Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Ruang Rahasia


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


*****


Pagi itu Rendi menjemput Caca tepat pukul tujuh pagi lalu melajukan mobilnya menuju galeri nya.


"Sarapan dulu yuk, bubur ayam abah gaul depan sana enak loh." ajak Rendi.


"Abah gaul? lucu namanya." ucap Caca.


"Iya abah gaul, abahnya gaul banget dia fans BTS sama Blackpink lho, kpopers." jawab Rendi sambil menggandeng tangan Caca kearah warung bubur ayam Abah Gaul di sebrang Galeri.


"Abah pesen dua ya kayak biasa." ucap Rendi dengan menunjukan dua jari tangannya ke penjual bubur.


"Siap Aden... wuidih cakep bener ini cem cemannya, mirip Rose Blackpink den." goda si Abah pada Rendi.


Caca yang mendengar itu tersipu malu dan duduk di sudut warung, Rendi datang duduk disampingnya sambil membawa dua teh botol ditangannya.


"Bisa aja ih si Abah aku jadi malu." ucap Caca tersipu.


"Bener neng, baru ini saya liat aden Rendi bawa cewe cakep kesini selama sebulan galeri itu buka." ucap Abah menaruh mangkuk pesanan mereka dimeja.


"Emang biasanya bawa cewe gak cakep ya Bah?" tanya Caca antusias.


Duh Rendi mencubit tangan Caca dengan pertanyaan anehnya itu.


"Ya gak pernah sih neng biasanya sendiri aja." ucap Abah sambil mengedipkan satu matanya.


hadeh selamet gue untung Abah gak ngomong macem-macem. batin Rendi

__ADS_1


"Tuh kan kedip kedipan ih Abah boong." ucap Caca yang memperhatikan kedipan Abah.


"Udah udah stop buburnya dimakan nanti dingin, si Abah lagian udah balik lagi sana tuh banyak yang antri." Rendi buka suara sambil berusaha menyuapi Caca namun Caca malu dilihat orang banyak jadi Caca menolak suapan Rendi.


Mereka makan dengan lahap dan tenang.


***


"Mana ruangannya yang katanya kejutan buat aku?" tanya Caca penuh selidik.


Rendi menarik tangan Caca menuju lantai atas tempat ruangan kerjanya.


"Ini ruangan kerjaku yuk masuk!" ajak Rendi.


Caca ragu untuk masuk dan menahan tangan Rendi.


"Aku takut tau, kata mbok Nah kalo cuma ber duaan nanti ada setan yang godain aku takut nanti didalem ada setan gimana?"


"Ampun deh neng bukan gitu maksudnya." ucap Rendi menepuk jidatnya.


"Maksudnya?" tanya Caca lebih detail.


"Udah ah masuk dulu sini, tuh liat disudut sana." tunjuk Rendi ke arah sudut ruangannya.


"Whaaahhhh!!! bagus banget lukisannya ada tiga, kok mirip aku semua ya?" tanya Caca.


"Itu emang kamu sayang, itu kamu yang aku lukis dari kita pertama kali ketemu kamu selalu ada dipikiran aku." jawab Rendi.


"Aaahhhh so sweeeeettt ih." ucap Caca sambil mencubit pinggang Rendi.


"Kenapa ruangan ini rahasia ini keliatan kok disudut ruangan kamu?" tanya Caca

__ADS_1


"Rahasia lah belom ada yang tau, biasanya aku kasih tirai jadi tertutup sudut ini, semalem aku buka kan mau aku tunjukin kekamu." jawab Rendi.


"Ohhhh gitu, terus pulang jam berapa semalem?" tanya Caca mulai menyelidiki aktivitas Rendi semalam.


"Abis telpon kamu langsung pulang tanya aja ke mama kalo gak percaya." jawab Rendi mulai agak kesal lalu memeluk Caca dari belakang, Caca terkejut saat sedang memandangi lukisan Rendi.


Caca membiarkan tangan kuat Rendi melingkari pinggangnya. Sesekali Rendi memberi kecupan di kepala Caca.


"Lepas ah nanti ada orang liat malu kan, siapa tuh pak Parno iya asisten kamu." kali ini Caca berusaha membuka pelukan Rendi tapi malah semakin erat.


Rendi menoleh kearah jam yang menunjuk angka pukul delapan, harusnya sih Pak Parno memang sudah datang jam segini.


"Kalau Pak Parno dateng paling bebenah lantai bawah dulu." ucap Rendi lalu membawa Caca kearah sudut dan menyandarkannya ke dinding.


Kedua mata mereka saling menatap dan wajah mereka sangat dekat sehingga dapat merasakan nafas satu sama lain.


"Kalau mojok disini gak keliatan sama orang yang masuk keruangan ku kan." ucap Rendi lirih di telinga Caca.


Caca menunduk malu dan tak bisa berkata apa-apa menjawab Rendi.


Kedua tangan Rendi mulai meraih pipi Caca dan membawa wajahnya makin mendekat.


Rendi lalu menempelkan bibir basahnya ke bibir Caca dan mengecupnya. Caca tak bisa lagi menolak bahkan tak ingin menolak malah.


Mereka saling berbalas ciuman yang menggairahkan. Rendi memberanikan diri menciumi leher Caca yang putih itu dan berusaha memberi tanda kepemilikan pada leher mulus Caca namun sebelum dia melakukan nya terdengar suara perempuan masuk membuka pintu ruangan...


"RENDI...!!! dimana elo?"


Brukkk...!!! Caca mendorong Rendi tiba-tiba sampai jatuh duduk dilantai dan terlihat oleh perempuan itu.


"Hah..!!! elo Nay..."

__ADS_1


***


bersambung...


__ADS_2