Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
45. Kepergian


__ADS_3

Beberapa hari berlalu dari kedatangan sang mama ke appartement Arga dan Tasha juga kini sudah memberanikan dirinya untuk pindah ke kamar milik Arga itu, dan kini Tasha harus merasakan kesendiriannya kembali setelah ditinggal Arga untuk pergi ke Italia yang akan melakukan kunjungan kerjanya dari berbagai pengusaha dipenjuru Dunia.


Tasha yang sekarang berada dikediaman sang orang tua selama kepergian Arga dengan senang hatinya Erik dan Lita menerima Tasha yang dititipkan Arga pada mereka sebelum keberangkatannya.


Tasha memilih untuk tinggal dirumah orang tuanya karena selama dia menikah, dia sudah sangat jarang berkunjung kekediaman sang orang tua karena kesibukan bekerja, baik itu Tasha dan juga Arga yang memiliki sedikit waktu untuk berkunjung kerumah Erik sang orang tua maupun kerumah Herni sang mertua.


*


Ditempat lain Arga yang sibuk dengan berkas dan harus melakukan pertemuan setiap harinya menambah kesibukan yang dijalaninya setelah beberapa hari sudah berada di Negara Italia yang berjulukan Negeri Sepatu Boots itu dengan membawakan Joe sebagai kawalannya.


Selama Arga berada disana, dia tidak pernah menghubungi dan memberikan kabar pada Tasha yang telah membaik selayaknya suami istri dalam pernikahan pada umumnya. Bukan Arga tidak mengingat keberadaan Tasha yang sekarang telah menjadi istrinya, tapi karena pekerjaan yang bahkan dari sangat pagi hingga larut malam membuatnya tidak sempat untuk memegang benda pipihnya itu dan dia hanya mendapatkan waktu istirahat hanya 2 jam saja.


Waktu yang sudah menunjukkan jam 3 pagi dengan Arga yang sudah menyandarkan kepalanya dijok mobil penumpang yang berada dibelakang sedangkan Joe yang duduk didepan disamping pengemudi mobil itu.


"Joe tolong cek email masuk yang dikirimkan pak Bambang yang telah melakukan revisi kerjasamanya dengan perusahaannya" perintah Arga pada Joe yang masih berada didalam mobil yang mengantar mereka menuju ke hotel yang mereka tempati selama mereka berada disana. Arga yang sudah menyandarkan tubuhnya kini menutupkan matanya didalam mobil yang telah merasakan kelelahannya disekujur tubuhnya.


**


Sudah 5 hari dari kepergian Arga meninggalkannya yang kini masih berada dikediaman sang orang tua, Tasha mulai mempersiapkan dirinya untuk bekerja seperti biasanya. Sebuah kerjasama yang dilakukannya dengan perusahaan milik Arga itu sukses dan berjalan sesuai dengan rencana yang diinginkan, kini Tasha memiliki waktu lenggang yang diberikan Marta sang atasannya karena keberhasilannya dalam pekerjaan yang menjadikan Tasha sebagai penanggung jawab didalam kerjasama itu.


"Selamat pagi ma pa" sapa Tasha pada kedua orang tuanya yang seperti biasa sebelum sang papa berangkat untuk kekantornya mereka selalu menyempatkan diri untuk sarapan bersama. Apalagi setelah kedua putri mereka memiliki keluarga sendiri, mereka semakin merasakan kesepian yang dirasakan setelah melepas putri-putri mereka bersama dengan suami mereka masing-masing.


"Pagi sayang, mari kita makan bersama" sahut sang papa pada putri yang paling dijaga hatinya itu setelah menjalani berbagai rintangan yang dihadapi sang putri.

__ADS_1


Tasha mendorong bangku tepat disebelah sang papa dan memakan sarapan yang telah dibuat oleh sang mama dan juga pembantu mereka.


"Ma maaf ya ma, tidak membantu mama didapur" ucap Tasha yang melihat kearah Lita sang mama dan menyantap makanan nasi goreng yang telah tersedia itu.


"Tidak masalah sayang. Oh iya sekarang kakak sudah berubah ya. Kalau dulu ya tinggal makanan aja apa yang ada disediakan, kalau sekarang minta maaf dulu karena tidak membantu. Tasha sering memasakkan makanan buat Arga kan sayang?" Tasha yang tersedak mendengarkan penuturan sang mama pada nya itu mulai meminum segelas airnya dan melampirkan sebuah senyuman pada sang mama.


Tasha dan Arga yang baru beberapa hari ini menurunkan bendera keangkuhan masing-masing dan merobohkan tembok yang menjadi dinding perdebatan yang sering mereka lakukan selama pernikahan mereka, dan kini setelah semuanya berlalu Tasha harus ditinggal pergi Arga yang melakukan sebuah pekerjaan diluar Negeri itu.


"Hemm iya ma, cuma sebatas yang mudah-mudah saja. Dan om Arga juga tidak minta makanan yang aneh-aneh yang tidak kakak tau ma"


"Sha, kenapa masih panggil om sih. Arga kan sudah menjadi suami kakak, gak boleh terus-terusan panggil om" tatap sang mama pada putri nya yang berada didepannya itu.


"Iya ma maaf, kakak masih belum terbiasa ma"


"Oh iya Sha, bagaimana kabar keadaan Arga disana?" tanya Erik pada Tasha yang sudah menyelesaikan sarapannya.


"Tidak bisa dihubungi pa. 4 hari yang lalu, Tasha mendapat pesan dari Joe assisten mas Arga jika dia sangat sibuk dan bahkan sampai larut malam pulang dari pekerjaan yang sedang dijalani mereka pa" ucap Tasha sambil menatap wajah sang papa.


"Baik lah, mungkin dia juga tidak sempat untuk memberi kabar karena kesibukannya yang begitu padat" Erik mengambil tisu disebelah pinggir meja makan dan membersihkan bibirnya setelah menyelesaikan sarapannya.


"Sha, kamu mau berangkat kerja dengan papa?" ajak sang papa pada putrinya yang juga ingin pergi kekantornya itu.


"Pa, kakak pergi bawa mobil sendiri aja ya pa. Oh iya ma, kakak nanti malam sedikit terlambat pulangnya ma, karena ada pekerjaan yang harus kakak selesaikan"

__ADS_1


"Kak, jangan dipaksa kali bekerja itu kak. Tidak baik juga buat kesehatan kakak, apalagi kakak perempuan banyak yang harus dijaga dalam kesehatan kakak" pesan sang mama pada putrinya, walaupun Tasha dan Dewi sang adik sudah berumah tangga dan memiliki kehidupan yang baru sekarang, tapi Lita sang mama selalu memberi pesan ataupun hanya sekedar mengingat kan pada kedua putrinya itu.


"Iya ma, setelah kakak menikah juga baru ini pulang telat ma. Maaf ya ma. Mama dan papa tidak perlu mencemaskan kakak, kakak akan baik-baik aja kok ma"


Tasha kini berdiri dan mendekat pada sang mama yang disayanginya itu.


"Ma, kakak pergi dulu ya ma" kecupnya pada kedua pipi sang mama dan berjalan beriringan dengan sang papa yang juga akan pergi kekantor perusahaan milik keluarga mereka.


Didalam mobil miliknya, kini Tasha telah fokus dalam kemudi nya. Membelah jalanan yang belum begitu macat dan masih senggang.


"Ya" panggilan yang telah diterima Tasha melalui sebuah handsfree nya yang telah terpasang itu.


"Sayang jawab videocall nya. Mas merindukan mu" suara yang sangat dirindukan Tasha kini telah didengarnya kembali. Tasha tersenyum lebar didalam mobilnya itu setelah seseorang yang dinantinya kini meluangkan waktu untuk menghubunginya.


"Aku lagi di jalan mas, lagi nyetir" ucap Tasha yang sedikit menolak Arga.


"Baik. Maaf kan mas yang baru bisa menghubungi mu" dengan suara Arga yang terdengar sudah mengantuk dan lelah itu.


"Tidak masalah mas. Oh iya, mas ini baru pulang kerja ya?" Tasha yang merasakan kasihan dengan Arga yang harus menghubunginya dengan waktu disana yang menunjukkan jam 3 pagi namun Arga belum juga tidur.


"Mas baru bisa pulang ke Indonesia satu minggu lagi. Maaf kan mas tidak bisa pulang lebih awal dari yang telah mas janjikan padamu"


Tasha yang sebenarnya kesal mendengarkan jika Arga akan pulang 1 minggu lagi yang membuatnya harus menunggu lama itu untuk bertemu lagi dengan lelaki yang kini telah menjadi suami yang dicintainya, tapi Tasha harus menghilangkan egonya jika yang Arga lakukan sekarang adalah untuk kebaikan semua orang yang Arga sayangi.

__ADS_1


__ADS_2