Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
60. Titik Terang


__ADS_3

Pancaran bulan telah menyinarkan kegelapannya, kini Tasha yang sudah berada dikosannya dengan kegiatan yang baru dilakukannya yang sangat jauh dilakukannya ketika dia masih berada diperusahaan yang menggunakan jasanya yang duduk didepan komputernya dengan tumpukan kertas dan menjalankan proyek-proyek dengan beberapa perusahaan, kini berbanding terbalik dengan pekerjaannya sekarang yang banyak menguras tenaganya. Ditemankan dengan kegelapan dan hembusan angin malam, kini Tasha yang telah terdudukan diteras kos-kosan itu sambil menikmati keindahan malam hari dikota itu.


Suasana disebuah kos-kosan yang tersusun dari huni oleh para pekerja yang juga sebagian besar adalah seorang perantau yang dari berbagai pulau dan dengan jalan cerita yang berbeda.


Tasha yang masih terpaku ditempatnya mengulang kembali memori ketika bersama dengan Arga. Rasa bahagia yang dirasakannya hingga rasa sakit kecewanya membuat dia tidak bisa melupakan sosok yang amat dirindukan.


Rasa kelelahannya pada saat itu yang menghantarkannya ditempat ini bukanlah karena sebuah kekerasan fisik yang dirasakan bersama dengan lelaki itu, namun dengan sikap diam dan tidak menganggap keberadaannya atas perlakuan Arga padanya yang tidak mempercayainya hingga keputusan yang diambilnya untuk meninggalkan Arga.


"Mas aku rindu. Apakah disana kamu juga merindukan ku?" Suara yang sudah bernada serak Tasha sudah tidak ingin lagi mengeluarkan air matanya. Dia mencoba untuk bisa tegar atas keputusan yang diambilnya saat ini.


Manik Tasha masih menatap kearah cincin yang sengaja disimpannya untuk menepiskan rasa kerinduannya pada Arga yang masih dicintainya. Sebuah benda yang dulunya selalu melingkar dijari manisnya, kini disimpannya rapi didalam lemari kosnya. Tasha tidak menggunakan cincin itu lagi, setelah dia berada dikota yang ditempatinya sekarang ini.


"Mas sekarang aku sendiri. Aku tidak ada teman disini. Aku tau ini sangat menyiksaku, tapi aku tidak tau apakah ini akan membahagiakan mu dan membebaskan mu untuk bersama dengan yang lain" gumam Tasha sendirian dengan kedua kaki yang sudah ditekukkannya.


"Aku hanya ada cincin dan foto-foto kita yang bisa aku kenang mas" hikss Tasha yang biasanya kuat untuk menahan air matanya kini sudah tidak lagi bisa ditahannya, putaran-putaran ingatannya kembali disaat bersama dengan Arga selalu melintas dipikirannya.


"Kenapa kamu tidak mempercayai aku mas, aku benci itu"


Dengan manik yang sudah membasah dan mengaliri kedua pipinya dibawah rembulan yang menenangkan hatinya, kini Tasha mulai untuk menata menyembuhkan hati yang masih terasa sakit itu.


**


Waktu berputar maju, setelah terakhir pertemuan Tasha dan Denis, Tasha kini tidak lagi bertugas untuk melayani pelanggan, Tasha memohon pada sang pemilik rumah makan itu untuk menempatkannya didapur ataupun tempat pencucian piring. Ini dilakukannya agar dia tidak lagi bertemu dengan Denis yang diyakini nya pasti akan menemuinya kembali.

__ADS_1


Masih terlalu pagi Tasha sudah berangkat ketempat kerjanya, dengan berjalan kaki dan beralas sendal andalannya, dia mengayunkan langkahnya sendirian dipagi yang masih dingin itu.


"Hai" seseorang yang ternyata telah mengikutinya yang tidak sengaja dilihatnya berjalan kaki didepannya.


Tasha mencari suara yang begitu tidak terlalu jauh darinya yaitu Denis sahabatnya.


Tasha tidak menjawab sapaan dari Denis, dia tetap melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukan keberadaan Denis yang terus mengikutinya.


"Saya boleh berkenalan dengan kamu" ucap Denis yang masih ragu-ragu mendekat dengan wanita itu.


"Nama saya Agatha" sambung Tasha yang dengan singkatnya menjawab, takut jika Denis juga akan mencurigainya.


"Agatha? Perkenalkan nama saya Denis" uluran tangan Denis yang kini sudah menyamakan posisi berjalan mereka.


"Hemm saya boleh berteman dengan mu"


"Disini saya ingin bekerja Tuan, bukan untuk mencari teman, maaf" langkah Tasha semakin melebar dia tidak ingin berlama-lama bersama Denis, dia takut akan mencurahkan semua isi dihatinya karena dari dulu Denis adalah tempat pengaduannya.


Denis yang telah ditinggal Tasha kini tetap berjalan walaupun langkahnya sekarang tidak lagi menyeimbangkan langkah Tasha yang sudah berada didepannya.


"Kamu sangat mirip dengan wanita yang sampai sekarang saya cintai" ucap Denis yang menatap punggung Tasha, walaupun posisi mereka berjarak namun masih bisa didengar Tasha penuturan Denis itu.


Ucapan yang Denis sampaikan itu, tembus kedalam d**anya. Rasa sesak yang tiba-tiba dirasakannya membuat sakit dititik denyut jantungnya.

__ADS_1


'Kebenaran apa lagi ini yang terungkap' Tasha terus memfokuskan jalannya tanpa menoleh lagi kebelakang.


*


Pagi hari dengan cuaca yang masih gelap dengan cuaca yang hujan, Arga masih berada didalam kamarnya berasa malas untuk kekantor ataupun melakukan aktifitasnya karena urusan kantornya telah dijalankan oleh Joe yang dipercayainya untuk melanjutkan perusahaannya selama dia dalam proses pencarian Tasha sebelum dia menemukan sang istri.


Benda pipih yang dari tadinya berdering kini membangunkan Arga dari tidurnya.


"Ya. Apa Joe ? Persiapkan penerbangan saya" sebuah panggilan yang telah terputus dari Joe yang membuatnya kembali menambahkan energi atas informasi yang diberikan Joe padanya.


Raut wajah yang sudah lama tidak memancarkan kebahagian kini Arga dengan cepatnya keluar dari kamar mandinya dan langsung bersiap untuk melakukan penerbangannya saat ini juga.


"Tunggu aku disana sayang" Arga yang sudah buru-buru tidak sabar ingin bertemu dengan Tasha yang sangat dirindukannya itu setelah sekarang dia mengetahui keberadaan sang istri.


Arga yang sudah berada disebuah mobil yang akan mengantarkan nya ke Airport, membuatnya semakin tidak tenang karena perjalan yang dirasakannya begitu memakan waktunya. Seperti biasa dijam-jam kantor seperti ini jalan yang akan dilalui juga akan macat dan menguras waktu yang akan ditempuhnya dalam perjalannya nanti.


Selang beberapa waktu berlalu, Arga kini telah sampai disebuah bandara dengan armada besi yang telah menunggu kedatangannya. Joe yang juga sudah sampai ditempat itu menunggu kedatangan Arga memberi hormat pada sang atasan.


"Joe saya serahkan seluruh kepercayaan saya pada mu. Kendalikan perusahaan-perusahaan saya selama saya tidak berada disini. Saya yakin kamu bisa menjalankan tugas kamu dengan baik" ucap Arga sambil menepuk punggung assistennya yang sudah sangat lama dipekerjakannya itu.


"Baik Tuan, saya akan menjalankan kepercayaan Anda dengan sebaiknya. Semoga Tuan dan Nyonya Tasha segera bertemu. Saya yakin Nyonya Tasha akan kembali lagi dengan Tuan" Joe yang masih mengikuti langkah bosnya itu untuk melepas penerbangan sang atasan.


"Tuan maaf sebelumnya jika saya lancang. Saya harap agar Tuan bisa memberikan keyakinan dan kepercayaan pada Nyonya agar Tuan dapat lagi meluluhkan hati Nyonya. Nyonya Tasha sangat mencintai Tuan" ucap Joe yang beberapa waktu lalu tidak tega melihat Tasha yang merasa tertekan ketika dia yang menjadi supir pribadi istri bosnya itu.

__ADS_1


__ADS_2