
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
"Gila broooo pemandangan elo sadisss..." Anto terpana memasuki rumah yang disewa Rendi.
"Kolam renang kolam renang beb, parah elo Ren, kenapa gak bilang punya rumah kaya gini." sahut Rani yang ikut terpana dengan keadaan rumah Rendi.
"Bukan rumah gue tapi sewa. Nah kalian seharinya 200 ribu yak belum termasuk makan itu juga."
Semua mata mengarah ke arah Rendi tak percaya.
"Biasa aja dong pada mandangnya, becanda gue barusan ya elah." Ucap Rendi.
"OOOOOhhhh...." kompak Rani, Ivan, Caca dan Anto berucap.
"Masak yuk Ca, ada bahan gak Ren?" tanya Rani.
"Emmm kayak nya Kellya kemaren belanja deh coba liat sana di kulkas." sahut Rendi sembari menunjuk arah dapurnya.
"What...??? Kelly??? elo tinggal bareng?" Rani bersiap melempar Rendi dengan bantal kursi yang dipegangnya.
"Eh sorry... gak lah masa gue tinggal bareng, dia cuma suka main kesini masakin gue." jawab Rendi.
Ada kelegaan di hati Caca kala mendengar ucapan Rendi meski ia berpura-pura tak menyimaknya dan berlalu mencari arah dapur.
"Yudah gue masak dulu sama Caca ya kalian sana jauh-jauh." Rani menyusul Caca ke dapur.
***
Suasana seru itu tercipta lagi mereka saling bercanda, tertawa, bermain truth and dare dan saling mengejek satu sama lain.
"Kak mama mau ngomong." Caca mengulurkan ponselnya pada Rendi dia sengaja menghubungi mama Maya agar menghilangkan ke khawatiran nya tentang keberadaan Rendi.
__ADS_1
Rendi enggan menerima ponsel itu tapi melihat tatapan tajam Caca dia takut juga dan mereka akhirnya berbicara lagi setelah sebulan lamanya Rendi menghilang.
"Lega kan...kangen juga kan sama Mama?" tanya Caca setelah menerima ponselnya.
Rendi mengangguk lalu menarik Caca ke pelukannya.
Hati Caca ingin menolak namun raganya tak bisa menolak, Caca membiarkan Rendi mendekapnya cukup lama sampai Rani tersenyum senang melihatnya.
Ting Tong... Ting Tong...
"Elo nunggu tamu Ren?" tanya Rani.
"Enggak, siapa yak kira-kira." Rendi melepas pelukannya dan pergi mengarah ke pintu depan.
"Loh Hei what are you doing in here?"
Rendi bensr-benar muak mendengar suara orang itu, seorang pria yang berada di depannya penghalang kebahagiaan dia dan Caca.
"Hi Kev, ini rumah gue, Elo mau ngapain kesini?"
"Loh tadi Ivan share lock lokasi kamu jadi aku pikir ini hotel atau rumah yang dia sewa, boleh masuk?"
"Hai Caca... I Miss you so much." Kevin yang melihat Caca langsung memeluknya.
"Iya iya tolong lepas Vin." ucap Caca melepas pelukan Kevin.
"Kok dia bisa sampe sini beb?" tanya Rani ke Ivan.
"Dia bilang lagi di Bali jadi mau mampir kasih kado ke kita terus aku sharelock ke dia, hehehe." ucap Ivan polos yang di balas dengan tinju bertubi-tubi dari Rani ke bahunya.
"Kamu bikin buyar rencana ku padahal udah dikit lagi tadi uughhh." gerutu Rani.
"Baby aku datang aku ba.....wa..., loh kok banyak orang dirumah kamu?" Kelly datang membawa sekotak kue ditangannya.
"Kok bisa masuk mbak wuihh masuk dari mana?" tanya Anto iseng ke Kelly.
__ADS_1
"Aku kan tau kode masuk pintunya jadi udah biasa langsung ke dalam sini." sahut Kelly.
Mata Kelly dan Kevin bertemu saling pandang dan akhirnya terucap dari bibir Kelly.
"Hi Kev, long time no see."
"Hi Kell." ucap Kevin membalas sapaan Kelly.
"Kalian saling kenal?" tanya Rendi.
"Iya dia temen lama aku waktu di Australi." jawab Kelly mencoba merangkul pinggang Rendi.
"Ohhh gitu."
"Kamu nginep di sini Ca?" tanya Kevin ke Caca.
"Iya bareng-bareng."
"Aku boleh ikut gabung?" Kevin membelai rambut Caca yang duduk di sofa sementara dia berada di pinggir sofa.
"Enggak...!!! soalnya penuh, kehotel aja gih mendingan." Sahut Rani.
"Gabung bentar mah boleh beb, tapi kalo nginep ya dia ke hotel gimana, oke kan Ren?" tanya Ivan ke arah Rendi yang dibalas anggukan Rendi terpaksa mengiyakan.
Sepanjang malam terlihat Kelly yang selalu tak mau lepas dari Rendi membuat Caca risih melihatnya ditambah lagi hal yang sama juga dilakukan Kevin yang selalu berusaha membelainya dan memeluk Caca namun Caca selalu menghindar.
Sementara Ivan dan Rani asik bermesraan dan berangkulan di sudut sana sambil memandang bulan dengan bahagia.
"Haaaaahhh nasib jadi obat nyamuk ya gini nih, mending gue tidur lah." gerutu Anto.
***
Bersambung...
Happy Reading...
__ADS_1
Jangan lupa Vote Like dan Komennya..
😘😘