Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
84. Posesif


__ADS_3

Semenjak Tasha mengandung buah cinta mereka dan beberapa kali sudah memeriksakan kandungan sang istri ke dokter kandungan yang ada di Kota itu, kini Arga semakin possesive terhadap istrinya.


Selama kehamilan sang istri juga, Arga lebih siaga terhadap kondisi Tasha. Dia bahkan selalu membuatkan sendiri susu kandungan untuk diminum istri nya bahkan makanan yang dikonsumsi Tasha saja dia selalu lebih memperhatikan agar asupan yang diterima istrinya itu baik untuk Tasha dan juga sang buah hati mereka.


Banyak yang Arga jaga dari mood istrinya itu yang selalu saja tiba-tiba berubah semenjak kehamilannya saat ini, dari yang Tasha terkadang suka marah-marah terhadapnya, terkadang Tasha yang tiba-tiba sedih, ingin bermanja-manja dengannya atau Tasha mencuekkan nya dan tidak ingin bicara atau bahkan melihat wajahnya.


Bahkan sampai hari ini Arga yang melarang istrinya itu untuk bekerja lagi dan hanya menjaga kandungan nya karena dia takut hal-hal yang tidak diingin kan terjadi pada istri kesayangannya ini ketika dia tidak berada disamping Tasha dan tidak dapat menjaganya.


"Mas" tatap Tasha dengan penuh tatapan permohonan pada suaminya yang selalu terlihat berlebihan pada nya sekarang.


"Baik lah sayang, tapi ingat. Tidak boleh stres apalagi tertekan terhadap pekerjaan yang kamu jalani ya sayang" ucap Arga mengecup kening sang istri sambil mengusap-ngusap perut istri nya yang kandungannya masih jalan 2 bulan kehamilannya itu.


"Hemm mas" Tasha memeluk tubuh suaminya, dia tau jika yang dilakukan sang suami adalah semata-mata takut terhadap kesehatan dia dan juga bayi mereka, apalagi sekarang bukan hanya dia saja yang harus dijaga kesehatan dan keselamatannya, tapi seorang anak yang berada ditubuhnya saat ini.

__ADS_1


"Mas, aku janji. Pada saat kandungan ku nanti memasuki 7 bulan, aku akan ambil cuti kerja dan apabila sebelum di bulan ketujuh itu jika aku sudah terlalu lelah dan harus beristrihat lebih awal, aku akan mendahulukan keselamatan bayi kita untuk cuti lebih awal mas. Tapi saat ini aku baik-baik saja mas, aku masih bisa untuk bekerja. Mas jangan terlalu mengkhawatir kan ya" ucap Tasha untuk menyakinkan pada suaminya itu.


Arga juga tidak dapat berbuat apa-apa selain menuruti ibu hamil yang dicintai nya itu. Mau bagaimana pun dia tidak dapat memaksa jika itu keinginan sang istri, karena jika ibu hamil yang tertekan itu juga tidak baik untuk kesehatan sang ibu dan janin yang sedang dikandung saat ini.


"Hemm baik lah sayang. Tapi kamu harus ingat juga, kesehatan kamu dan kondisi kehamilan bayi kita harus yang paling diprioritaskan dan nomor satu ya sayang, mas sangat mencintai kalian berdua. Mas tidak akan tenang jika sesuatu buruk terjadi pada kalian" kecup Arga seluruh bagian tubuh istrinya itu dan sampai terakhir diperut sang istri.


"Heii baby papa dan mama, papa sudah tidak sabar menunggu 7 bulan lagi untuk melihat kehadiran mu ditengah-tengah papa dan mama. Jangan rewel ya sayang, jaga mama selama papa tidak ada bersama dengannya dan jangan sering buat mama muntah ya sayang, kasian tubuh mama sering lemah karena tidak selera makan. Papa mama sayang kamu nak" Arga menciumi perut istrinya itu sambil berbicara dengan sang anak yang masih belum tau jenis kelaminnya itu.


Beberapa menit setelah Tasha diizin kan suaminya itu untuk kembali lagi bekerja, kini mereka telah siap untuk berangkat kekantor mereka masing-masing dan memulai kegiatan-kegiatan pekerjaan mereka, seperti hari-hari sebelumnya selalu mereka menyempatkan diri untuk sarapan bersama. Walaupun Tasha tidak berselera makan, tetapi Arga memaksanya untuk makan agar perut sang istri tidak kosong walaupun hanya mamakan buah-buahan saja.


Seperti ini saja, Arga membawakan bekal buah-buahan dan memotongkan nya sendiri untuk bekal sang istri dan memastikan istrinya itu memakannya ketika selama Tasha dalam bekerja.


Arga dan Tasha telah berada didalam mobil yang dikemudikan Arga. Dia tidak ingin lagi Tasha membawa mobil sendiri dalam bentuk alasan apapun itu dan dia juga akan memastikan langsung istrinya itu sampai kekantor dengan selamat dan menjemputnya lebih awal sebelum Tasha pulang dari bekerja.

__ADS_1


"Mas terimakasih telah memberikan ku kesempatan dan masih ingin memberiku izin untuk aku bekerja" kecup Tasha bibir suaminya itu ketika Arga telah sampai didepan lobby utama kantor sang istri dan memberhentikan mobilnya.


"Hemm hati-hati ya sayang dan ingat juga pesan-pesan mas untuk tetap jaga kesehatan kalian. Baiklah mas akan menjemputmu nanti" kecup Arga kembali kening istrinya yang dicintainya itu.


"Hemm aku tidak pernah menyangka akan punya suami seperhatian dan sebaik mas" gombal Tasha sambil memeluk kembali sang suami dengan erat dan seperti tidak ingin melepaskan suaminya.


Walaupun hormon Tasha terkadang berubah-ubah, dia terkadang tidak menyukai berada didekat Arga. Namun sebenarnya bukan keinginan nya lah yang selalu saja membuat sang suami menjadi sasarannya, tapi memang semenjak kehamilannya itu lah membuat sikap nya terkadang tidak dapat dikontrolnya dan selalu meluapkan kekesalannya terhadap suaminya. Dan sebenarnya dia juga kasian terhadap Arga yang selalu menjadi orang pertama menerima kemarahannya dan kecuekannya beberapa waktu ini.


Tasha yang sudah melepas pelukan nya dari sang suami dan Arga juga telah membantu Tasha untuk melepaskan seatbelt istrinya itu, masih tidak henti-hentinya menciumi setiap wajah sang istri dan selalu saja tujuan terakhirnya kepada seseorang yang belum terlihat wajahnya didalam perut sang istri dan mengajaknya untuk berbicara.


"Sayang, senangi hari-hari mu ya nak. Nanti papa akan menjemputmu lagi bersama dengan mama. Ingat pesan-pesan papa pada mu, selalu jaga mama saat papa tidak berada bersama kalian ya" kecup Arga kembali perut istrinya itu.


"Baik lah sayang, sampai jumpa nanti sore" sebuah ciuman yang telah mendarat dipipi Arga dan dibalas oleh Arga sebuah ******* di bibir sang istri, sebelum istri nya itu meninggalkan nya karena dia akan merindukan bibir yang selama ini menjadi candu nya untuk beberapa jam kedepan.

__ADS_1


__ADS_2