Jodoh Ku Tertunda

Jodoh Ku Tertunda
55. Sakit Yang Sama


__ADS_3

Tasha yang beberapa hari ini telah diantar dan dijemput Joe seorang asisten dari Arga untuk menjaganya, dan Joe juga kini masih tetap menjalankan tugasnya yang diperintahkan oleh Arga kepadanya sampai saat sekarang walaupun Tasha selalu menolaknya.


"Apakah kamu tidak ada pekerjaan yang lain selain antar jemput saya Joe?" Tanya Tasha yang berjalan menuju mobil yang telah dibukakan oleh Joe.


Joe tidak menjawab pertanyaan dari Tasha itu dan hanya menundukkan wajahnya setelah kembali menutupkan pintu mobil untuk Tasha istri dari atasannya itu.


Mobil yang telah dikemudikan Joe setelah dia kembali duduk kebangku mengemudinya kini melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Jalanan yang sangat padat sehingga mereka terjebak dalam kemacatan karena ini adalah jam para pekerja untuk pulang dari aktifitas yang dilakukan mereka.


Tasha yang mulai sudah merasakan kejenuhan didalam hidupnya kini seperti orang yang sedang linglung dan stres berat.


"Joe saya tidak pernah menceritakan perihal rumah tangga saya pada siapapun atau tentang kehidupan pribadi saya pada sembarangan orang. Anda sekarang tau apa yang sudah terjadi diantara saya dan bos Anda, kenapa rasanya sakit orang yang kita sayang dan kita rindukan kepulangannya, malah semakin jauh rasanya walaupun dia sekarang berada ditempat yang sama dengan kita" lirih tasha dengan pandangan kosongnya kesebalik jendela kaca mobil itu.


Joe yang hanya terdiam kini melirik kearah kaca penumpang yang mengarah kearah tempat duduk Tasha yang berada di bangku belakang. Joe tidak tau pendapat apa yang akan disampaikannya melihat problem rumah tangga bosnya itu yang sedang mereka alami sekarang.


"Joe bos anda sesibuk itu ya, tidak sempat lagi menjemput atau pun mengantarkan saya untuk kekantor?" Tasha yang kini melihat kearah punggung Joe yang berada didepannya itu.


Joe yang dibuat pusing atas pertanyaan Tasha takut akan salah bicara dan akan memperkeruh permasalahan rumah tangga bosnya itu. Dia yang sebenarnya tau bukan hanya Tasha saja lah yang merasakan hal itu, namun Arga bosnya itu juga merasakan hal yang sama dengan apa yang telah dirasakan oleh Tasha yang selalu mendengarkan keluh kesah dari keduanya.


"Tuan Arga akhir-akhir ini memang sedang memiliki banyak pekerjaan yang harus dihendelnya Nyonya" ucap Joe untuk menyakinkan Tasha.


Arga yang sebenarnya tidak memiliki banyak pekerjaan, hanya saja memang Arga belum siap untuk berbicara ataupun mendekatkan dirinya pada Tasha walaupun hatinya masih tetap sama mencintai sang istri namun rasa sakitnya belum bisa untuk secepat itu menerima jika istrinya benar berselingkuh dan menjadikannya hanyalah sebagai topeng untuk menutupi kepura-puraan. Sehingga, Joe lah yang ditugaskannya untuk menjaga istrinya pada saat ini.

__ADS_1


*


"Pak, ini sudah terlalu banyak bapak meminumnya" ambil Joe botol-botol minuman yang sudah habis diminum Arga di sebuah club malam itu.


Arga dan Joe kini menghabiskan malam mereka disebuah club malam yang menjadi tujuan Arga untuk menghilangkan rasa yang telah beberapa hari ini menyiksanya.


Dia yang masih belum bisa menerima bahwa Tasha yang secara terang-terangan berselingkuh didepannya membuat kini hidupnya sudah berantakan.


"Aku benci dengan ini. Kenapa kamu harus berselingkuh Natasha. Kenapaaa. Apa kamu tidak tau betapa sakitnya jadi aku Natashaaaa" jeritan suara Arga yang tidak terdengar karena suara musik yang semakin malam semakin terdengar kuat.


"Pak, ini sudah pagi, kita harus pulang" perintah Joe pada atasannya yang tidak pernah meminum minuman beralkohol yang terlalu banyak ini, sehingga membuatnya sudah setengah kesadaran.


Suara yang terdengar seperti merancu dengan kata-kata yang tidak jelas keluar, membuat Arga sakit dibagian kepalanya.


Berbeda dengan Joe, ini adalah makanan sehari-hari Joe yang dilakukannya untuk menikmati hidupnya dan tidak jarang dia juga menghabiskan malamnya bersama para wanita-wanita yang datang mendekatinya.


Sorotan mata seorang perempuan yang menangkap dua orang yang sangat dikenalnya dengan pakaian seksinya kini mendekat pada kedua lelaki itu.


"Pak Arga" Erina yang juga memang sering mendatangani club ini, tanpa sengaja dia bertemu dengan Arga yang dia tau Arga tidak pernah mendatangi club-club seperti ini jika bukan karena pekerjaan sebuah meeting yang dipinta oleh rekan bisnisnya dan mengharuskan Arga untuk menghadirinya.


"Joe bawa saja kemobil saya" perintah Erina, tanpa alasan Erina menyuruh Joe untuk membawa Arga kedalam mobilnya agar dia bisa dengan leluasa mengendalikan Arga karena ini sangat jarang Erina mendapati Arga yang sudah setengah sadar dan mata yang sudah tertutup itu.


Joe sangat tau jika Erina dari dulu menginginkan bos mereka itu, namun sikap dingin Arga dan tidak adanya ketertarikan Arga padanya yang membuat Erina tidak dapat melanjutkan aksi-aksinya untuk mencari jalan agar Arga bisa melirik kepadanya.

__ADS_1


"Tidak perlu Erina, kamu pulang saja kerumah mu, Tuan Arga akan saya mengurusnya" perintah Joe yang pergi membawa Arga dan meninggalkannya.


Tatapan tajam Erina pada Joe yang terlihat membenci itu menambahkan kekesalan padanya, dan seketika melihat Joe yang membawa Arga menghilang dibalik mobil yang telah melaju itu.


Tidak lama dari perjalanan dimalam hari yang sangat senggang, Joe telah sampai membawa Arga yang masih setengah kesadarannya ke depan appartement milik Arga dan menatap Arga untuk memastikannya telah masuk kedalam appartement itu kemudian pergi setelahnya.


Diruangan tengah sofa kini Arga berjalan dengan gontai memilih untuk pergi masuk kekamar tamu diappartement itu yang pernah ditempati Tasha sebelumnya.


Tasha yang mendengar suara langkah seseorang yang baru masuk kedalam appartement itu, membukakan pintu kamar yang sedang ditempatinya untuk melihat apakah Arga yang pulang sepagi ini.


Tasha mengedarkan pandangannya keseluruh sudut ruangan itu namun tidak menemukan siapa pun disana.


Hatinya semakin kacau setelah tau hingga pukul 3 sepagi ini, namun Arga belum juga pulang.


"Kemana dia" ucap Tasha dengan butiran bening dimanik matanya.


Suara raungan Arga yang membuat Tasha akhirnya melanjutkan langkahnya kekamar yang tidak berpenghuni itu, namun maniknya tertuju melihat kondisi Arga yang tengah dialaminya saat ini membuat Tasha shock.


Tanpa disadari Arga, dia yang sudah mabuk karena begitu banyaknya meminum minuman beralkohol membuatnya tidak sadarkan diri dan terjatuh diatas ranjang diruangan itu.


"Mas ada apa dengan mu?" Tasha yang kini telah mendekat mencium bau alkohol dipakaian dan ditubuh suaminya itu.


Suara benda pipih Arga yang masih berada disebalik kantong celananya yang terus menerus berdering membuat Tasha semakin penasaran dengan seseorang yang menghubungi suaminya sepagi ini.

__ADS_1


Mata yang begitu shock melihat nama panggilan masuk kebenda pipih suaminya itu yang mulai memanaskan matanya.


"Ada hubungan apa mereka, sehingga sepagi ini seorang sekretaris berani menghubungi atasannya yang sudah beristri. Apa mereka tadi bersama sebelumnya" gumam Tasha sambil melihat kearah Arga yang sedang tertidur itu dengan air mata yang telah menggenangi dikedua pipinya.


__ADS_2