Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
24. Sebuah Kesalahan


__ADS_3

Tasha yang sudah semakin mundur dan menjauhkan dirinya dari Arga membuatnya sekarang berada di antara lantai teras resort dan laut. Tasha tidak ingin jika dirinya akan menjadi sasaran kemarahan dan memberikan kehormatannya pada Arga yang tidak dia cintai itu.


Namun berbeda dengan Arga yang sudah tidak mengindahkan lagi kata-kata yang diucapkan oleh Tasha yang dia pikir adalah sebuah pembelaan diri saja. Sebenarnya Arga hanya tidak serius dan ingin menakut-nakuti Tasha untuk membuatnya jera atas tingkahnya. Tasha yang sudah diambang lantai terakhir yang dipijaknya membuat dia terpeleset dan menjatuhkan tubuhnya masuk ke dalam air laut itu.


Burrrrrrrrrrr


Suara air sudah mengudara. Percikan air yang naik kepermukaan dan tersiram kelantai-lantai resort sudah membasahinya. Tasha yang tidak tau berenang itu pun tidak ada perlawanan untuk menyelamatkan diri. Tubuhnya semakin menghilang di dalam air itu. Arga yang berpikiran itu adalah akal-akalan Tasha dan dia tetap menunggu Tasha diatas resort itu. Arga yang tidak mengetahui jika Tasha tidak tau berenang.


Arga yang sudah menghitung detik waktu menunggu Tasha yang tidak juga muncul menampakkan mukanya untuk bernafas.


"Kenapa lama sekali dia berada didalam air itu. Apa dia sanggup untuk bernafas selama ini" bathinnya yang terus menatap kearah lautan yang kini sudah tenang.


"Bocah tengil lama sekali kamu berada disana. Jangan kamu pikir saya akan menolongmu dan bersimpati terhadapmu. Berpura-puralah seperti itu bocah. Nikmati nafas mu didalam air " teriaknya pada seseorang yang sudah tidak terlihat.


Arga yang masih tenang kini membalikkan badannya untuk meninggalkan kekonyolan Tasha. Dia berpikir jika Tasha hanyalah mencari-cari perhatian dari nya dan akan melupakan semuanya.


Kini Arga yang sudah mulai khawatir karna sudah sejauh ini Tasha tidak memunculkan dirinya kepermukaan. Tidak berpikir panjang lagi, Arga sudah berbalik badan mendekat kembali ketempat dimana Tasha sebelumnya masuk kelaut itu dan dia langsung menjatuhkan tubuhnya untuk mencari Tasha ke air laut itu. Arga yang terus berenang mencari Tasha dan beruntungnya air laut itu sangatlah jernih sehingga memudahkan nya untuk mencari keberadaan Tasha. Tasha yang sudah hampir ke dasar laut itu sudah tidak lagi berdaya. Arga yang melihatnya sudah menampakkan raut kepanikan nya dan langsung membawanya naik keatas resort mereka.


Wajah Arga sudah sangat gusar dan khawatir melihat kondisi Tasha kini sekarang yang sudah melemah. Dia yang sudah menekan-nekan d**a Tasha untuk mengeluarkan seluruh air yang telah terminumnya namun tetap saja tidak mendapatkan perlawan dari Tasha atas usahanya.


Tidak menunggu lama lagi, Arga langsung menyatukan bibirnya ke bibir Tasha yang masih membasar itu untuk memberikan pertolongan padanya. Namun tetap saja Tasha seperti sudah tidak berdaya dan melemah sehingga pertolongan-pertolongan yang diberikan Arga padanya tidak membantu sama sekali. Namun Arga tidak gentar, dia terus memberikan nafas buatan pada Tasha yang menurutnya kini Tasha sudah mulai merespon nafas yang diberikan Arga.


Hekkhekkk

__ADS_1


Tasha yang sudah mengeluarkan air didalam mulutnya mulai bernafas walaupun belum sepenuhnya normal. Tapi badannya masih sangat lemah untuk digerakkan. Arga yang sudah mulai menjauhkan dirinya karena Tasha sudah sadar itu pun masih mengkhawatirkan kondisi nya yang tidak ada tenaga.


Tidak lagi berlama-lama, Arga bangkit dari tempatnya dimana dia meletakkan Tasha dan pergi mengambil benda pipihnya untuk menghubungi Joe.


"Sediakan mobil dilobby segera" dengan nada yang tegas namun sudah terlihat jelas dari perkataan bicaranya Arga yang sudah sangat khawatir itu pun memberi perintah pada Joe. Joe yang masih tidak mengetahui apa yang sudah terjadi dari perintah atasannya itu punmenggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Mau kemana mereka" bathin nya yang sudah dimatikan Arga panggilan mereka.


Arga yang sudah melemparkan ponselnya ke sembarangan tempat itu pun mulai kearah koper dan mengganti bathrobe yang sudah basar itu kepakaian gantinya.


Dari kejauhan Joe sudah melihat Tasha yang digendong Arga menuju mobil yang telah disediakan nya. Joe yang melihat kondisi Tasha yang seperti terkulai itu langsung membukakan pintu mobil buat Tasha istri atasannya.


Joe yang melirik pada atasannya dan juga istrinya itu, melihat Arga duduk tepat disebelah Tasha dan menjadikan pahanya sebagai bantalan Tasha. Dia mulai melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit terdekat.


Mobil yang dikemudikan Joe telah sampai dihalaman parkiran Rumah Sakit itu. Arga langsung membawa Tasha masuk dengan langkah besarnya sambil menggendong Tasha.


Didalam sana Tasha sudah ditangani oleh seorang dokter dan juga perawatnya. Tasha yang telah sadar dan mulai membaik setelah dipasang selang infus ditangannya.


"Om tolong jangan masuk. Saya masih belum mau melihat wajah om" buang Tasha wajahnya kearah lain yang sebelumnya melihat Arga sudah ingin masuk dan berada diambang pintu.


"Maafkan saya"


"Puas anda Tuan yang ingin menghilangkan nyawa saya. Apa jangan-jangan anda sengaja ingin membunuh saya, agar anda bisa menjadi duda dan menikah lagi. Silahkan" Tasha yang sudah tersulut emosi enggan berada satu ruangan dengannya. Arga yang mulai mengalah dan menuruti keinginan Tasha untuk tidak menemuinya saat ini.

__ADS_1


Seharian Arga berada diluar ruangan sembari menunggu Tasha yang tidak mengizinkannya untuk menemuinya. Arga masih menunggu kabar dari dokter untuk mengetahui kondisi Tasha yang akan didapatnya dari dokter yang menanganinya.


"Pak Arga, ibu Tasha sudah jauh membaik dari tadi siang. Tapi sebaiknya untuk malam ini, ibu Tasha harus dirawat dulu dirumah sakit ini untuk memulihkan seluruh tenaganya"


"Baik dok. Berikan penanganan yang terbaik. Berapa pun akan saya bayar asalkan dia membaik dok"


*


Malam semakin beranjak, Arga yang masih ditemani Joe diluar dan sesekali menatap kearah pintu ruangan yang dihuni Tasha itu.


Cklekk


Ruangan yang memperlihatkan kesunyian dengan seseorang yang sedang berbaring dipembaringan rumah sakit itu sedang tertidur. Ruang yang memiliki fasilitas terbaik yang disediakan Arga untuk Tasha terlihat jelas disana.


Arga menarik nafasnya dengan sangat berat, dia tidak menyangka perlakuan yang diperbuatnya untuk membuat jera Tasha, malah akan terjadi seperti sekarang yang dialami Tasha.


"Saya sungguh menyesalinya" Arga yang sudah sampai disamping pembaringan Tasha dan melihat selang infusnya yang sampai sekarang masih terpasang.


Malam sudah berganti pagi, suara aktifitas rumah sakit sudah terdengar. Tasha yang sudah mengistirahatkan diri nya semalaman, sudah bangun dari tidurnya. Kesegaran terpancar dari raut wajahnya yang tidak lagi pucat karena sempat banyaknya air yang masuk kedalam tubuhnya.


Tasha merasakan seseorang yang sudah memegang tangannya dengan tangan yang menghangat. Tasha tidak sadar, sudah berapa lama Arga berada disamping dan menjaganya.


"Om, kenapa lagi kamu disini, kenapa kamu menjaga saya. Kenapa om tidak pulang ke resort dan tidur nyenyak disana" tatapan Tasha sudah sendu dan tidak lagi semarah pertama kali ketika dia melihat Arga.

__ADS_1


__ADS_2