Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
66. Malam Panas


__ADS_3

Sebuah resort yang berada tidak jauh dari pantai yang menjadi tempat Arga dan Tasha untuk menghabiskan waktu mereka berdua selama mereka berada dipulau itu dan hanya dihuni oleh mereka berdua menambahkan ketenangan yang akan mereka jalani beberapa waktu kedepan selama mereka berada disana. Pemandangan resort yang langsung mengarahkan ke private kolam renang dan menampakkan langsung kearah pantai yang berada dipulau itu dengan view keindahan yang memanjakan mata.


Ditambah dengan suara dimalam hari yang hanya menjelaskan deruan air ombak laut dan tidak ada nya suara kenderaan yang ada dipulau itu.


Seperti sebuah fasilitas sekelaskan para pejabat dan juga pengusaha-pengusaha ternama dan berkelas, Arga juga memfasilitasi honey moon mereka semewah mungkin. Ini adalah hal kecil dari apa yang Arga miliki, bahkan jika Tasha menginginkan pulau itu untuk dimilikinya, dengan sekejap saja Arga akan membelikannya untuk sang istri.


Langit telah berubah warna dan malam sudah bergerak maju, suasana pulau yang menampakkan ketenangannya kini Tasha yang telah selesai dari mandinya didalam bathup diruangan kamar resort itu keluar menuju dimana Arga yang sudah berada didalam private kolam renang itu. Langkah kaki Tasha yang telah disambut dengan banyaknya bunga-bunga mawar merah yang menyambutnya memuju kekolam renang dimana sang suami berada.


Tasha yang sebelumnya bimbang dengan pakaian apa yang akan dipakainya dari perlengkapannya yang telah disediakan oleh para pelayan diresort itu.


Sebuah lingerie merah yang memperlihatkan jelas bentuk tubuh indah yang jauh dari kata cacat dan dibagian d*** yang sempurna yang terekspos dibalik kain tipis itu.


Tasha yang sebenarnya dipilihkan oleh dua pilihan didalam perlengkapan yang tersedia itu, antara piyama dan sebuah lingerie yang telah menjadi pilihannya, dengan rasa malunya sebuah pakaian yang tidak pernah dipakainya selama ini, kini telah berada ditubuh indahnya.


Hembusan angin laut dan dinginnya udara dipulau itu tidak menyurutkan Arga untuk naik dan berhenti dari renangnya.


Tasha yang telah berada dipinggir kolam dengan kedua kaki yang juga telah dimasukkannya kedalam kolam itu melihat sang suami yang masih belum menyadari kehadirannya dan tetap menyelamkan tubuhnya hingga kedasar kolam renang itu.


Suara hempasan telah mengudara dengan air-air kolam yang naik kepinggiran kolam bersamaan dengan timbulnya kepala Arga dengan wajah tampan dengan butiran-butiran air yang membasahi wajahnya yang telah keluar dari genangan air kolam itu.


"Mas sudah berenang nya, ini sudah malam" ajak Tasha yang melihat Arga masih mengusap wajahnya yang masih dipenuhi oleh tetesan-tetesan air.


Arga terkesip mendengar suara dari sang istri dengan pakaian yang merawang yang telah dipakai oleh sang istri kini mendekat ketempat dimana Tasha yang telah terduduk.


Sambil tersenyum kearah Tasha, Arga kembali menyelamkan tubuhnya kedasar kolam renang itu. Seketika saja Arga yang telah sampai ditempat Tasha dan menaiki anak tangga yang berada dikolam itu, mengambil kearah handuk yang telah tersedia. Arga memilih duduk tepat disebelah Tasha yang berada dipinggiran kolam.

__ADS_1


"Kamu sudah berani memakainya dihadapan mas sayang?" goda Arga pada istrinya itu, yang dia tau Tasha selama ini belum pernah memakai yang namanya pakaian semacam itu.


"Jelek ya mas?" tanya Tasha yang menatap suami nya itu.


"Mas tidak ada bilang jelek, mas suka" ucap Arga.


Arga yang telah membersihkan tubuh basahnya dengan handuk dibadan atletis dengan d**a bidang yang terekspos dihadapan Tasha membuatnya mengendikkan tubuhnya menatap kearah yang sedang menggoda itu dengan menelan salivanya.


Arga yang melihat sikap aneh Tasha mendekat tubuhnya pada sang istri dan melahap bibir merah muda Tasha yang telah terbuka karena tatapan manik Tasha yang terus kearah d**a Arga sehingga Arga dengan mudahnya menyatukan dan memasuki dengan mudahnya bibir yang telah terbelah itu.


Tasha yang kini melengkungkan bibirnya, membukakan matanya dan membalas setiap yang diberikan Arga padanya dengan tangan berada dileher Arga.


Nafas keduanya yang berlomba-lomba membalas pagutan satu sama lain dan memberikan kenyamanan dimasing-masing lawannya, kini Arga sudah memasukkan tangannya dari bawah dibalik pakaian lingerie yang dipakai Tasha.


Pagutan yang berada dibibir kini Arga memindahkan wajahnya keleher jenjang sang istri, kecupan-kecupan yang menjalari setiap area leher itu telah menghasilkan bekas disana.


"Kamu nyaman sayang?" ucap Arga menatap bola mata sang istri.


"Ada apa mas?" balas Tasha yang juga menatap Arga.


"Tidak ada" sambung Arga kembali lagi menempelkan bibirnya.


Kedua kaki yang telah telah melebar berada ditubuh Arga dan kedua tangan Tasha yang mulai aktif dan tak jarang meninggalkan cakarannya dibagian punggung Arga.


Suara Tasha yang semakin menaikan jiwa kelakian Arga, dengan cepatnya Arga mengangkat tubuh mungil Tasha dan membawanya masuk kedalam kamar mereka.

__ADS_1


Dengan tangan yang masih menggendong Tasha, dan kedua tangan Tasha yang juga telah melingkar dileher sang suami dengan bibir mereka yang masih menyatu, kini Arga menutup pintu kamar itu dengan kakinya.


Tasha yang telah diletakkannya diatas ranjang king size diruangan itu dengan Arga yang juga telah berada diatas tubuh sang istri.


Ciumann yang semakin memanas dan menggila dengan cuaca yang dingin malam dan pendingin ruangan yang berada diruangan itu namun berbeda dengan suhu tubuh yang dirasakan oleh keduanya. Keringat-keringat yang telah membasahi keduanya tidak menghentikan gerakan yang mereka lakukan.


Perlahan-lahan Arga yang telah membuka lingerie yang dipakai oleh Tasha yang menutupi tubuh cantik sang istri walaupun jelas terlihat dari balik kain tipis itu sebuah tubuh yang menggoda pandangannya.


Tasha dengan suka relanya membiarkan Arga yang berada diatas tubuhnya membuka lingerienya tersenyum menatap lelaki yang dicintainya itu.


Setelah lingerie yang telah terjatuh dibawah ranjang itu, Arga juga melepaskan pengait yang telah menutupi kedua gundukan kenyal yang padat dan berukuran cukup b***r itu dengan tubuh Tasha.


"sayang" ucap Arga yang takut jika Tasha belum siap.


"hemm" Tasha hanya berdehem pada sang suami nya itu.


Tasha yang mendapatkan sentuhan-sentuhan Arga yang berada diatasnya dengan repleksnya kini menaikkan tubuhnya dan menggigit bibir bawahnya merasakan kini ini adalah kali pertamanya yang dirasakannya.


"sayang" suara yang telah mengudara diruangan kamar itu dengan tangan Tasha yang semakin menenggelamkan wajah Arga dibuah d*** nya, membuat Arga tersenyum lebar.


Puas bermain-main di sana milik sang istri kini Arga turun kebagian perut sang istri.


Arga yang mengelus-ngelus perut sang istri yang masih rata itu diam sesaat seperti sedang berbicara entah dengan makhluk apa disana.


"Diperut mama ini nanti kalian akan papa titipkan ya sayang" ucap Arga dengan nada berbisik.

__ADS_1


__ADS_2