Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
44. Terimakasih


__ADS_3

Pancaran sinar yang menembuskan cahaya disebalik tirai jendela kamar Arga tidak membuat Arga dan Tasha terbangun dari terlelapnya tidur mereka. Tasha yang telah menjadikan lengan Arga sebagai bantalan kepalanya, dan tangan yang kini berada diatas d**a bidang lelaki yang berada disebelahnya. Tidak hanya itu, tangan yang telah merangkul tubuh mungilnya dengan jemari-jemari besar Arga, kini tubuhnya berada dalam pelukan sang suami yang masih berada dalam alam bawah sadar masing-masing dari mereka.


Bantal dan guling yang telah menjadi pembatas yang Tasha buat sebelum tidurnya, kini sudah jatuh kebawah ranjang dan menyisakan hanya selimut yang telah menyelimuti kedua tubuh mereka dalam selimut yang sama.


Pantulan sinar matahari yang telah mengenai kewajah Tasha kini dia mulai membukan sedikit matanya. Nyawa yang masih belum terkumpul dibangun tidurnya, begitu shock karena tidur beralaskan lengan Arga yang menjadi bantalannya.


Tidak tau kenapa, Tasha sangat menikmati posisi yang sekarang berada disebelah Arga yang mulai terasa kenyamannya dalam pelukan Arga itu. Tangan yang masih berada di d**a Arga dan kepala yang masih berada dilengan Arga kini Tasha mulai menatap wajah Arga yang sudah begitu dekatnya setelah pernikahan mereka.


"Om, aku tidak tau sejak kapan perasaan ini tumbuh, apakah om juga merasakan yang sama dengan ku. Atau aku akan sama merasakan sakit yang pernah ku rasakan sebelumnya" sambil menahan air mata yang sudah hampir penuh di kelopak matanya tidak sanggup jika rasa yang sedang tumbuh itu akan hancur kembali.


Sebuah tarikan nafas Arga, kini dia mulai menggerakkan tubuhnya dan ingin bangun dari tidurnya. Dengan cepatnya Tasha kini menutupkan kembali kedua matanya masih dengan posisi yang sama, dia malu jika Arga melihatnya yang sudah terbangun lebih dulu dan melihat posisinya sekarang dengan Arga yang sangat dekat.


Tangan yang sudah terasa keram dilengannya, kini Arga mulai membukakan matanya, dia tersenyum melihat Tasha yang sudi untuk tidur disebelah dengan nya dan berada satu ranjang dengannya. Tidak tau kenapa, semenjak pernikahan mereka, Arga sangat ingin melindungi Tasha yang sebenarnya juga dia tidak tau dengan perasaannya sekarang dengan perjodohan yang mendadak ini.


Tidak tau mendapatkan bisikan dari mana dan apa yang sedang dipikirkan Arga, dengan wajah yang begitu dekatnya kini Arga mencium kening Tasha yang masih menutupkan matanya itu yang berpura-pura sedang tidur disamping Arga.


Tasha yang merasakan kaget mendapatkan serangan tiba-tiba dari Arga kini membukan mata kembali, menatap wajah Arga yang masih berada dikeningnya.


"Om maaf om" dengan jantung yang sudah sangat kencang dan tubuh yang begitu mengkaku, Tasha kini memindahkan kepalanya keatas kebantalnya.


"Om, pegal ya. Maaf ya om, saya tidak sengaja tidur dilengan om" ucap Tasha dengan jantung yang masih berdetak kencang dengan perlakuan Arga padanya.

__ADS_1


"Terimakasih" Arga kini mengambil dagu Tasha dan kembali menatapnya.


Tasha mengerut dahinya tidak mengerti maksud perkataan Arga yang berterimakasih padanya.


"Maksud om?"


"Terimakasih karena kamu mau untuk tidur disamping saya dan sedekat ini" penuturan Arga sukses membuat jantung Tasha yang sudah berdetak kencang itu, kini ingin lepas dari penyanggahnya.


Arga yang telah bangkit sedikit dari tidurnya kini mendekatkan kepalanya pada Tasha dan mencium bibir merah muda Tasha yang sudah membelah begitu terlihat menggoda. Tasha yang sebelumnya masih kaget dengan ciuman kening yang diberikan Arga tadi padanya, kini dia ditambah shock setelah mendapatkan serangan mendadak kedua kalinya dari Arga yang telah menyatukan bibir mereka yang masih diatas ranjang ruangan itu.


Tasha yang hanya diam mendapatkan pagutan Arga seperti menikmati walaupun dia tidak memberikan sebuah perlawanan pada Arga. Mata yang tadi membola kini terpejam mendapati sentuhan-sentuhan lembut dari Arga.


Arga yang kini telah melingkarkan tangannya diperut Tasha yang masih menutup matanya dan menatap wajah Tasha yang tidak takut lagi terhadapnya.


Tasha yang telah menggila tidak sadar bahwa dia juga menerima dan kembali membalas pagutan yang diberikan Arga padanya. Bibir yang tadinya terkatup kini telah terbuka dan menerima pagutan demi pagutan lembut yang diberikan Arga padanya.


Arga tersenyum setelah mendapatkan balasan pagutan Tasha padanya yang membuat saliva mereka saling menyatu menikmati pergerakan bibir yang saling berpagut lembut itu. Arga mulai menahan tengkuk Tasha dengan satu tangannya untuk memberikan kenyamanan pada istrinya itu.


Tasha yang sudah masuk kealam bawah sadarnya kini mulai melingkarkan kedua tangannya dileher Arga dengan mata yang telah diberanikannya untuk dibuka dan menatap mata Arga yang terus menatap dirinya.


Dua pasang mata saling bertatapan itu dengan menambah gerakan aktifitas kecepatan pagutan mereka yang saling berkejar-kejaran.

__ADS_1


Nafas yang saling bersahutan menambah kejelasan diruangan kamar yang hanya dihuni oleh dua manusia dewasa yang saling memanaskan gejolak yang belum pernah mereka lakukan.


Tasha kembali mengingat tentang keberadaan sang mama mertuanya yang telah menginap dikediaman mereka, bibir yang masih menyatu dengan mata yang telah membulat, Tasha memberhentikan pagutannya dengan Arga. Dengan refleksnya Tasha menjarakkan tubuhnya dengan Arga. Arga yang terkejut, kini berkerut dahi dan masih bingung dengan sikap Tasha yang memberhentikan aktifitas mereka.


"Om, mama diluar" Tasha yang kini melompat bangun dari tempat tidurnya berlari kecil menuju kamar mandi dan meninggalkan Arga begitu saja.


Arga mengusap wajahnya kasar mendapati kepergian Tasha dan menatap kearah pintu kamar mandi yang telah tertutup rapat dengan rasa sakit yang telah dirasakannya.


Tidak berlama-lama Tasha berada dikamar mandi itu dia melangkahkan kakinya keluar untuk menemui sang mertua sedangkan Arga menuju ketempat tujuannya untuk memuaskan dirinya yang sudah dalam ambang untuk melepaskan hasrat yang tidak tersampaikan tadi.


*


"Ma, maaf kan Tasha yang bangunnya kesiangan" Tasha menuju kearah dapur yang kini melihat sang mama mertua sedang berada didapur dengan beberapa bahan-bahan masakan yang didapatnya dari dalam kulkas yang beberapa hari kemarin telah dibeli oleh Tasha dan juga Arga.


Herni menoleh kearah suara yang masih sangat dirindukannya itu dengan senyuman yang terpancar diwajah yang sudah terlihat keriput diwajahnya itu.


"Ma, Tasha saja yang lanjutkan. Mama duduk saja disofa ya" ambil alih Tasha sebuah pisau yang sedang dipegang oleh sang mertuanya.


"Tidak apa sayang, mama dirumah juga biasa masak dengan mbok Ina jika mama bosan dirumah"


"Oh iya Arga mana sayang?" tatap Herni yang melihat kearah pintu kamar Arga yang masih tertutup rapat dan belum melihat anaknya dipagi ini.

__ADS_1


"Mas Arga masih ada dikamar mandi ma" ucap Tasha yang kini ikut sibuk memasak dengan sang mertua.


__ADS_2