Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Rani and Ivan's Wedding


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


*****


"Saya terima nikah dan kawinnya Maharani Dewi Affandi binti Ferdi Ahmad Affandi dengan mas kawin seratus gram emas 24 karat di bayar tunai."


ucap Ivan dengan satu nafas di hadapan penghulu dan ayah Rani.


"Sah pak, sah..?" tanya pak penghulu


"SAH.....!!!" di jawab oleh seluruh tamu dengan kompak.


"Alhamdulillah..." ucap pak penghulu.


Rani mencium punggung tangan Ivan lalu Ivan mencium kening Rani.


Lalu Rani dan Ivan mengikuti prosesi sungkeman pada para orang tua dan sahabat-sahabat disana.


***


Pesta pernikahan pun dimulai meski hanya sederhana sesuai permintaan Rani agar menyelenggarakan pesta kebun namun para tamu sangat menikmatinya.


"Hai Rani selamat ya." ucap Nayla mengulurkan tangannya.


"Kok elo dateng? gue kan gak ngundang Lo." tanya Rani.


"Aku Beb yang undang dia." sahut Ivan.


Nayla tersenyum sinis pada Rani lalu menghampiri Rendi dan menggandeng lengannya.


Di sudut sana ada Caca yang berusaha menghindari sikap romantis Kevin.


"Nah kapan nih gantian?" tanya Papa Adi pada Kevin.


"Soon om, soon aku udah bilang Daddy sama mommy buat ngelamar Caca secepatnya." jawab Kevin tersenyum merangkul bahu Caca.


"Hah, soon? pacaran aja baru." Caca menepis rangkulan tangan Kevin.


Papa Adi dan Mama Maya hanya tertawa melihat kelakuan Caca yang selalu risih menghindari Kevin.


"Nah buat para jomblo yuk maju ke depan panggung, gue mau lempar bunga nih." ucap Rani dari atas panggung.

__ADS_1


Para tamu gadis pun berebut ke area depan panggung. Mama Maya mendorong paksa Caca untuk ikut dan Caca akhirnya menurut. Ada Anto disamping Caca yang ikut mengharapkan mendapat seikat bunga dari Rani.


"Emangnya cewe doang yang boleh antri begini gue juga boleh kan?"


Bisiknya mengedipkan mata kanan nya ke Caca.


Rani membelakangi para pemburu ikatan Bunga yang berada ditangannya itu.


"Siap ya... satu... dua... ti... ti... tigaaa."


Seikat bunga itu mendarat tepat ditangan Caca.


"Wuihhh nyusul nih bentar lagi." sahut Anto.


"Soon segera doakan yak." sahut Kevin yang datang lalu merangkul pinggang Caca dari arah belakang.


Rendi menjauh dari kerumunan tamu itu dengan perasaan kalutnya.


"Semuanya tes tes tes... gue persembahkan sebuah lagu buat kamu ya kamu." Anto naik keatas panggung dan menunjuk ke arah Nayla.


Nayla menutup wajahnya yang malu jadi bahan tontonan para tamu undangan dan mencoba bersembunyi.


"Nayla this song is for you."


Lantunan lagu Jhon Mayer di nyanyikan merdu dan romantis oleh Anto.


Anto turun dari panggung menghampiri Nayla dan menariknya untuk berdansa. Di susul Ivan yang mengajak Rani berdansa lalu Kevin yang menarik Caca berdansa. Para tamu pun akhirnya banyak yang mengikuti berdansa berpasangan ke area dansa.


Mereka bertukar pasangan dansa dan saling tertawa. Papa Adi bertukar dansa dengan Caca, Rani dan Kevin, Ivan dan Mama Devi, Mama Maya dan Anto dan seterusnya saling bergantian pasangan berdansa menikmati alunan lagu yang di perdengarkan.


Rendi hanya memperhatikan gerak gerik Caca, di sudut meja sana Rendi lalu nekat membuka sebotol wine yang di sediakan pihak event organizer, meminumnya segelas.


Rendi membanting segelas wine itu sesuatu mengalir di darahnya yang membuatnya kehilangan akal sehatnya. Rendi berjalan agak gontai menuju kearah Caca.


Rendi mengambil alih Caca yang sedang berdansa dengan Anto.


Kevin yang berdansa dengan Mama Maya kini memperhatikan gerak gerik Rendi.


"Kak, kamu mabok yak?" tanya Caca.


Rendi hanya tersenyum memeluk Caca erat dalam tarian dansanya. Rendi sudah menaruh kepala Caca di dadanya.


"Kamu pasti rasain detak jantungku ya kan Ca?"

__ADS_1


Caca terdiam. Lalu Rendi melepas pelukannya dan menaruh tangan Caca di dadanya.


"Selalu ada kamu disini Ca, selalu." ucap Rendi.


Rani berhenti berdansa dan memperhatikan kejadian di sampingnya itu. Bukan hanya dia banyak pasang mata yang juga aneh menyaksikan kejadian itu.


"Kak, kamu gak bisa lakuin ini ke aku, kita gak bisa kak."


Ada kesedihan terdalam di ucapan Caca, ucapan yang membuat Rendi semakin berani bertindak dan langsung ******* bibir Caca didepan semua para tamu.


Semua mata terkejut melihat pemandangan itu Papa Adi dan Kevin berusaha untuk memisahkan Rendi dan Caca.


PLAK...!!


Papa Adi menampar pipi Rendi, sementara Caca menangis di pelukan Ivan.


"Kamu jangan kurang ajar Ren!" bentak Papa Adi.


"Aku kurang ajar? iya aku memang selalu kurang ajar di mata Papa ya kan mah?"


Rendi melirik ke arah mama yang masih shock menutup mulutnya karena melihat kejadian barusan.


"Itu adikmu Ren!!!" ucap Papa Adi dengan nada jengkel.


"Adik yang mana pah? adik yang mana?"


Rendi berusaha untuk tetap berdiri dengan kakinya yang gontai.


Rendi menunjuk ke arah Caca mengumpulkan keberanian di alam bawah sadarnya untuk menegaskan dengan ucapannya .


"DIA BUKAN ADIKKU...!!!"


Caca terbelalak mendengar teriakan Rendi yang menggema karena tak ada lagi lantunan musik saat itu seolah ingin menyimak apa yang terjadi ditengah area dansa itu.


semua mata kini tertuju pada sosok Rendi yang lalu pergi menghilang dengan langkah gontai meninggalkan pesta pernikahan Rani dan Ivan.


Rendi tak peduli lagi dengan apa yang akan terjadi dengan ayahnya nanti hatinya sudah muak menahan semua perasaan yang akhirnya terluapkan hari ini.


***


Bersambung


Happy Reading...

__ADS_1


jangan lupa Vote Like dan Komennya...


😊🤗😀


__ADS_2