
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
"Huffhtt bismillah semoga yang punya rumah gak segalak bulldognya." gumam Rendi menuju rumah di seberang.
Rendi menekan bel yang ada di tembok samping pintu pagar. Seekor anjing bulldog berwarna coklat menyalak padanya dengan keras.
"Tuh kan Caca gak percaya sih ada bulldog serem banget kaya gini." gumam Rendi.
Seorang penjaga berbadan besar datang menghampiri.
"Mau cari siapa tuan?" tanyanya.
"Saya mau cari jambu biji pak, eh maksudnya saya mau minta jambu biji pak sama yang punya rumah, ada gak ya pak?" tanya Rendi.
"Daripada ganggu non Tia, nanti saya ambilkan jambu buat kamu."
sahut satpam itu.
"Jangan pak, istri saya lagi ngidam dia maunya saya yang panjat tuh pohon, boleh ya pak?"
pinta Rendi dengan wajah memelas.
"Wah saya gak bisa masukin orang asing sembarangan tapinya ke dalam rumah biarpun cuma di halaman, tunggu bentar ya saya ijin dulu."
ucap pak satpam lalu pergi ke dalam rumah tersebut.
Tak berapa lama pak satpam itu kembali bersama seorang wanita cantik berkulit putih, bertubuh semok nan seksi dengan rambut bergelombang berpakaian minim hanya menggunakan tank top dan celana gemes.
"Itu orangnya?" ucap wanita tersebut.
"Iya non, nekat mau naik pohon jambu sendiri itu."
sahut pak satpam.
"Ya udah suruh masuk!"
ucapnya yang mengamati Rendi dengan seksama.
ganteng juga nih cowok, kayaknya tajir juga deh, hmmm caper dikit ah.
batin wanita itu sambil tersenyum manis ke arah Rendi.
"Mbak tolong itu doggynya di penjara dulu, eh di kandangin dulu lah, serem soalnya."
Pinta Rendi.
"Masukin Jones pak."
Perintah wanita itu pada pak satpam.
"Wuih namannya Jones, jomblo ngenes hahaha kasian loh jing. Eh halo hai nama gue Rendi, maaf ya boleh minta jambu bijinya gak? istri gue ngidam soalnya."
ucap Rendi sambil berjabat tangan dengan wanita tersebut.
__ADS_1
Aduh udah punya monyet rupanya hmmm tapi gak apa kali aja niat cari ban serep kan bininya hamil tuh.
"Hai aku Tia, keponakannya Tante Meli keluarga yang punya rumah disini."
ucapnya menyambut jabat tangan milik Rendi.
"Ya udah yuk kebelakang aja aku temenin." ajak Tia, lalu Rendi mengikutinya.
"Tia, gue boleh minta tolong gak, videoin pas gue naik dan ambil jambunya ya?"
pinta Rendi sambil menyerahkan ponsel mahal keluaran terbarunya ke tangan Tia.
"Oh oke." sahut nya lalu memvideokan aksi Rendi memanjat pohon dan meraih buahnya meski banyak semut rangrang besar menggerayangi tangan Rendi bahkan masuk dan mengigit badannya.
"Akhirnya dapet juga, gue minta tiga biji ya, aduh gatel aduh sakit."
Rendi buru-buru melepas kemeja kerja yang masih ia pakai tadi sepulang kerja. Tak sampai disitu ia juga membuka kaos singlet yang ia pakai untuk mengeluarkan semut-semut nakal yang menggerayangi punggungnya.
"Aku tolong sini."
ucap Tia sambil memunguti semut-semut dari badan Rendi. Namun, setelah semutnya pergi Tia malah asik menyentuh punggung dan perut kotak Rendi dengan sentuhan mautnya sambil mengigit bibir bawahnya.
"Eh maaf non, geli sayanya hehehe."
sahut Rendi berusaha menghindari Tia.
"Enggak apa-apa kok, oh iya ini ponselnya." Tia menyerahkan ponsel Rendi. Sebelum itu ia sudah memasukkan nomor telepon nya dengan nama kontak Tia Cantik di ponsel Rendi dan menelpon ke ponselnya sendiri menggunakan ponsel Rendi sehingga Tia dapat menyimpan nomor telepon Rendi di ponselnya nanti.
"Makasih ya." ucap Rendi lalu pamit kembali kerumahnya.
***
"Tuh lihat sendiri videonya kalau gak percaya." ucap Rendi.
"Aku percaya kok, aku cuci dulu ya jambunya." Caca bergegas menuju dapur.
"Yang aku mau mandi dulu ya." teriak Rendi sambil menaiki tangga menuju kamarnya.
Meski Rendi dan Caca memutuskan tinggal di rumah Caca yang lama, akan tetapi di rumah Rendi ini juga disiapkan kamar untuk Caca dan Rendi yang sesekali datang menginap.
Caca menghampiri Rendi di kamar dan menyiapkan baju ganti untuk Rendi.
"Tuh yang badan aku merah semua tau di gigit semut."
ucap Rendi mengadu pada Caca.
"Duh kasian, aku olesin minyak kayu putih ya, sebentar." ucap Caca namun Rendi buru-buru menahannya.
"Gak mau di olesin minyak, maunya di jilatin." sahut Rendi menggoda Caca dengan membuka lilitan handuk yang menempel di tubuhnya.
"Astaga si adek ngajak main-main."
Caca langsung mendorong Rendi berbaring di atas ranjang cinta mereka.
***
"Ran, besok ikut aku yuk." pinta Ivan saat makan malam bersama Rani di rumahnya.
__ADS_1
"Mau kemana?" tanya Rani.
"Ikut aja aku mau kamu ketemu Lolita, masih inget gak yang dulu cupu banget pakai kacamata tebel kuncir dua, eh sekarang hebat lho udah jadi dokter." ucap Ivan.
"Oh iya, dokter apa?" tanya Rani.
"Besok ketemu aja pokoknya kita ngobrol-ngobrol yak, sekalian aku mau ajak kamu shopping buat refresh otak, eh Super Junior ngeluarin album baru lho."
ucap Ivan berusaha menyenangkan hati Rani.
"Ah udah gak level." sahut Rani.
"Lho kamu udah gak suka KPop gitu?" tanya Ivan sambil mengunyah daging rendang yang lumayan alot di mulutnya itu.
"Gak lah aku bosen, aku maunya album NCT 127, yang baru aja mau bucin sama Jaehyun." sahut Rani dengan mata berbinar.
"Yah kirain udah gak punya saingan, ini masih aja ada saingan oppa, bakal ganti lagi deh wallpaper kamar ini mah." gumam Ivan.
"Kenapa? gak seneng? gak suka?"
Rani menatap tajam ke arah Ivan.
"Suka kok, terserah bidadari surgaku aja yang penting selama adek happy abang juga happy." sahut Ivan.
"Assalamualaikum..." Anto membuka pintu depan dan langsung menuju dapur.
"Walaikumsalam, dari mana Lo Nto jam segini baru pulang?" tanya Ivan.
"Ya elah bang, baru jam delapan habis nge-band gue."
sahut Anto dengan santainya duduk dan langsung menyantap nasi dan lauk rendang di hadapannya.
"Eh iya bang, nih lihat."
Anto menyerahkan ponselnya pada Ivan dan menunjukkan videonya saat sedang menggantikan popok bayi Marcella.
"Wuih keren mantap kali kau dek, salut Abang sama kau." puji Ivan.
"Yoi bro." Anto mengangkat kedua alisnya sambil tersenyum menatap Ivan.
"Hmmmm perasaan gue tiba-tiba gak enak nih." ucap Ivan meledek Anto yang makin tersenyum puas.
*****
Bersambung...
Mohon maaf jika masih ada typo.
Dear Readers tersayang mampir juga ke novel baruku
"With Ghost"
Baca novelku lainnya juga ya...
- Pocong Tampan
- 9 Lives
__ADS_1
- Gue Bukan Player
Jangan lupa di like, rate bintang lima dan vote yak...