikan cepat atau lambat kalian akan berpisah' Senyuman sinis Farhan kini mengembang di sudut bibirnya.


Farhan yang sebelumnya sudah mengetahui akan kedatangan Arga ke mansion miliknya, dan akan membuat sebuah drama yang akan menimbulkan kekacauan antara hubungan Tasha dan Arga, sehingga ketika dia sudah mengetahui Arga telah sampai di villanya, Farhan langsung melepas semua pakaiannya dan juga pakaian Tasha dan dia juga sengaja berada diatas tubuh Tasha sehingga menimbulkan sebuah kesalah pahaman diantara Arga atas apa yang dilihat Arga tidaklah sesuai dengan kenyataannya.


Arga semakin tersulut emosi mendengar perkataan Farhan yang memanaskan telinganya mengepalkan tangannya dengan keras, kini Arga mendekat pada Farhan yang masih terikat tangan dan kakinya di bangku yang masih menahan tubuhnya.


brukkkkkkkk


Pukulan demi pukulan Arga telah mendarat bertubi-tubi disetiap titik sudut tubuh Farhan. Sebuah hantaman yang diberikannya sendiri pada lelaki yang menggilai istrinya itu dengan tangannya dan emosi yang masih memuncaknya.


"Apa yang telah kamu lakukan pada istri saya b******n" pekik suara Arga menggema diruangan kosong itu.


"Bagaimana saya berbohong jika kenyataannya memang seperti itu. Saya dan Tasha masih saling mencintai, Anda adalah sebagai topeng untuk menutupi sebuah pernikahan yang dipaksa oleh orang tuanya agar hubungan pernikahan kalian terlihat baik-baik saja" tutur kata Farhan yang menyakinkan ucapkannya pada Arga.


Nafas yang telah memburu kini membuntukan pikiran Arga, ini adalah sebuah kenyataan yang paling menyakitkan yang diterimanya.


Sebuah tangan yang telah terbuka memberikan sebuah isyarat, kini pengawal yang berada dibelakangnya memberikan pistol padanya.


Dorrrrr


Suara tembakan mengudara diruangan itu, Farhan yang merasakan kesakitan menggeram menahankan sakit yang dirasakannya. Tepat dibagian lengannya kini telah menacap sebuah peluru yang sudah berada disana.


"Saya akan memperlambat kematian anda Tuan Farhan" dengan senyuman sinisnya tapi tidak dengan raut wajah Arga yang sudah terlihat jelas kegusarannya.


Tubuh yang sudah melemah dan terlantai dengan ikatan yang belum juga dilepas ditambah menahan sakit dibagian tembakan peluru-peluru yang telah bersarang itu membuat Farhan semakin tidak berdaya.


'Tasha saya tidak akan membiarkan kamu bahagia dengan lelaki ini, walaupun nyawa saya yang menjadi korbannya, saya lebih bahagia melihat kamu menderita setelah kepergian saya untuk selamanya' batin Farhan tetap tersenyum menatap Arga.

__ADS_1


__ADS_2