Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Di Surabaya


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


****


"Surabaya I am coming..." Ucap Rani setelah menapakkan kakinya di Bandara Juanda.


Mereka lalu menaiki mobil travel yang sudah dipesan om Nayla untuk menjemput mereka.


"Kak, aku mau mampir rumah nenek boleh gak ?" tanya Caca di mobil pada Rendi.


"Gak, nanti kalo urusan ku udah kelar semua kita semua kerumah nenek kamu yah." ucap Rendi yang dibalas anggukan Caca.


"Nayla kok gak ikut bareng kita sih?" tanya Anto mengagetkan Rani dan Ivan yang kedua tangannya hampir bersentuhan.


"Nayla udah di sana Nto, tenang aja ntar juga ketemu." sahut Rendi.


"Adaw...!! apaan sih kak sakit tau." Anto meringis karena kakinya di injak Rani.


"Awas loh udah gue bilangin pedekate sama si nenek lampir gue hajar Lo." ancam Rani yang diacuhkan Anto.


***


Sesampainya mereka di rumah mewah di Jl. Bulak, Sidoarjo, Rendi dan kawan-kawan sudah disambut oleh Nayla. Disamping Nayla terdapat paman dan bibinya yang tersenyum menyambutnya.


"Selamat datang di rumah saya, kenalkan saya Slamet Riyadi pemilik Galeri Kharisma dan ini Istri saya." ucapnya sambil menjabat tangan mereka satu persatu.


"Saya Rosa tantenya Nayla. Kamu lupa yak sama Om dan Tante nak Rendi? saya teman ibu kamu sekolah dulu lho." ucap Tante Rosa.

__ADS_1


"Maaf Tante, sepertinya saya lupa kan saya jarang kesini." ucap Rendi sambil tersenyum.


"Iya sih kan waktu kecil aja kamu suka main kesini sama Nayla, gimana kabar orang tua mu?" Tanya Tante Rosa.


"Baik Tante alhamdulillah." jawab Rendi.


"Nayla kamu anter tamu-tamu ini kerumah singgah yah, biar om ngobrol dulu sama nak Rendi."


Sebenarnya Nayla malas menyambut dan mengantar Rani dan gengnya namun karena perintah Omnya mau tak mau harus dia turuti.


"Ayo semua ikut gue." ucap Nayla.


Anto yang bersemangat bertemu dengan Nayla langsung menurut dan selalu berada disamping Nayla mengiringi kemanapun Nayla pergi.


Sesampainya di Villa.


"Berhubung kamar cuma dua jadi para perempuan di dekat dapur sana, kamar di sana udah ada kamar mandi didalamnya terus yang cowo di depan sini kamar mandi di sampingnya tuh." Nayla menjelaskan.


Ivan masih sibuk memainkan game online diponselnya sudah dengan posisi terbaiknya duduk di teras depan.


"Rendi sama gue lah di rumah om ada kamar udah di siapin tadi wleek...." ucap Nayla seraya menjulurkan lidahnya kearah Anto.


"Enggak Nay, gue disini aja." Sahut Rendi yang datang menggendong tas ranselnya.


"Yah tapi Ren.."


"Udah gue disini aja, kalo kasurnya kurang gede nanti si Ivan tidur di sofa sini."


Ivan yang sedang serius dengan ponselnya hanya mengangguk lalu tersadar.

__ADS_1


"Kok gue yang disofa?" tanya Ivan segera saat dia sadar.


"Kan tadi elo udah ngangguk, deal dong... udah untung juga gue kasih ijin Rani ajak elo kesini."


Rendi berucap lalu meninggalkan Ivan yang terbengong masuk ke kamar bersama Anto untuk merapikan barang.


"Ih elo gimana sih bukannya pepet Caca terus, kan nanti kalo Caca udah jadian sama elo, Rendi bisa move on dari Caca terus gue bisa gampang deketin Rendi." Nayla bersuara pelan memarahi Ivan.


"Liat ntar lah, udah sana ganggu gue lagi tanggung nih perangnya." jawab Ivan.


"Eh bisik-bisik apa itu ?" Suara Rani terdengar dari dekat dapur melihat Nayla berbisik pada Ivan sudah dengan posisi menunjuk wajah Nayla.


Nayla merasa capek untuk memulai keributan dengan Rani dia memilih pergi tanpa menjawab pertanyaan Rani.


Rani mengajak Ivan untuk berkeliling daerah situ karena tadi dia sempat melihat taman bambu dan sakura saat menuju rumah Om Slamet.


Caca memeriksa dapur mencari makanan yang bisa dimakan karena dia merasa lapar. Dilihatnya telur dalam kulkas yang membuat Caca ingin memasak telur dadar apalagi sudah ada nasi pada magic com di sudut dapur itu.


Tuan rumah yang baik semuanya sudah disiapkan ada nasi, telur ada mie goreng juga satu dus di atas kulkas, tau aja kita para pengembara lapar hehehe.


Batin Caca sembari menggoreng telur dadar tanpa menyadari kehadiran seseorang disana.


Rendi yang sudah berada di pintu dapur mengamati punggung Caca dengan seksama sambil sesekali tersenyum.


***


bersambung...


Happy Reading...

__ADS_1


Jangan lupa Vote, like dan komennya


😘😍😊


__ADS_2