Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
70. Double Happiness


__ADS_3

Langit yang sudah menampakkan warna merahnya. Tasha yang sedang berias didepan cermin dihadapannya dengan seorang shemale, menangkap Arga yang telah bersiap-siap terlebih dahulu dari Tasha dan ingin keluar dari kamar mereka dengan setelan kemejanya.


Tasha yang belum mengetahui tujuan Arga akan membawanya kemana sehingga dihari yang singkat itu, Arga menyiapkan seluruh gaun yang akan dikenakan sang istri.


Bukan hanya gaun yang Arga persiapkan untuk sang istri, tetapi seorang perias yang juga didatangkan nya langsung untuk merias sang istri. Rasa berlebihan yang Arga berikan pada nya sangat lah terlihat jelas, walaupun Tasha sebenarnya senang dengan sikap Arga yang sekarang ini. Namun Tasha menolak karena rasanya, dia masih bisa sendiri hanya sekedar me-makeover wajahnya dengan alat makeup yang dimiliki nya, tetapi Tasha tidak dapat lagi membantah keinginan suaminya itu, dan dia hanya memilih pasrah diriaskan oleh orang yang telah didatangkan jauh-jauh oleh Arga hanya untuk membantu sang istri.


"Sis, sebenarnya lelaki yang membayar Anda itu mau membawa saya kemana sih?" bisik Tasha pada seseorang shemale yang gemulai dihadapannya itu.


"Saya kurang tau itu mbak" ucap lelaki kemayu itu pada Tasha masih sibuk dengan Tasha.


"Kakak cantik ya, suami kakak juga ganteng, uhhhh saya juga pingin dapat suami seperti suami kakak" sambungnya lagi.


"Heii suami saya, jangan genit-genit" ucap Tasha sambil mencubit perut yang masih memoles wajahnya.


Tasha yang sudah dipakaikan sebuah gaun berwarnakan nude panjang selutut dan memiliki lengan pendek dengan bagian dada tertutup menjadi pilihan pakaian yang Arga persiapkan buat sang istri. Arga memang memilihkan sebuah gaun yang tidak terlalu terbuka untuk istrinya itu, karena dia tidak ingin tubuh sang istri menjadi sorotan para penjaga diresort itu. Rambut yang juga telah ditata dengan paduan curly hair dengan braid bak princess menambah kecantikan pada Tasha.


"Selesaiii" ucap Shemale itu pada Tasha dan menyuruhnya untuk berdiri.


"Tunggu disini ya mbak. Saya pergi duluan" ucap nya yang pamit meninggalkan Tasha.


Beberapa saat setelah Shemale itu keluar dari kamar yang ditempati Tasha dan Arga, yang tadi nya Arga menunggu Tasha diluar kini masuk kembali kedalam kamar itu menutup mata Tasha kemudian dia membawa istrinya itu dan dinuntun sangat hati-hati setiap apa yang dilewati mereka.

__ADS_1


Tasha yang hanya pasrah kini mengikuti langkahnya yang tengah dirangkul oleh sang suami.


"Kita mau kemana sih mas" gerutu Tasha yang tidak dapat melihat kesekitarnya.


Arga yang hanya diam disamping Tasha kini mereka telah sampai ditempat yang dituju dengan sangat hati-hati Arga mulai membukakan kain penutup di mata Tasha.


Tasha yang masih berdiri kini mulai membukankan matanya. Arahan pemandangan pertamanya yang dilihat Tasha adalah sebuah tulisan yang ada dilangit indah namun gelap itu yang membuat nya shock.


'Happy Honeymoon and Happy Birthday Sayang' ratusan drone light show dengan susunan kalimat yang menghiasi langit pantai dimalam hari itu.


Bukan hanya itu saja yang membuat Tasha spechless, namun juga pantai yang tadi nya kosong kini telah disulap menjadi sebuah tempat romantis yang disusun lelampuan, lilin-lilin yang berjajar, dua buah kursi dan juga satu buah meja telah didekorasi disana. Bahkan banyaknya bunga yang menghiasi tempat itu juga semakin menambahkan keindahan ditempat itu.


Tasha tersenyum, dia tidak menyangka Arga yang awal pertama kali dikenalnya dengan kecuekannya, dingin dan tidak banyak bicara itu dulu, kini jauh berubah dan bisa membuatnya seberuntung ini menjadi bagian hidup dikehidupan sang suami. Bahkan dihari bahagianya yang Tasha sendiri lupa, Arga yang bahkan baru mengenalnya ingat dengan ulang tahunnya.


"Selamat atas bulan madu kita dan hari kelahiran mu sayang" kecup Arga rambut Tasha yang berada didepannya.


"Mas tau dari mana jika saya berulang tahun?" Tanya Tasha yang masih tidak percaya, ini adalah hari ulang tahun nya yang sangat indah yang pernah dirasakannya.


"Hanya untuk mengetahui tentang mu saja, itu adalah hal kecil sayang" ucap Arga yang telah melingkarkan kedua tangannya diperut istrinya itu sambil menciumi aroma parfum yang dikenakan sang istri.


Air yang ada dikedua matanya tidak dapat dibendungnya, lagi-lagi kebahagiannya seakan silih berganti berdatangan menghampirinya.

__ADS_1


"Mas, jangan tinggalkan saya untuk waktu yang lama ya mas. Saya bisa gila jika tidak bersama mu" ucap Tasha menutup kan matanya dan menarik nafasnya dalam, akhir-akhir ini hidup nya sangat berubah dan seperti tidak dapat diduga-duga. Dipersatukan seperti orang asing, saling mengenal, memiliki, dipisahkan kembali dan akhirnya dunia memang menyayanginya sehingga dia dapat lagi berada disamping lelaki ini.


"Selama mas masih bernyawa dan masih dapat melihat dunia ini, mas tidak akan sekalipun meninggalkan mu sayang, mas akan selalu menjaga dan menemanimu bersama-sama sampai nanti mas tidak dapat lagi melihat mu dan menutup mata mas untuk peristirahatan terakhir mas" bisik Arga dan menenggelamkan wajahnya dibahu sang istri.


Tasha semakin terisak, mana bisa dia dapat menerima kenyataan jika Arga pergi meninggalkan nya untuk selamanya. Membayangkan nya saja dia terasa sakit bagaimana jika itu terjadi nyata dalam kehidupannya.


"Saya benci mas bicara seperti itu" ditutup Tasha wajahnya sambil meneteskan air mata.


Arga yang telah berdiri didepan Tasha kembali menatap Tasha yang sudah dipenuhi oleh air mata dipipinya, kini mengusap-ngusap pipi cantik yang lembut itu untuk menghapus air mata sang istri.


"Kita kesini bukan untuk menangisi yang belum terjadi sayang" ucap Arga sambil tersenyum menatap wajah cantik Tasha yang selalu didambanya itu.


Arga yang sudah membawa Tasha untuk duduk dikursi yang telah tersedia dipantai itu, dengan suasana yang romantis dan ketenangan diiringi dengan musik-musik romantis diruangan terbuka itu.


Para pelayan yang dengan cepatnya menghidangkan makanan malam mereka yang telah terhidang diatas meja itu dan juga sebuah buket berbentuk hati besar bewarnakan merah yang juga telah berada diatas meja yang Tasha terima dari sang suami.


"Sayang, terimakasih atas semua yang telah mas berikan pada ku" ucap Tasha yang menatap sang suami yang juga telah duduk dihadapannya.


Arga hanya terdiam dan tersenyum membalas tatapan Tasha padanya.


"Mas tidak mau mendengarmu berkali-kali mengucapkan terimakasih sayang. Apa pun yang mas berikan padamu itu adalah hak mu dan kewajiban mas untuk membuat mu bahagia" ucap Arga sambil mengambil tangan Tasha dan meletakkan kepipinya.

__ADS_1


'Entah kenapa sejak ada dirimu dalam hidup saya, semuanya berubah Natasha. Saya yang terbiasa berada didepan layar dan waktu saya hanya saya habiskan untuk bekerja dan bekerja, kini jika saya dipilihkan oleh Tuhan untuk memilih kamu dan pekerjaan saya, saya pasti akan memilih kamu yang sangat saya takuti untuk kehilangan kamu lagi sayang' batin Arga yang semakin memperdalam menciumi tangan Tasha.


__ADS_2