Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
37. Pembalasan Dendam


__ADS_3

Arga dan Tasha yang telah berjabatan tangan dan saling menyapa para pengusaha-pengusaha yang berada disana, duduk ditempat yang sama juga dengan mereka. Tasha yang sedari tadi hanya besikap biasa saja dihadapan Farhan menambah kekesalan pada dirinya. Tasha tidak menegurnya atau pun bebasa-basi padanya seolah dia tidak mengenal Farhan sama sekali seperti orang asing kini baginya.


Selama Tasha berada disamping Arga, Tasha selalu memperlihatkan pada Farhan jika hidupnya kini sudah berubah dan dapat berbahagia walaupun tidak bersamanya kini. Tasha mulai menunjukan kemesraannya dengan Arga dan sesekali dia juga memperlakukan Arga dan bersikap layaknya pasangan yang berbahagia. Tangan yang terus tidak lepasnya dari genggaman Tasha semakin menambahkan bara api di d**a Farhan.


'Jika saya tidak bisa memilikimu, siapa pun juga tidak akan bisa bersama denganmu Tasha' batin Farhan yang sudah menampakkan rahang menengangnya melihat Tasha yang begitu bahagianya bersama dengan Arga kini.


Arga yang sudah merasakan aneh dengan sikap Tasha yang tiba-tiba berubah itu hanya mengikuti sandiwara yang dilakukannya seperti berlebihan. Dia berpikir jika yang dilakukan Tasha ini adalah semata-mata ingin memperlihatkan pada kolega-koleganya keharmonisan rumah tangga mereka.


Arga tidak mengetahui dan tidak begitu mengenal pengusaha-pengusaha yang sekarang bersamanya karena perusahaan mereka sedang berkembang sehingga Arga tidak mengenal mereka, hanyalah pak Fian yang dikenalnya dari semua pengusaha yang ada bersamanya kini. Termasuk dengan Farhan, Farhan adalah seorang pengusaha baru yang nama nya belum bersinar dikalangan para pembisnis-pembisnis besar seperti Arga.


Begitu juga dengan hubungan Tasha dan Farhan, Arga tidak mengetahui jika Farhan adalah seseorang yang pernah diceritakan oleh orang tua Tasha tentang dirinya yang pernah meninggalkan Tasha sehingga membuat Tasha mengalami frustasi hingga satu bulan lamanya.


Tasha yang terus berakting didepan Farhan sudah menampakan kegelisahannya. Farhan yang sudah tidak tahan dengan sikap Tasha pada Arga semakin membuatnya muak yang berada dihadapannya.


"Baik Pak Fian, saya permisi dulu karena ingin memberikan ucapan pada yang sedang berbahagia dalam acara ini" senyumnya pada Fian yang telah bangkit dari duduknya disusul dengan bangkitnya Tasha untuk mengikuti Arga.

__ADS_1


"Sekali lagi maaf kan saya tidak hadir dihari bahagia anda Tuan Arga. Oh iya saya doakan semoga secepatnya mendapatkan momongan Tuan dan Nyonya Arga" jabatan tangan Fian pada Arga yang telah disambutnya itu. Wajah ramah Arga yang tadi nya sudah terpancar kini telah pudar karena shock mendengarkan penuturan doa oleh rekan bisnisnya ini. Tidak hanya Arga yang dibuat shock mendengar ucapan salah seorang yang sangat mengenal Arga itu, tapi Tasha dan juga Farhan dibuat shock atas penuturan itu.


"Terimakasih pak Fian atas doa anda pada kami, kami juga sekarang sedang berusaha dan juga sedang melakukan program-program kehamilan agar istri saya bisa segera hamil" usap Arga punggung Tasha dengan lembutnya dan mencium kening Tasha. Fian yang melihat keharmonisan pengantin baru itu hanya tersenyum.


Kini Tasha yang masih berada disebelah Arga, menatap Arga dengan senyuman bahagia seakan diperlakukan baik dengan Arga walaupun ini adalah sebuah sandiwara yang mereka lakukan.


Seperti mendapatkan angin segar, Tasha yang sudah bisa tertawa didalam hatinya seakan pembalasan dendamnya sudah lebih cukup terbalaskan itu.


'Kamu lihat lelaki p********t, kamu pikir aku akan berlama-lama terpuruk setelah kamu tinggal menikah dengan wanita pilihan mu yaitu mantan pacar b******k mu itu. Kamu pikir aku akan terus meratapi dan mengharapakanmu setelah aku sadar kau tidak akan pernah kembali dengan ku lagi. Walaupun ini semua hanya sandiwara yang aku dan om lakukan. Tapi setelah melihat ekspresi mu seperti sekarang ini, rasanya aku puas membalaskan dendam ku lelaki b******n' senyum sinis nya telah terpancar diraut wajahnya yang cantik itu seperti memenangkan pembalasan dendamnya itu.


*


Arga dan Tasha yang sudah memasuki mobil bersamaan dengan helaan nafas lega dari masing-masing mereka. Arga yang sudah dibuat pusing dengan hari nya ini masih berada didepan string mobilnya belum menjalankan mobil itu dan masih menatap banyaknya mobil-mobil yang masih terpakir disana.


Begitu juga dengan Tasha yang tidak sengaja bertemu dengan Farhan ditempat yang tidak terpikirkannya akan bertemu disana, menambahkan kegundahannya. Rasa yang tadi dipikirnya sebuah pembalasan dendam yang terbayarkan nyatanya tidak benar. Semakin dia melakukan hal gila nya pada Arga, semakin sakit hatinya mengingat flashback nya kembali kebelakang yang belum bisa melupakan hari-hari terberatnya itu. Tasha yang tidak ingin lagi mengingat atau pun mengenang semua kejadian dimasa lampau, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa rasa sakitnya yang lebih besar dari pada pembalasan dendam yang hanya sedikit dilakukannya itu.

__ADS_1


"Terimakasih telah membantu saja didepan rekan-rekan bisnis saya" ucap Arga tanpa melihat kearah Tasha yang berada dibangku penumpang tepat disebelahnya itu.


Tasha yang masih terpaku menatap kearah luar parkiran yang masih menerawangkan pikirannya yang sudah kacau itu. Hati yang sudah bergejolak dan mata coklat yang sudah dipenuhi oleh kubangan air mata tidak dapat lagi dibendung. Tasha mencurahkan seluruh isi hatinya masih terpaku menangis tanpa besuara.


Tasha mulai menjatuhkan tubuhkan kepundak Arga sudah menderaikan air matanya dan tersingguk atas tangisnya. Arga yang masih terpaku dan terperangah mendapatkan Tasha yang telah menangis tidak tau kenapa itu hanya berkerut dahi. Dia terus menggerutu atas apa yang telah dia lakukan pada Tasha sehingga dia menangis yang seakan dirasanya sakit itu.


Tasha yang terus memeluk tubuh kekar Arga dari samping melepaskan semua yang bergejolak did**a nya yang tidak dapat ditahannya lagi.


Arga yang hanya terpaku, membiarkan Tasha untuk menenangkan perasaannya. Arga yang seperti bersalah yang dipikirkan nya adalah Tasha merasa terbebani oleh sandiwara yang mereka lakukan beberapa jam lalu. Tangan Arga mulai mengusap punggung Tasha dengan lembut dan rasa bersalahnya.


"Maaf kan saya jika membuat mu tertekan" ucap Arga dengan nada bersalahnya.


"Om biarkan saya menangis untuk terakhir kalinya, saya janji ini adalah tangisan saya yang terakhir untuk dia dihadapan om" tatapan Tasha yang telah mendungakan wajahnya masih berada dalam pelukan Arga.


"Dia ada disana? Apakah saya mengenalnya?" pertanyaan bertubi-tubi yang dilontarkan Arga dengan rahang yang sudah menegang.

__ADS_1


"Om tolong, om janji pada saya tidak mencari tau tentang dia siapa. Saya juga akan berjanji pada om, ini adalah tangisan saya terakhir atas perbuatannya yang pernah dilakukannya pada saya"


__ADS_2