Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
41. Tidak Tega


__ADS_3

Arga dan Tasha yang baru selesai menonton dari bioskop, sebuah film pilihan Arga yang dipilihkan nya untuk mereka tonton itu adalah sebuah film horor yang membuat Tasha tidak mau melihat sepanjang film itu diputar. Tangan yang terus menutupi matanyanya sambil mengintip disebalik jari-jari tangannya.


Arga yang tadinya melihat eksperesi Tasha yang sangat takut itu tertawa geli atas tingkah Tasha yang terus tidak ingin melihat film yang telah dipesannya itu. Tanpa sepengetahuan dari Tasha, Arga juga mengambil moment Tasha yang sangat takut dari benda pipihnya. Sebuah fotonya dengan Tasha yang menutupi wajahnya dan membuka sedikit jari tangannya.


Kini Arga dan Tasha yang akan menuju ketempat mobil mereka yang terparkir, Tasha masih berada disamping Arga berjalan beriringan dengannya memperlihatkan wajah kesalnya seharian seperti dikerjain oleh Arga. Emosi yang masih terlihat itu namun tidak diutarakannya pada Arga menambahkan kekesalan yang belum tersalurkan itu.


Tasha yang sedari tadi diam tidak ingin berbicara ataupun membalas pertanyaan Arga, kini mereka telah sampai diappartement milik Arga. Tasha langsung menuju kekamarnya dan langsung mengkuncinya.


"Dasar om-om tua" Tasha yang masih terbayang-bayang film horor yang barusan saja ditontonnya itu membuatnya parno. Dilihatnya sekitar sudut ruangannya yang sudah dinyalakan lampu untuk menerangkan nya.


"Om dimana?" panggilan telpon Tasha pada Arga sambil mengintip dibalik pintu kamarnya kearah luar ruangan yang sudah sangat gelap.


"Saya di appartement saya. Baru pulang mengantarkan Tuan putri yang takut film horor"


"Om saya lagi tidak bercanda, om dimana?" Suara mengelas Tasha sudah terdengar sendu disebalik panggilan itu.


"Saya sudah mau tidur. Ada apa kamu menelpon saya bocah?"


"Om keluar sebentar"


"Ada apa? Saya sudah didepan kamar mu"


Tasha menarik nafasnya lega setelah suara Arga terdengar berada disebalik pintu kamarnya. Dia yang tadi sudah berdiri disamping pintu itu lalu membuka handel pintu berjalan pergi kekamar mandi setelah melihat Arga yang memang berada didepan kamarnya dan melewati Arga.


"Om jangan kemana-mana tetap disitu" Tasha yang sebelumnya sudah masuk kedalam kamar mandi, kini membukanya lagi sedikit pintunya untuk memberikan perintah pada Arga.


Tidak lama Tasha sudah keluar dari kamar mandi dengan Arga yang masih setia berdiri dan menyandarkan tubuhnya didinding didekat kamar Tasha dan menghadap kearah kamar mandi itu.


Tasha melampirkan senyumnya dengan Arga yang masih berada ditempat semulanya dan menunggunya sampai dia keluar.

__ADS_1


"Om aku takut sendiri malam ini" rengeknya sambil memegang tangan Arga yang masih berdiri disana.


'Kesalahan hari ini yang kau perbuat adalah kenapa kau memesan film horor padanya, yang akhirnya dia akan semakin bertingkah menyusahkan mu Arga' batinnya sambil menarik nafasnya berat dan mengusap mata yang sudah mengantuk itu.


"Tidurlah, aku akan menemanimu disofa itu" perintahnya pada Tasha dan berjalan kearah sofa yang berada tidak jauh dari kamar Tasha dan menuju sofa yang akan menjadi tempat tidurnya malam ini.


"Masuk lah. Jika kamu takut, pintu kamar mu jangan ditutup" Arga yang lebih dulu membaringkan tubuhnya disofa yang berada diruangan tengah itu dan mulai memejamnya matanya.


Tasha masih berada diambang pintu kamarnya, menatap Arga yang seperti kelelahan sambil memeluk bantalan sofa yang berada disana.


"Terimakasih om" ucapnya pada Arga sambil berjalan masuk kedalam kamarnya.


*


Arga yang sudah merasakan sakit disekujur tubuhnya dengan tubuh yang masih berada didalam selimut itu yang diberikan Tasha pada Arga pada saat Arga sudah tertidur lelap disofa dengan meringkukkan tubuhnya.


Aroma-aroma yang menyengatkan dihidungnya mulai membukakan matanya. Matahari disebalik jendela appartement yang sudah memancarkan cahayanya dengan tirai jendela yang sudah terbuka.


"Selamat pagi om" sapa Tasha yang sudah membawa hidangan makanan nya yang baru dibuatnya ke atas meja makan.


Arga yang mendengar suara Tasha dibelakang sofanya, membalikkan tubuhnya kearah dapur dengan tatapan yang masih berkunang-kunang.


Tasha yang telah menyajikan makanan yang telah dimasaknya itu dan melangkahkan kaki nya mendekat pada Arga yang masih terdiam.


"Om ayo kekamar mandi, cuci muka om. Lalu kita makan bersama" Tasha yang menduduki sofa disamping Arga menarik lengan Arga untuk membawanya kekamar mandi yang biasa digunakan Tasha.


Arga yang merasa bersalah karena semalam telah membuat Tasha habis-habisan dikerjain nya dari mulai berada dikantor sampai mereka berada di mall dengan film pilihannya itu.


"Saya minta maaf atas perbuatan saya kemarin pada mu" tatapan serius Arga yang dibalas dengan tatapan Tasha padanya.

__ADS_1


'Haaa... ini serius gak, om tua minta maaf, apa ada rencana lain' batin Tasha yang masih terduduk disamping Arga.


"Sudahlah om suami lupakan saja" ucap Tasha yang telah menggandeng tangan Arga membawanya kekamar mandi yang berada dekat dengan kamarnya.


"Selamat menikmati om tua" dengan senyuman sinis Tasha sudah menatap Arga masuk kedalam kamar mandi itu.


"Satu dua tiga em-"


"Natashaaaaa. Perihhhhh"


"Kabur" dengan cepatnya Tasha berlari masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu kamar itu.


Tasha yang tertawa mendengar jeritan Arga yang sudah merasakan perih dibagian wajah nya. Sebelumnya Tasha telah memasukkan perasan jeruk yang dicampurkannya kedalam sabun yang biasa dipakai Arga untuk pencuci wajahnya dan juga sebelumnya Tasha sudah mematikan kran air didalam kamar mandi itu.


Diluar sana, Arga sudah tidak lagi mengejar Tasha yang sudah masuk kedalam kamarnya itu, namun langkah Arga menuju kearah dapur mencari air dingin untuk menetralisir kembali wajahnya yang sudah perih dan memerahkan wajahnya.


Arga yang sudah mengambil air dingin itu kemudian memasukkan wajahnya kedalam wadah yang telah disediakannya, membuat rasa perihnya sedikit lebih berkurang dari pertama yang dirasakannya.


'Awas saja kamu ya bocah' batinnya sambil menenggelamkan wajahnya didalam air itu.


Setengah jam sudah berlalu, Tasha yang masih berada didalam kamarnya dan menunggu kemarahan Arga padanya, namun tidak ada didengarnya.


"Apa om itu tidak merasakan kemarahan dengan ku ya. Atau apa dia juga punya rencana lain untuk membalas dendam ?" Tasha yang sudah mondar-mandir didalam kamarnya dan sedikit mendekatkan telinganya kepintu, untuk mendengarkan suara Arga diluar sana.


Tasha yang tidak puas hanya menunggu kemarahan Arga itu dan sudah tidak sabar melihat eksperesi marah Arga padanya, kini dia telah membukakan sedikit pintu kamarnya dan mengintip kearah Arga yang sedang duduk diatas sofa dengan menekan-nekan kain basah kewajahnya.


Tasha yang awalnya puas dengan rencananya kini melihat Arga dengan sakit yang dirasakannya, lagi-lagi Tasha mulai tidak tega dengan kondisi wajah yang sudah menampakkan dari jauh warna kemerahan diwajahnya.


'Kenapa dengan ku. Apakah aku sudah mulai membuka hati buat om ini?' batin Tasha yang tidak percaya dengan perasaannya kini melangkah keluar dari kamarnya dan mendekat kearah Arga.

__ADS_1


"Om kenapa, apa yang terjadi ? Kenapa wajah om memerah seperti ini" ambil alih Tasha kain yang sedang ditangan Arga dan memilih duduk dekat disebelah Arga.


"Kasihan sekali suami ku sampai seperti ini" usapnya sambil menempelkan kain itu diwajah Arga.


__ADS_2