
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
****
"Makan yuk ada stand bakso tuh disitu, punya Tante Kayla Ca." ajak Rani dengan penuh antusias.
"Serius Ran, baksonya Tante Kayla mamahnya Ivan?" tanya Caca sama antusiasnya.
"Yoi, Tuh Tante Kay , Hai Tante...!!" sambil melambaikan tangan Rani ke arah ibu muda yang cantik macam model Sandra Bullock itu memakai celemek pink nan cantik di dadanya.
"Hai sayang, apa kabar, Rani kan? terus si Caca mana?" tanya Tante Kay sambil memeluk Rani.
"Hai Tante... kangen banget ih udah lama gak ketemu." ucap Caca yang datang memeluk Tante kay dari samping.
"Oh iya bentar yak kalian juga pasti kangen sama anak ini, Ivan...!!" Tante Kay berteriak sembari mencari putranya yang bernama Ivan.
Caca dan Rani saling bertatapan lalu mereka melihat arah datangnya sosok Ivan.
Ivan seorang pemuda berbadan tegap dengan tinggi 180 cm seperti atlet pemain Voli dan berwajah bule oriental mirip Liam Payne nya One Direction berpadu dengan Kai EXO itu tersenyum dari kejauhan.
Caca dan Rani berlari kearahnya begitu pula Ivan lalu mereka saling berpegangan tangan dan berputar dengan berjingkrak-jingkrak saking kegirangan dengan pertemuan mereka.
"Norak banget sih, alay." ucap Nayla pelan dan sinis kerah Caca, Rani dan Ivan .
"Uhuk uhuk..!!" Rendi pura - pura batuk mencari perhatian.
"Oh iya hampir lupa, ini kenalin Rendi, yang ini Nayla." ucap Caca .
"Hai gue Ivan, soulmatenya Caca." ucap Ivan sambil menjabat tangan Rendi dan Nayla.
"Hah..!! apa ??? gue gak salah denger kan?" lantang Rendi bersuara karena terkejut.
Melihat Rendi yang sudah tampak kesal Rani mencoba menjadi penengah mencairkan suasana.
__ADS_1
"Hahahah Ivan mah becanda aja dari dulu, ya Ca dia mah sukanya bercanda ya." ucap Rani sambil menginjak kaki Caca.
"Awwww... eh iya iya becanda terus ih." ucap Caca berusaha menenangkan Rendi.
"Rendi membalas jabatan Ivan dengan niat meremukkan jari-jari Ivan tersebut.
"Gue Rendi, calon imamnya Caca." ucap Rendi menekan kencang jabatan tangannya dengan Ivan.
"Aww biasa aja bro, semangat banget kenalannya."
Ivan berusaha melepaskan jabatan tangan Rendi.
"Kok gue mual yak liatnya, gue ketoilet dulu ah." ucap Nayla sinis.
"Eh pada mau bakso gak, Tante bikinin yak, yuk Van, Caca juga bantuin Tante, kaya biasa bantuin waktu dulu, yuk ah." ajak Tante Kay
Caca tersenyum dan menanggapi uluran tangan Tante Kay.
"Haduh hampir aja... selamat gue" batin Caca.
ucap Rani seraya menarik tangan Rendi menyuruhnya duduk.
"Siapa sih tuh, sok asik banget caper banget lagi sama Caca, apa tuh soulmate soulmate kalo gak ada nyokapnya udah gue pukul tuh." ucap Rendi kesal.
"Weittss biasa aja bro!" tegas Rani.
"Dia saingan Lo Ren." goda Rani sambil tertawa kecil kearah Rendi.
Braakkk...!!!
semua orang menoleh kearah Rendi yang memukul meja dengan kerasnya saat itu juga.
Caca membuka kedua tangannya kesamping bahu mengisyaratkan pertanyaan apa yang terjadi dengan gebrakan meja Rendi ke arah Rani.
"Gak apa apa ada semut lewat barusan." ucap Rani lantang memberi tahu Caca.
__ADS_1
Caca tersenyum dan membuat huruf O di bibirnya lalu melanjutkan aktivitasnya kembali membantu tante Kay menyiapkan bakso.
"Sabar dulu gue ceritain nih, tapi elo tenang kalo gak, makin gue bikin panas nih, hahahhahaha becanda gue Ren." ucap Caca bergidik ngeri melihat wajah smirk Rendi yang makin geram.
"Ya udah coba elo cerita." ucap Rendi.
"Sebenernya sih sedih juga gue kalo inget kejadian ini, hmmmm mulai dari mana yak...?" ucap Rani sambil menepuk-nepuk hidungnya.
"Gue cancel nih album EXO nya basa basi banget lama Lo!" ucap Rendi kesal.
"Galak banget sih bro, okeh okeh gue ceritain,
sebenernya Ivan itu temen kecil gue sama caca." ucap Rani.
Nayla menguap berusaha menunjukkan dirinya yang bosan.
"Terus hubungan nya sama soulmate apa?"
tanya Rendi penasaran.
"Nanti dulu napa, gue ceritain awalnya gitu." ucap Rani menghentikan ucapan Rendi.
"Tap......"
"Hussss diem gak!!" potong Rani buru-buru sambil menimpuk Rendi dengan tisu bekas upilnya yang sudah dia buat bola-bola.
"Kampret... jorok banget sih Lo Ran...!!!" pekik Rendi.
Rendi makin kesal namun Rani mengangguk anggukan kepala dengan mengangkat kedua tangannya sambil senyum-senyum tanda minta maaf dan melanjutkan ceritanya.
"Tadinya tuh kita ber empat, gue, Caca, Ivan sama Fahmi. Nama genk kita "Four Circle"
****
bersambung...
__ADS_1