Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
64. Beristirahatlah


__ADS_3

Arga yang masih berdiri jauh dari Tasha dan Denis kini membiarkan mereka melepaskan rindu yang mungkin akan lama untuk dapat bertemu kembali, dia sebisa mungkin untuk tidak cemburu karena sebelum kehadirannya di kehidupan Tasha, Denis lah yang terlebih dahulu mengenal istrinya dan menjaga istrinya sebelum dia. Dari raut wajah Denis yang terpantau darinya, jika Denis memang terlihat memiliki perasaan yang khusus dengan istrinya itu, namun Arga berbesar hati jika yang Tasha lakukan itu adalah semata-mata karena persahabatan.


'Tuhan terimakasih, begitu banyaknya seseorang yang Engkau singgahkan dikehidupan Natasha, tetapi Kau pilihkan aku untuk menjaganya lebih lama dari semua yang pernah kau pertemuakan dengannya' bathin Arga yang tidak menyangka sebuah pernikahan perjodohan yang didapatkan nya dengan mudah dan seiring berjalannya waktu kemudahan yang didapatnya berubah menjadi sebuah perjuangan untuk meleluhkan hati wanitanya kembali setelah meninggalkannya.


*


Satu jam berlalu setelah Tasha dan Arga meninggalkan Denis dikota yang menjadi kota kenangan perpisahan dan pembelajaran di antara Tasha dan juga Arga itu, yang akan selalu Tasha ingat di tempat itu lah yang menjadikan nya sebuah tempat persinggahanan nya untuk merenungkan dan memulai hal-hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya olehnya.


Manik Tasha selalu merekam setiap jalanan yang dilaluinya, yaitu mengulang kembali ingatannya dimalam penuh kehancuran yang dialami nya itu dengan deraian kucuraran air mata untuk dapat mengikhlaskan setiap keputusan yang diambilnya ketika sebuah angkutan umum menghantarkan nya sampai ketempat ini.


Tempat yang menjadi saksi betapa hancurnya dia waktu itu ketika dunia menjauhkan nya dengan orang-orang terdekatnya.


Sebuah mobil yang kini tengah melaju kencang membelah jalanan kota yang sedang membawa sepasang suami istri dengan penuh kebahagiaan yang dirasakan oleh mereka. Setelah jarak tempuh yang tidak terlalu jauh itu, kini mobil yang telah membawa mereka sampai di bandara di kota itu.


Dengan langkah kaki dari kedua nya yang beriringan ketika turun dari mobil yang membawa mereka, tidak sedikit pun Tasha yang berada disamping Arga melepaskan tangannya yang menyalipkan tangannya dilengansang suami.


Dengan pengawalan yang tidak banyak, dan hanya satu orang supir saja yang membawakan travel bag nya karena Tasha meminta pada Arga untuk tidak mengganngu mereka dan berhenti untuk menjaga mereka.

__ADS_1


Manik sorotan mata dengan raut kebahagian dari keduanya semakin terpancar setelah mereka sampai di tempat dimana sudah ditunggu oleh beberapa crew cabin yang berjajar tersenyum menunggu kedatangan mereka dengan sambutan pelayanan yang baik diberikan crew cabin di armada besi yang akan membawa mereka ketempat tujuan selanjutnya.


Tasha yang memflasback kembali beberapa bulan sebelumnya ketika dia berada diposisi ini, duduk bersebelahan di sebuah private jet besama dengan lelaki yang sama namun dengan rasa yang berbeda dihari kedua pernikahan mereka ketika mereka pergi kesalah satu pulau sebagai tempat honeymoon mereka yang disediakan oleh sang mertua.


Diawal pernikahan mereka banyak doa dan untaian harapan kedua orang tua mereka kepada pernikahan mereka dalam honeymoon mereka yaitu seorang cucu yang akan menambahkan kecerian mereka sebagai seorang kakek dan nenek, tetapi harapan kedua orang tua itu dan perjanjian antara Arga dan Tasha berbanding terbalik, mereka bahkan tidak melakukan hal-hal lebih yang membuat terjadinya sebuah hubungan serius didalamnya.


Pada waktu itu Tasha yang masih takut dengan Arga dan memilih untuk berjalan berada dibelakang Arga seperti sedang mengawal seorang atasan, dan bahkan untuk tidur saja pun Tasha tidak tenang karena keberadaan Arga yang masih dirasanya asing dikehidupannya pada waktu itu.


Kini moment-moment seperti itu lah yang menjadi kenangan awal mula perjalanan pernikahan mereka yang akan menjadikan sebuah cerita.


Private jet yang telah meninggalkan kota itu setelah lepas landas mengudara diatas dan menembus-nembus awan, kini Tasha yang telah menyandarkan kepalanya dibahu sang suami mulai memainkan kancing-kancing baju kemeja yang dipakai Arga.


Arga yang tadi nya disibuk kan dengan benda pipih ditangannya dan merasakan jika tangan Tasha kini meraba-raba di d**anya membuatnya meninggalkan aktifitasnya dan meletakkan benda itu diatas meja yang berada di depannya dan melingkarkan tangannya diperut sang istri.


"Mas tadi ngobrol apa dengan Denis?" dengan tatapan pertanyaan Tasha melihat kearah Arga dan sedikit mendungakan wajahnya.


Sebelum kepergian mereka tadi meninggalkan Denis, Denis juga mendatangi Arga yang telah menjadi suami sahabatnya itu, Denis yang baru pertama ini perhadapan langsung dengan Arga, yang dia tau juga Arga suami dari Tasha itu adalah orang yang tidak sembarangan dan disegani oleh para kalangan orang-orang bawah seperti dirinya. Dan tanpa sungkan nya dia banyak memberikan pesan pada Arga untuk selalu menjaga Tasha baik hati dan perasaan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Kenapa sayang?" Arga kembali menatap kearah sang istri sambil mengusap rambut Tasha yang sudah sangat lama tidak dilakukannya itu.


"Mas tidak marahkan jika aku tadi memeluk Denis?" sebenarnya Tasha ingin menanya kan sebuah pertanyaan yang masih mengganjal dalam hatinya dan sebenarnya dia juga tadi tidak mengetahui jika Arga berada dibelakangnya dan melihat dia dan juga Denis, jika pun Arga marah padanya itu memang lah sebuah kesalahannya dengan terang-terangan memeluk lelaki lain dihadapan suaminya.


Arga tersenyum mendengar perkataan Tasha, sekilas dia teringat kembali kepada Farhan yang membuat hubungan pernikahannya mereka dengan keegoisannya tidak mempercayai istrinya sendiri.


"Mas percaya pada mu sayang, kamu tidak akan berkhianat dengan mas" kecup Arga kening sang istri.


Tiba-tiba manik mata Tasha yang tadinya nya bersinar kini membasah, kebahagian yang diinginkannya kini kembali bersama dengan Arga. Tasha tidak ingin lagi memingat ataupun membahas tentang Farhan kembali, dan dia juga tidak ingin mengetahui keadaan Farhan setelah terakhir kali mereka bertemu dan berhasil mempora-porandakan pernikahan yang baru dibangun itu.


Arga yang tidak ingin lagi melihat kubangan air di bola mata sang istri , kini dengan lembutnya Arga mengambil tangan sang istri kemudian menciumi setiap jemari-jemari lentik dan berakhir melesetkan dibibir merah muda yang selalu menggodanya itu.


Tasha yang tadinya berada dibahu Arga, kini dengan refleks nya dia menyeimbangkan posisinya untuk membalas pagutan Arga yang tidak dapat dibohongi jika dia juga menikmati dan merindukan Arga yang selalu menyerangnya seperti ini.


Tangan Tasha yang telah liar disebalik punggung Arga meremas-meras kemeja sang suami tidak sadarnya dia lah yang menjadi aktif diciuman yang semakin memanas itu.


"Beristirahat lah sayang, karena setelah tempat yang kita tuju nanti telah sampai, kamu tidak akan bisa beristirahat dan akan menjadi hari yang melelahkan mu nantinya"

__ADS_1


__ADS_2