Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
86. Ngidam


__ADS_3

"Aku ingin makan nasi goreng mas" ucap Tasha yang tiba-tiba saja menginginkan memakan makanan seperti nenasian itu.


"Hem baik lah sayang. Kamu menginginkannya?" Arga langsung melepaskan tubuhnya dari tubuh istrinya itu karena ketika Tasha mengucapkan jika dia sedang ingin mengidamkan sesuatu makanan yang diinginkan nya seketika itu juga benda miliknya tidak lagi bersemangat.


"Ya, tiba-tiba saja aku membayangkan sedang memakan nasi goreng itu, mungkin nikmat" ucap Tasha sambil menelan salivanya yang terlihat memang sedang lapar.


Arga yang telah turun dari ranjang milik mereka itu langsung memakai pakaiannya kembali dan sebelumnya memberikan selimut untuk menutupi tubuh sang istri dan mendaratkan sebuah kecupan pada Tasha dan pergi mengambil kunci mobilnya diatas nakas diruangan itu.


"Mas" ujar Tasha mengambil kembali tangan suaminya itu ketika ingin pergi meninggalkan nya.


"Ya sayang, ada lagi yang ingin kamu makan?" Ujar Arga kembali melihat kearah istrinya.


"Mas mau kemana membawa kunci mobil?" tanya Tasha yang sudah bangkit dari pembaringannya itu.


"Hemm mau kemana? Sesuai keingin kamu sayang, mas mau membelikan makanan yang kamu inginkan bukan" balas Arga penuh pertanyaan atas ucapan sang istri.


"Aku tidak membilang ingin makanan dari Mamang nasi goreng, tapi A-aku sebenarnya ingin mas yang masakin makanan itu dirumah ini mas" ucap Tasha yang bernadakan dengan nada gugupnya.


Arga langsung terpaku ditempatnya menatap sang istri yang masih berada diranjang itu yang juga sedang menatapnya. Bagaimana sang istri menyuruhnya untuk memasak makanan yang sedang diinginkan nya itu. Tasha juga tau jika kemarin masakan yang dibuatnya itu tidak enak dan dia juga mengetahui suaminya itu juga tidak tau masak, bahkan masih dapat tergambarkannya dalam ingatannya itu masakan pertama kali yang dimasaknya saja Tasha mual dan muntah setelah memakan masakannya.


Bagaimana bisa dia kembali lagi untuk kedapur dan membuatkan makanan yang diminta sang istri, sekarang bukan hanya untuk Tasha saja yang akan memakannya nanti namun sang buah hati yang dinanti-nantinya itu juga akan memakan apa yang dimasaknya dan itu sangat tidak baik untuk keduanya.

__ADS_1


"Mas akan hubungin Mbok Yati untuk memasak makanan yang kamu inginkan ya sayang?" Arga langsung mengambil benda pipihnya untuk menghubungi asisten rumah tangga mereka itu.


Wajah Tasha langsung berubah, terlihat jelas jika sang suami tidak ingin mewujudkan apa yang diinginkannya sekarang ini.


"Tidak perlu mas, aku sudah kenyang" ucap Tasha yang kemudian pergi kembali tidur dan menutup seluruh tubuhnya dan wajah nya dibalik selimut tebal itu.


"Sayang, papa mu mungkin sudah bosan untuk mengurus kita berdua" ujar Tasha bernadakan rintih mengusap perutnya yang didengar oleh Arga.


Arga langsung terperangah ditempat nya yang masih sedang berdiri itu, dia menatap punggung Tasha yang sudah membelakanginya dengan penutup ditubuhnya apalagi kata-kata yang diucapkan Tasha pada buah hati mereka seperti seseorang yang sedang mempengaruhi keadaan.


"Sayang" panggil Arga kembali istrinya itu dan tidak ada lagi jawaban dari Tasha didalam selimutnya itu.


Arga kini kembali merangkak keatas ranjang mereka dan membuka sedikit penutup tubuh Tasha dan terlihat disana sang istri sedang menangis dalam diamnya.


"Mas jahat, mas sudah tidak sayang pada ku. Aku benci dengan mas" Tasha kembali menutup wajahnya.


Seketika saja Arga terperangah mendapatkan ucapan absurd oleh penuturan istrinya itu yang tidaklah benar. Dengan lembut sentuhan yang Arga berikan pada Tasha, kini dia membalikkan tubuh istrinya itu dan memeluk tubuh Tasha yang terlihat memberontak.


"Bagaimana kamu bisa menilai dan mengukur kecintaan mas terhadap mu sayang. Mas sangat jauh menyayangimu dari pada hidup mas" sambung Arga mengusap-ngusap rambut dan punggung Tasha yang masih terdengar merintihkan tangisan didalam pelukannya.


"Sudah lah mas, aku capek. Aku mau beristirahat. Untuk malam ini, aku tidak ingin melihat mas ada dikamar ini" usir Tasha dan menunjuk kearah pintu memberikan isyarat agar suaminya itu keluar dan masih terlihat jelas butiran beningnya menumpahkan dikedua pipinya.

__ADS_1


Arga menarik nafas nya berat, dia sekarang belajar memahami mood sang istri yang tiba-tiba dapat berubah hanya dalam hitungan detik itu.


"Sayang, jangan seperti ini. Masalahnya adalah sebuah nasi goreng yang kamu ingin kan mas yang memasaknya kan? Mas bukan tidak ingin membuatkan untuk mu sayang, kamu tau sendiri bagaimana masakan mas sebelumnya kan!" ucap Arga dengan nada pelan dan lembut, takut semakin melukai hati istri nya yang sekarang sangat sensitif ini sambil mengecup dikening sang istri.


"Tapi mas tidak dapat memahami aku. Ya sudah la jika mas memang tidak mau" ujar Tasha yang sudah malas.


"Ya sudah, kamu tunggu disini. Mas akan membuatkan nya buat mu" ucap Arga yang sudah tidak tahan mendengar suara tangisan Tasha yang menyakitkan hatinya.


Entah kenapa hanya mendengarkan ucapan itu saja, mood Tasha kembali lagi semangat dan seketika saja air mata nya berhenti.


Arga yang masih terdiam dan menatap kearah benda pipih yang telah berada dalam genggamannya kini Arga meletakkannya kembali diatas bar dapur mereka itu, ucapan Tasha kembali mengingatkannya bahwa sebelumnya jika Tasha tidak ingin suaminya itu menelpon orang lain termasuk Mbok Yati ataupun Mbok Ina yang memintanya untuk mengajarinya memasak makanan yang diinginkan Tasha itu.


Seketika saja Tasha membuat kepala Arga sakit, saat sang istri juga melarangnya untuk melihat internet.


Tasha ingin suaminya itu memasak masakkan untuknya dan calon anak mereka itu atas eksprimen dan hasil kerja keras suaminya itu sendiri.


Arga menarik nafasnya panjang, rasa pusing, mual, bahkan sampai stres saat sekarang ini menyatu yang dia rasakan.


"Huhhh, baiklah semoga ini menjadi makanan lebih baik dari sebelumnya untuk kalian berdua" gumam Arga sambil memulai untuk memasak nasi yang menjadi bahan utamanya.


Rasa dan bentuk yang aneh menimpa nasi goreng yang dimasak Arga. Mulai dari warna yang kehitaman karena terlalu banyak kecap hingga rasa keasinan, kemanisan dan bahkan nasi goreng yang gosong sudah Arga alami.

__ADS_1


Tasha yang sudah mulai jengah menunggu suaminya itu didalam kamar yang tidak juga kunjung datang untuk membawakan makanan yang diinginkan nya, mulai memakai kembali lingerie nya dan berjalan menuju kearah dapur ditempat Arga sekarang ini.


"Wah sudah selesai sayang" ucap Tasha yang membuat Arga kaget melihat sang istri yang tiba-tiba saja sudah membawa piring ditangannya dan menghirup aroma nasi goreng yang masih diteflon itu.


__ADS_2