
Farhan yang telah mendekatkan dirinya pada Tasha kini mendekatkan juga wajahnya dengan wanita yang berada dihadapannya. Rasa takut yang telah menjalari tubuh kaku Tasha atas sikap Farhan yang telah seperti kehilangan kewarasaannya.
"Tolongggg-tolongggg siapapun yang berada diluar, tolong saya" Tasha mengarahkan wajahnya menatap kearah luar jendela yang ada diruangan itu untuk meminta bantuan pada seseorang yang mungkin saja berada disekitaran luar dan dapat membantunya. Walaupun yang Tasha tau dari arah jendela yang dilihatnya tempat itu hanya lah dikelilingi oleh pepohonan tinggi.
"Sayang, kamu percuma meminta tolong disini, karena tempat ini hanya ada vila ini saja, dan tidak ada penduduk yang akan berada didaerah ini. Jadi kita nikmati saja diatas ranjang berdua karena ditempat ini tidak akan ada yang dapat mengganggu kita" bisiknya tepat ditelinga Tasha yang terasa menggelikan dengan nafas Farhan yang sudah terdengar mendesah itu.
Para orang-orang suruhan dari Arga yang baru saja sampai dilokasi itu, yang diawasi oleh banyaknya para pengawalan ditempat itu melihat kearah jendela tepat dilantai dua mansion itu seorang wanita yang sedang meminta tolong namun semakin lama suara itu semakin menghilang.
Suara-suara tembakan demi tembakan sudah mengudara baik diluar halaman mansion maupun berada didalam mansion yang masih diambang pintu masuk, satu persatu para pengawal yang berjaga dimansion milik keluarga Siska itu telah terkapar karena tembakan yang sudah mempora-porandakan tempat itu dengan serangan tiba-tiba yang diberikan orang-orang suruhan Arga.
Tidak butuh banyak tenaga dan hanya hitungan menit saja para orang-orang suruhan Arga berhasil masuk kedalam mansion tanpa perlawanan.
Sebuah Mobil BMW metallic grey dengan kecepatan laju yang membawa Arga dan juga rombongannya kini telah sampai di halaman mansion milik keluarga Siska istri dari Farhan. Arga yang baru saja tiba langsung keluar cepat dari mobilnya dan melihat banyaknya jasad yang telah tidak lagi bernyawa terkapar diberbagai sudut penjagaan mansion itu.
Arga dengan pikiran yang tidak beres ditempat ini sehingga dia dan para pengawal-pengawalnya yang baru saja tiba langsung masuk dan menerobos para pengawalan Farhan yang ada ditempat ini. Rasa sesak yang tiba-tiba menyerang d**anya mengingat Tasha yang sudah tidak dalam kondisi baik-baik saja kini mengambil sebuah pistol yang dibawanya sebelum dia keluar dari mobilnya.
Suara tembakan terus bersahut-sahutan didalam vila yang berada ditengah-tengah hutan itu dengan saling pertahanan yang dilakukan oleh kedua kubu tersebut.
__ADS_1
Arga tidak tau lagi apa yang sedang dilakukan Farhan terhadap Tasha kini, tanpa Arga sadari seseorang telah membidik tepat dibagian jantung Arga untuk meloloskan tembakan pelurunya.
Dorrrrrrr
Suara tembakan itu telah mengudara, Joe yang sebelumnya telah melihat seseorang mengarahkan sebuah pelurunya tepat pada Arga, kini dengan sigapnya dia mempercepat gerakan sebuah pelurunya tepat pada pengawal yang akan melakukan penembakan pada Arga bosnya itu.
Arga yang mendengar suara tembakan yang begitu dekatnya, kini melihat kearah Joe yang masih memegang pistol dikedua tangannya dengan mata yang masih membidik kearah pengawal yang juga membawa pistol itu, kini sudah terjatuh melantai diruangan yang sudah berantakan.
"Tuan terus berjalan kelantai dua, karena Nyonya Tasha berada diruangan privasi diatas sana. Dan selalu berhati-hati Tuan, karena kita tidak tau ada dimana saja para pengawal-pengawal Farhan yang tersembunyi ditempat ini untuk memantau kita"
"Joe terima kasih" ucap Arga yang kini telah berlalu dan meninggalkan Joe dengan langkah besarnya dan sedikit berlari.
Para orang-orang suruhan Arga yang sedang beradu tembakan dengan para pengawal milik Farhan, kini juga memberikan jalan untuk Arga dan mengamankannya agar bos mereka bisa cepat sampai kelantai atas tanpa mendapatkan serangan-serangan tembakan yang diberikan oleh pengawal Farhan.
Para pengawal yang berada dilantai dua itu yang mengetahui jika tempat mereka telah dikepung, kini mereka berjaga-jaga tepat didepan pintu masuk kekamar yang sedang berada Farhan dan juga Tasha didalamnya, mulai mengeluarkan pistol mereka untuk menjaga keselamatan sang bos yang belum mengetahui jika mansion mereka sedang diserang.
Langkah kaki Arga yang telah mengantarkannya sampai dilantai yang menjadi tujuannya saat ini yaitu dilantai dimana Tasha yang sedang disandera oleh Farhan dan orang-orang suruhannya itu.
__ADS_1
Tembakan yang dilakukkan Arga, Joe dan juga beberapa orang yang ikut menjaga keselamatan Arga kini telah menepatkan sasaran mereka pada beberapa pengawal yang bertugas didepan pintu kamar itu.
Para anggota dari Arga yang langsung sigapnya kini telah menangkap dan mengambil pistol milik kedua penjaga yang berada tepat didepan masuk kamar yang masih tertutup rapat dan menyekap kedua tangannya agar membatasi perlawanan nya.
Langkah Arga mendekat pada kedua orang yang telah ditahan oleh orang-orangnya dan tidak dapat lagi memberikan perlawan pada mereka.
"Buka kan pintunya" suara lantang dan tatapan Arga mengarah pada para pengawal yang menjadi tujuannya untuk masuk kedalam ruangan yang masih terkunci itu yang sudah pasti Tasha berada didalamnya.
Tidak menunggu berlama lagi, Arga yang sudah tidak tenangnya kini mengambil kunci kamar yang berada didalam kantong celana salah satu pengawal itu, kini langsung membuka pintu yang menjadi sasaran berikutnya untuk keruangan itu.
"Tasha" Arga shock melihat Farhan yang telah membuka seluruh pakaian Tasha yang telah dirobeknya terlihat jelas dilantai tepat dihadapannya dan Farhan yang telah menindih tubuh mungil istrinya diatasnya yang juga sudah melepaskan pakaian ditubuhnya dan hanya menyisakan celana kantornya yang masih terpasang ditubuh Farhan.
Tasha yang terus menangis sejadi-jadinya sambil menarik selimut yang ada diranjang itu untuk menutupi tubuhnya yang hanya tinggal pakaian dalamnya saja. Dia tidak kuat lagi menatap Arga yang telah sampai dihadapannya dan melihat kondisinya yang menjijikan itu.
"Selamat datang Tuan Arga telah sampai ditempat saya. Wah, saya terlambat untuk menyambut kedatangan Anda Tuan" Farhan sambil tersenyum sinisnya menatap kearah Arga yang masih berada dipintu itu.
"B******n" Arga mengarahkan pistol yang dibawanya tadi tepat di kepala Farhan dan siap membidiknya untuk melepaskan sebuah tembakan.
__ADS_1
Senyuman merekah dari sudut bibirnya, Farhan yang sangat puas dengan ekspresi raut wajah Arga yang sudah memanas dengan sebuah rencana licik yang berjalan dengan lancar, Farhan yang sengaja menculik Tasha diwaktu Arga sedang menjalankan sebuah kunjungan kerjanya dari seluruh penjuru Negeri yang melibatkan pembisnis-pembisnis sukses yang salah satunya termasuk Arga, diwaktu yang tepat itu lah Farhan menjalankan aksi niat jahatnya untuk membuat kesalah pahaman diantara hubungan pernikahan Tasha dan juga Arga.