
Ditempat lain, Joe yang sudah mempunyai sebuah akses untuk memantau lokasi tempat penginapan Arga yaitu sebuah cctv yang sudah terkoneksi ke benda pipihnya. Dengan orang-orang kenalannya disana dia sangat mudah mendapatkan akses cctv itu untuk mempermudahkan nya memantau segala aktivitas keluar masuk dari luar pintu kamar penginapan resort yang Arga tempati selama disana. Kamar yang sudah dipesan Joe sebelumnya juga tidak terlalu jauh dengan kamar resort Arga. Akan tetapi penginapan resort Arga lebih privasi dan sebuah tempat VIP diresort itu dibandingkan kamar yang dipesannya.
Joe sudah lama bekerja dengan Arga, bahkan saat pertama kali Arga mulai menjalankan bisnisnya, Joe adalah orang pertama dan sampai sekarang menjadi assistennya dan tangan kanannya yang sangat bisa dihandalkan nya selama ini.
"Anda Tuan Arga yang punya istri kenapa saya yang harus menjaganya" gumamnya sendiri didalam kamarnya yang masih sesekali memantau cctv itu dengan sebuah batang rokok yang dihisapnya.
Ruangan yang ditempati Joe sudah penuh dengan kubangan asap rokok. Ini sudah entah bungkusan rokok keberapa yang dibuka Joe. Berbeda dengan bos nya itu, Arga adalah seseorang yang tidak suka untuk merokok atau hanya sekedar mencium asap rokok. sehingga itu lah alasan Joe untuk tidak merokok dihadapan Arga walaupun Arga yang sebagai atasannya selama ini, tetapi Arga tidak pernah menegurnya untuk hal yang seperti itu.
*
05.00
Dinginnya cuaca sudah menembus keruangan tempat penginapan resort yang Arga dan Tasha tempati. Hembusan angin pagi yang begitu segar dan dingin menembus sampai kulit. Kain putih diruangan itu telah tersingkap dengan hembusan angin-angin yang mulai masuk dari celah-celah jendela yang berinteriorkan kaca-kaca. Suara air laut dan ombak yang kian berlomba-lomba seperti menyatu menambah keasrian suasana lautan di resort ini.
Tasha yang sudah kembali tidur di sofa tepat dibawah ujung ranjang, dan Arga yang tidur diatas ranjang king size itu. Tasha yang merasakan kedinginan ditubuhnya menarik selimutnya kembali yang telah membuka bagian kakinya hingga ke atas pahanya, yang sebelumnya Tasha sudah mengambil selimut itu di ranjang dimana sebelumnya Arga yang menggunakannya tanpa disadarinya.
Arga yang merasakan tenggorokannya telah haus terjaga dari tidurnya. Kamar yang hanya ditempati oleh dua insan itu pun tampak sunyi dengan lampu kamar yang masih tamaran dengan cahaya diluar yang masih gelap. Arga mulai menurunkan kakinya kelantai dan mengambil minum dinakas yang tidak jauh dengan tempat tidurnya. Dia yang sedang menegak segelas air menyorotkan matanya melihat Tasha yang sedang tidur dengan selimut yang menutup seluruh tubuhnya disana. Ini adalah kali pertamanya Arga tidur satu kamar dengan seorang perempuan. Arga yang merasakan seperti kejantanannya beberapa hari ini tidak bisa terkontrolkan karena selalu melihat Tasha yang setiap hari bersamanya.
"S**l masih sepagi ini dia sudah menegang" Arga yang sudah tidak bisa menahan hasrat pada juniornya langsung menuju kamar mandi dan membanting pintu itu tidak sengaja dengan kerasnya.
__ADS_1
Tasha yang sudah menggeliatkan badannya mulai terjaga dari tidurnya yang mendengar suara pintu kamar mandi yang tertutup itu. Mata nya mulai terbuka dan menatap ranjang tempat tidur yang berada tepat diatas kepalanya sudah tidak berpenghuni.
Matanya yang sudah tidak bisa lagi terpejam membuatnya untuk bangkit dari sofa menuju ke jendela-jendela kaca disana dan membuka jendela itu sedikit. Hembusan angin laut menembus kewajahnya. Langit yang masih menampakan kegelapannya dengan cahaya bulan membulat dengan sinarnya semakin memanjakan mata Tasha.
"Tuhan, sungguh indah ciptaan-Mu" sambil tersenyum dan memejamkan matanya, Tasha menghirup udara segar itu yang seakan menghilangkan seluruh beban dihidupnya.
Arga yang sudah keluar dari kamar mandi dengan rambut yang sudah basah dengan menggunakan bathrobe yang dikenakannya, terkesiap melihat Tasha yang sudah berdiri tepat didepan jendela dengan memakai baju kaos yang over size, dan memakai celana boxer bewarnakan polos yang tidak terlihat karena baju yang dikenakan nya terlalu besar dan panjang.
"Ini masih terlalu pagi untuk membuka jendela. Langit juga belum berubah warna" Tasha yang masih menatap lautan membalikkan badannya dengan cepat menghadap Arga yang masih diambang pintu, dia melupakan jika memakai pakaian Arga.
"Om yang membangunkan tidurku" sambil berjalan tasha ingin mengambil selimut yang berada disofa sebelum Arga sadar jika pakaian yang dipakainya adalah pakaian milik Arga.
"Pindah lah ke ranjang, saya saja yang disofa" perintah Arga pada Tasha dan dengan senang hati Tasha langsung membaringkan tubuhnya lagi keatas ranjang itu karena sudah beberapa malam ini, dia selalu tidur diatas sofa yang telah membuat tubuhnya menjadi sakit.
*
Langit yang sudah beranjak bersinar dengan malu-malunya memperlihatkan cahayanya. Tasha yang tidak bisa kembali tertidur setelah bertukar tempat dengan Arga yang sudah disofa kini Tasha mulai membuka pintu dan duduk melantai dengan kaki yang kini telah menggantungkan kedua kakinya masuk kedalam air. Salah satu keistimewaan resort ini adalah menyatu dengan alam bebas. Kaki yang sudah bergantung didalam air itu di kelilingi oleh Ikan-ikan kecil yang silih berganti melewati tepat dikedua kakinya.
Tasha yang seakan menikmati hari nya selama berada di pulau yang telah disewa oleh sang ibu mertua membuatnya melupakan dan menghilangkan sedikit kepenatan yang ada dihidupnya. Tasha terus memainkan kakinya yang sudah tenggelam diair dan menyiramkan ke sekitarnya.
__ADS_1
Arga yang telah selesai dari benda pipihnya yang sebelumnya mencek pekerjaan yang ditinggalkannya, kini kembali menuju koper untuk mengganti bathrobe yang dikenakannya.
"Kemana ? apa aku lupa membawanya" Arga yang ingin mengenakan sebuah kaus yang dibawanya didalam koper itu mulai mengingat kaus dan boxer yang dikenakan Tasha saat ini, sama seperti miliknya. "Apa dia memiliki sama dengan ku" gumamnya sambil memastikan isi kopernya kembali.
"Tashaaaaaaaa" langkah besar Arga sudah mengarah ketempat Tasha sekarang. Masih dikejauhan Arga sudah menatap Tasha sangat tajam.
Tasha yang sudah mendengar suara jeritan Arga sudah pasti jika Arga telah mengetahui jika yang dikenakannya sekarang adalah miliknya. "S**l dia sudah sadar" gumamnya yang sudah berdiri dari tempatnya.
Arga yang sudah dihadapan Tasha mulai semakin mendekat padanya yang membuat Tasha semakin takut.
"Om mau apa" Arga semakin mendekat pada lengan Tasha yang membuat Tasha membulatkan matanya.
"Habis aku sekarang" gumamnya dalam hati, yang berpikiran Arga akan siap memaksanya.
"Ini baju saya. kenapa berani sekali anda memakainya bocah tengil" Arga yang mendekat kearah lengan baju yang dikenakan Tasha untuk memastikan parfum yang ada dibaju itu.
"Jika Nyonya Arga sudah berani memakai pakaian saya. Berarti Nyonya sudah siap berada dibawah tubuh saya" sambil tersenyum memiringkan bibirnya, langkah Arga semakin mendekat membuat Tasha semakin memundurkan tubuhnya kebelakang.
"Jangan coba-coba om tua. Itu tidak akan pernah terjadi. Saya tekankan itu tidak akan pernah terjadi" detak Jantung Tasha semakin kencang. Dia takut jika Arga benar-benar dengan ucapannya.
__ADS_1