Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
82. Perubahan Sikap


__ADS_3

Sudah satu minggu ini Tasha tidak lagi ingin berlama-lama dekat dengan Arga, Tasha yang juga tidak mengetahui dengan diri nya saat sekarang ini yang terasa mual jika Arga berada didekatnya dan memilih untuk menjauhi sang suami walaupun itu bukan lah keinginannya untuk berubah sikap pada sang suami.


Bahkan dia juga malas untuk melakukan pekerjaan rumahnya yang akhirnya dia meminta sendiri pada sang suami untuk mencarikannya seorang asisten rumah tangga membantunya dalam mengerjakan pekerjaan rumah.


Seorang wanita yang usianya sekitar 50 tahunnan bernama mbok Yati yang dicarikan oleh Joe asisten Arga itu untuk mengerjakan seluruh pekerjaan rumah sang atasannya. Tasha juga meminta Mbok Yati untuk tidak tinggal bersama dengan mereka agar asisten rumah tangganya itu dapat pulang kerumah nya kembali jika pekerjaan yang dimulai dari pagi hari hingga pekerjaan rumah itu telah selesai.


Bukan hanya untuk melakukan aktifitasnya dirumah saja Tasha merasakan kemalasannya, bahkan dikantornya pun dia terlihat jauh berbeda, yang biasanya dia selalu ceria dan dengan cekatannya menyelesaikan setiap pekerjaannya, namun berbeda dengan sekarang, dia bahkan selalu menunda-nunda pekerjaannya dan bahkan sampai bertumpuk-tumpuk kertas-kertas dokumen putih itu dimeja kebesarannya yang sudah sangat lama ditempatinya.


Rasa malas nya kini yang juga membuat dia malas untuk pergi kekantor, dan tak jarang juga Arga selalu menegurnya karena terlalu banyak tidur didalam kamar dan malas untuk keluar dari ruangan itu dan melakukan kegiatan yang dapat mengusir rasa jenuhnya.


Perubahan Tasha yang sangat jauh berbeda pada saat sekarang ini, membuat Arga mulai takut dengan keadaan sang istri dan mengkhawatirkan istrinya itu. Bahkan beberapa hari belakangan ini juga Arga memilih untuk ikut tidak bekerja dan menemani sang istri walaupun Tasha tidak ingin diganggu oleh siapapun.


Ini adalah hari pertama Tasha kembali lagi untuk masuk bekerja setelah beberapa hari Tasha tidak kekantornya dan begitu juga dengan Arga.


Hari pertama Tasha yang masih disibukkan dengan kertas-kertasnya, namun tidak berlangsung lama, Tasha kini kembali untuk tidur diruangan kerjanya sambil melipatkan tangannya.


Marta sang atasan yang sedang menjalankan sebuah proyek pekerjaan diluar kota itu, membuat Tasha dan para karyawan yang lainnya bisa lebih memiliki waktu senggang untuk mengulur waktu dalam pekerjaan mereka.


Mata yang masih memejam dengan jam kerja yang telah berakhir, kini menandakan juga para karyawan yang bekerja diperusahaan itu untuk bergegas mengakhiri seluruh pekerjaan mereka.


Tasha yang masih tertidur diatas kertas-kertas yang bertumpuk banyak itu, tidak menyadari lagi apa yang sedang terjadi disekitarnya pada saat ini.


Beberapa menit kemudian ruangan yang tadinya begitu ramai kini telah sepi karena para pekerja masing-masing meninggalkan ruangan itu, dan ruangan itu seketika tidak berpenghuni lagi.


Diluar kantor, Arga yang telah menunggu Tasha didepan lobby perusahaan itu sambil memainkan kunci mobilnya dan bersandar disamping mobil dengan pakaian kemeja rapi didalamnya dan bersetelan jas senada dan celana yang dikenakan Arga dengan menyilangkan kakinya menghadap kearah pintu keluar itu.

__ADS_1


Tidak jarang para karyawan yang bekerja dikantor yang sama dengan Tasha ketika melihat Arga yang akan keluar dari lobby, menatap kagum pada Arga yang memiliki wajah tampan dan karismanya selalu terpancar dan digilai oleh para kaum hawa.


Arga masih terpaku ditempatnya sambil berdiri menatap kearah pintu kaca besar menunggu Tasha yang juga tidak kunjung terlihat dipandangannya.


Namun mata Arga yang telah tertuju pada Linda teman dekat istrinya itu keluar sendirian tanpa Tasha bersamanya.


"Linda?" Tanya Arga pada sosok yang cukup lumayan dikenalnya dekat dengan sang istri.


"Om Arga" ucap Linda yang bingung tidak melihat keberadaan Tasha disana.


"Natasha belum keluar?" Manik Arga yang telah mengedarkan matanya yang melihat tajam pandangannya masuk kedalam pintu masuk itu namun tidak melihat sang istri.


Linda yang juga mengedarkan pandangannya kesekitar tempat itu mencari keberadaan Tasha yang tidak terlihat disana dan mengira jika Tasha temannya itu telah keluar lebih dulu darinya.


"Tadi ruangan sudah sepi om, apa jangan-jangan-" Linda dan Arga saling bertatapan.


"Tashaaa" mata Linda yang kini telah membola menunjuk ke arah kantor yang sudah dipastikan Tasha masih berada disana.


Arga yang dengan sigapnya telah paham maksud teman istrinya itu melangkahkan besar kaki nya sambil berlari kencang menuju masuk keperusahaan itu.


Tanpa bepikir panjang kini Arga telah sampai didepan kubikel besi yang telah ada dihadapannya namun pintu yang ditunggunya belum juga terbuka.


"S**l lama sekali" gerutu Arga yang masih menatap pintu itu terbuka.


Beberapa detik kemudian pintu yang ditunggu itu kini telah terbuka, namun kemana tujuan nya sekarang, akan menaiki lantai keberapa dia untuk menemui sang istri.

__ADS_1


Linda yang masih jauh tertinggal dibelakang dengan lari kecilnya sudah mulai ngos-ngosan dan sesekali dia berhenti untuk mengatur kembali nafasnya.


Arga yang telah memutarkan tubuhnya kembali menatap Linda untuk menanyakan lantai ruangan istri nya sekarang berada.


"Linda, lantai berapa?" Suara jeritan Arga yang melengking diruangan itu, sehingga Linda yang tadi nya masih membungkukkan tubuhnya kembali mengarahkan pandangannya pada Arga.


"Lantai 15 om" jeritan Linda, membuat Arga dengan cepatnya masuk kedalam kubikel besi itu menuju lantai yang telah diberi tau oleh Linda dan meninggal teman istrinya itu.


Tingg


Pintu besi yang kini telah terbuka menuju lantai yang dituju menampakkan ruangan yang kini telah sepi tidak berpenghuni lagi.


Masih dengan langkah besarnya Arga keluar mencari ruangan Tasha dan mengedarkan matanya karena tempat ini adalah tempat asing dan belum pernah dia memasuki sebelum nya.


Seseorang yang kini tengah dicari terpantau dari pandangan Arga, Tasha yang masih ditempat duduknya sambil melipatkan tangannya diatas meja kerjanya masih dalam tertidur dengan pulas, tidak merasakan lagi keanehan diruangan yang telah sepi hanya dia seorang.


Langkah nya kini menuju kearah ruangan Tasha berada, hanya hitungan menit saja kini Arga telah berada disamping Tasha sang istri.


Dengan lembutnya Arga membelai rambut Tasha agar jika Tasha terbangun tidak terkejut kehadirannya yang tiba-tiba telah ada dikantornya itu.


"Sayang, ayo kita pulang" usapan pelan Arga dan mencium rambut sang istri.


Ciuman singkat yang Arga daratkan dirambut Tasha kini dia mulai memicingkan matanya dan perlahan membukakan mata coklat itu.


Manik yang sudah saling berpandangan itu dengan mata Tasha dan nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul masih terdiam menatap Arga.

__ADS_1


"Kenapa suami ku ada disini" gerutu Tasha masih menatap Arga.


__ADS_2