Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Lie Detector


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


****


"Yeaaayyy Happy anniversary mama papaku." ucap Rani dan Anto yang datang membawa kue surprise untuk kedua orang tuanya.


"Makasih sayang, semoga kita semua yang disini selalu diberi kebahagian yak." jawab Mama Devi memeluk Rani dan Anto.


"Nah yuk kita bakar-bakaran." ajak Anto.


"Tawuran kali ah bakar-bakaran hahhaha." ucap Caca.


Kok gue masih baper si Ca liat elo ketawa gitu duh gimana cara gue ngilangin elo yang nge lem dihati gue ini.


batin Rendi.


Ah bahagianya Mama Maya dan Papa berpelukan, Tante Devi dan Om Ferdi juga ada Rani sama Nando juga bikin baper tinggal gue deh sama Anto dan Rendi. Hmmm kalo aja gue sama Rendi...pasti... ah sudahlah... pandanglah langit cerah itu Ca, bulan pun tersenyum pada mu, bahagia lah malam ini.


Batin Caca menyemangati diri sambil memutar kambing guling diatas perapian.


"Gue bantu Ca." Nando mendekat kearah Caca mencoba mengambil alih mekutar kambing guling tersebut.


"Gak usah Ndo gue bisa kok." tolak Caca.


"Ca siapin bumbu aja gih dimeja sama Rani, biar ini aku aja."


Ucap Rendi dengan sorot mata tajam kearah Nando dan Nando tersenyum getir.


Mereka semua bersuka cita menghabiskan malam bersama dengan makan kambing guling, jagung bakar serta minuman kaleng. Mereka bernyanyi dan saling bercanda sampai mereka lelah dan pergi tidur kekamarnya tersisa Rani, Nando, Caca dan Rendi.


"Eh main alat Lie Detector yuk gue belom ngantuk nih." ajak Rani.


"Duh sayang udah setengah satu lho tidur aja yak." Nando merajuk.


"Ayo main Ran, gue juga belom ngantuk." jawab Caca.


"Oke deh kita main, elo bro mau main juga?" sahut Nando seketika dan bertanya pada Rendi.


"Oke siapa takut." jawab Rendi.


"Kita suit ya, tu wa gambreng." ucap Rani.

__ADS_1


"Elo mau suit apa gambreng nih?" tanya Caca agak sewot.


"Hehehe hompimpa gambreng yuk, tu wa ga ..."


"Nah Nando kalah, siap tangannya yak. gue mau nanya, mmm elo setia gak sama gue?" tanya Ranim


"Oh ya pasti setia dong say.... aaawwww." Nando tersengat Lie Detector.


"Ahh kamu boong tuh buktinya." Rani memukul bahu Nando.


"Rusak kali ni alatnya." Nando berusaha mengelak.


"Udah ah giliran elo Ran." Caca menunjuk Rani.


"Hmmm okeh ayo mau tanya apa?" tanya Rani


"Elo lebih percaya pacar apa sahabat?" tanya Caca ke arah Rani.


Rani sempat terdiam sejenak mengangkat tangan nya tak yakin lalu menaruhnya kembali dialat itu.


"Gue pilih sahabat." jawab Rani.


Ting tong


"Ahhh so sweet, Nando denger kan dia lebih milih gue daripada elo." ejek Caca ke arah Nando.


"Hiss coba sekarang elo Ca." tantang Nando dengan wajah smirk nya.


"Oke, mau tanya apa?" tanya Caca.


"Aku tanya kamu masih sayang aku gak?"


sahut Rendi dengan cepat.


Caca mengangkat tangannya dari alat tersebut melirik ke Rani sebentar lalu menatap Rendi.


"Enggak... kak..." alat tersebut tak bereaksi lalu


"Awwwwwww, Gilak sakit banget ini."


Rendi menutupi wajahnya tersenyum senang saat itu.


"Hahahha... ckckckck Caca Caca... coba sekarang elo Ren." ucap Rani.

__ADS_1


Caca tertunduk malu dan masih mengibas tangannya yang sakit kesetrum alat tersebut.


Rendi siap menaruh tangannya ke alat tersebut.


"Ren elo masih sayang tuh Ono tuh?" tanya Rani mencondongkan bibirnya kearah posisi Caca .


Rendi paham maksud Rani dia tersenyum dan menjawab "Selalu sayang lah."


Ting tong


Rendi berakata jujur.


"Tunggu bentar gue gak ngerti ini adek Kaka sayang sayangan maksudnya apa yak?"


Nando mencoba bertanya karena tak mengerti dengan situasi barusan.


"Bawel ah tinggal main aja ribet." celoteh Rani.


"Gue ngantuk ah mau masuk kamar, gue duluan yak." Caca mengucap dengan menundukkan kepalanya lalu berdiri menuju kekamar, terlihat raut wajah sedih disana.


"Oke lah gue juga udahan nih yang beresin yak." Rani menyerahkan alat tersebut ke arah Nando.


Rendi masih berdiri terdiam memandang langit dan betapa terkejutnya ia mendapati seberkas sinar bintang jatuh saat itu.


"Eh ada bintang jatuh, make a wish dong bro." ucap Nando menepuk bahu Rendi.


"Masih percaya elo yang kaya gitu?" Rendi memasang muka nyinyir.


"Ah elo mah gak asik gue cabut ya ke kamar, duluan bro."


Nando pun berlalu dan Rendi masih memandang langit.


"Kalau kebahagiaan buat gue itu ada semoga ada keajaiban buat gue dan Caca."


gumamnya.


***


bersambung


Happy Reading


Jangan lupa Vote, Like dan Komen

__ADS_1


😘😘😘


__ADS_2