
Bab 100 (Ending)
Terima Kasih buat semua yang suka perjalanan cinta Caca dan Rendi serta Rani dan Ivan...
Finally Vie sengaja tamatin pas episode 100... Mohon maaf banyak banget bahasa yang gak pas dan banyak banget kurangnya karena Vie bukan penulis pro masih pemula iseng-iseng berhadiah, di VIEW, di baca, di LIKE kalian aja Vie udah bahagia banget apalagi kalau ada yang sampe nge VOTE... Kalian luar biasa...
Thanks buat Noveltoon yang udah kasih kesempatan Vie buat nulis ... love u all...
😘😘😘
***
"Bumil mau cari apa lagi nih?" tanya Caca yang menemani Rani berbelanja perlengkapan bayi di salah satu Mall kota.
"Apalagi ya ca.. udah komplit sih tapi gue masih mau yang lucu-lucu kaya gitu..." ucap Rani.
"Kaki elo udah bengkak Ran, elo yang hamil gue yang engap ini buat jalan nemenin elo." Caca melirik kaki Rani yang membesar.
"Aduh perut gue mules Ca, aduh Ca tolongin gue...!!" jerit Rani.
Caca dan pengunjung sekitar mendadak panik melihat Rani yang akan melahirkan.
"Panggilin taxi pak tolong cepetan...!!"
teriak Caca.
***
"Aduh mana pake macet lagi, cepetan pak cari jalan alternatif kek." Caca mengomeli supir taxi didepannya.
"Aduh cepet Ca gue udah gak tahan nih..." pinta Rani menjambak rambut Caca.
"Aduh sakit Ran lepasin rambut gue, gue telpon Ivan dulu nih." Caca mencoba melepas jambakan Rani pada rambutnya.
"Ivan kan mancing sama Rendi ke pulau seribu." sahut Rani masih berteriak menahan sakit.
"Aduh pake lama deh nih sampenya, jangan keluar dulu ya dek nunggu Papa kamu dateng." Caca mengelus perut Rani.
__ADS_1
"Pak buruan...!!" jerit Caca yang rambutnya makin dijambak Rani.
"Iya neng iya neng ini udah buru-buru."
Akhirnya mereka tiba di IGD rumah sakit dan Rani langsung masuk ruang persalinan bersama dokter dan para perawat.
"Cepetan yang si Ivan suruh kemari." Caca menelpon Rendi.
"Ini lagi ngebut Yang, suru tunggu jangan ngeden dulu Raninya." sahut Rendi.
"Ih kamu mah emang bisa ditahan apa, aku udah di aniaya Rani nih dari tadi." pekik Caca
"Iya bentar...!!" Rendi menutup ponselnya.
Tut Tut...
***
Akhirnya Rani melahirkan sepasang bayi kembar perempuan dan laki-laki, semua keluarga besar sudah berkumpul menyambut kelahiran bayi kembar Rani dan Ivan.
"Gendong Ca, biar ketularan" Mama Maya memberikan bayi perempuan Rani ke Caca.
"Kaya bisa aja elo. Hweekk kok aku mual yak, bayi elo bikin gue eneg." Caca memberikan bayi Rani ke Mama Maya kembali.
"Sembarangan elo Ca, bayi gue wangi begini juga." Ivan menciumi bayi laki-lakinya.
"Gak tau gue eneg banget ini." Caca buru-buru ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya.
Mama Maya dan Papa Adi melirik Rendi.
"Ren mumpung di rumah sakit coba cek di Caca, Mama jadi deg degan nih." ucap Mama Maya.
"Iya Ren, coba gih Papa jadi gak sabar." kata Pak Barata.
Caca keluar dari kamar mandi melihat semua orang menatap ke arahnya.
"Kenapa pada ngeliatin Caca kaya gitu sih?"
__ADS_1
Tanya Caca heran.
"Yang cek dokter yuk!" ajak Rendi.
"Emang kenapa aku gak papa kok Yang."
"Biar mereka pada yakin." Rendi menarik Caca keluar kamar perawatan Rani bergegas mendaftar kebagian Dokter SpOG di rumah sakit itu.
Satu jam berlalu tak ada yang beranjak dari ruang perawatan Rani yang ramai itu karena menunggu Caca dan Rendi kembali dari cek dokter.
Rendi mengetuk pintu dan masuk dengan wajah murung bersama Caca .
"Gimana Ren hasilnya?" tanya Mama Maya yang sudah tak sabar menunggu dari tadi.
Rendi menoleh ke arah Caca yang juga memasang wajah murung lalu...
"Surprise...!!! taraaaaa..."
Caca menunjukkan hasil pemeriksaan lab dan foto USG yang menyatakan dirinya sedang mengandung anak Rendi.
"Alhamdulillah..." kompak terdengar dari semua tamu diruangan itu.
Semua menyambut dengan gembira dan penuh suka cita. Rani meneteskan air mata terharu memeluk Caca.
"Hari ini gue bahagia banget Ca." ucap Rani.
"Gue juga Ran." Caca makin erat memeluk Rani.
***
Bisa bayangkan dong nantinya Caca akan melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik, terus anak Caca dan Rani akan berteman seperti para mamanya.
Dan segera Anto akan melamar Nayla, selama bersama Anto sifat Nayla tuh berubah banget jadi lebih baik macam tokoh antagonis yang udah insaf hehehhe.
So... thank you yang udah setia baca dari episode awal... maaf ya kalau membosankan...
sampai jumpa di season 2
__ADS_1
Love you all. 😘😘😘