Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Tikus Hotel


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


*****


Pukul satu dini hari Caca terbangun karena tenggorokannya terasa tercekat dan ia butuh minum.


Dicarinya botol minum air mineral dalam kulkas hotel itu dan saat dia meminum terdengar suara aneh dari kamar mandi.


"Apa ya? apa hantu ya?" Caca merinding seketika rambut halus di tubuhnya meremang ketakutan.


"Aduh jadi mau pipis lagi." gumamnya.


Ditengoknya Rendi yang terbaring di sofa. Caca mencoba menyentuh pipi Rendi namun dia hanya menggeliat. Ia mencoba menyentuh bibir Rendi dan Caca tersenyum, ternyata kakaknya ini tampan juga batinnya. Kembali lagi ke pikiran Caca mau pipis, dia mencoba menggoyangkan bahu Rendi "kaaakk... kaaakkk..." ucap Caca membangunkan Rendi yang hanya di ajsab dengan "Hmmmm"


Caca mencoba mengulangi lagi dengan menggoyangkan bahu Rendi lebih kencang namun kali ini Rendi malah menariknya dan membawanya ke pelukan erat Rendi di atas sofa.


"KAKAK...!!" Caca mencoba meronta dan menyikut perut Rendi kencang.


"Awww..." Rendi mengerang dan


BRUK...!!! mereka terhempas ke lantai.


"Kenapa sih Ca?" tanya Rendi yang masih menguap dan mengucek matanya.


"Anterin Caca pipis" Caca memohon dengan mata ala puppynya itu.


"HAH...!!" Rendi terkejut dan tak bisa berkata apapun mendengar permintaan Caca itu.


"Aku mmm takut kak, tadi ada suara aneh di situ." Caca menunjuk ke arah kamar mandi.


Sebenernya Rendi juga merasa agak takut apalagi dengan hantu namun masa iya dia juga harus takut. Rendi berusaha menunjukkan dia berani dengan melangkah ke kamar mandi. Ditendangnya pintu kamar mandi pelan coba menengok ke dalam dengan Caca berada dibelakangnya memegangi kaus Rendi.

__ADS_1


"Gak ada papa Ca."


"Yakin...?"


"Yakin... udah sana pipis aku tunggu di sini."


Caca masuk perlahan ke kamar mandi dan mencoba membuka celana nya duduk di closet namun sebelum itu ia teringat sesuatu dihadapannya itu.


"Eh iya lupa kakak tutup mata!"


"Tutuplah pintunya!"


Caca menutup pintu kamar mandi dan


"Aaaaaaaaa tikus....!!!" Caca berlari keluar kamar mandi.


Rendi yang terkejut ikut berlari di belakang Caca ke duanya naik keatas kasur bersama.


"Kakak itu tikus nya di usir malah ikut naik."


"Room service, you should be here, why three ia a rat in my bathroom?" ucap Rendi dengan kesal.


"Oh really we will be right away." jawab suara dari telpon itu."


"Hmmm katanya cuma tikus, taunya nelpon room service." ejek Caca.


"Lah mereka harus tau dong kalo di kamar mandinya ada tikus, gak beres namanya gak bersih." ucap Rendi mengelak tuduhan Caca kalo dia takut.


"Haalaah bisa aja, duh kebelet lagi mau pipis lama banget datengnya."


Tok tok tok


Akhirnya Room service nya datang dan menangkap tikus pengganggu dari kamar mandi.

__ADS_1


"We really sorry Sir, it wil never happened again, Good night ." ucapnya seraya menutup pintu pergi dari kamar Rendi dan Caca.


"Dah sana pipis!" perintah Rendi.


"No way... coba liat dulu dalam sana kak."


"Ya ampun Ca, udah gakda kan kamu tadi liat sendiri tikusnya dibawa."


"Tadi kan cuma satu, kalo nanti ibunya, anaknya pak denya budenya dan sodara yang lain pada dateng gimana?"


"Ah tau ah." Rendi mencoba merebahkan tubuhnya di sofa namun Caca menarik tangannya menemaninya masuk kedalam mandi, paling tidak sampai hatinya tenang dari rasa takut


"Diam disitu madep sana tutup mata!" perintah Caca.


Apa apaan ini masa gue dengerin aliran air buang hajatnya si Caca duh makin hari otaknya geser nih.


Batin Rendi.


"Dah beres, aku cuci tangan dulu ya, makasih kakak." Caca mengucap manja kata-katanya itu.


"Ya udah sana tidur lagi besok pagi kita gantian sama mama jagain papa." sahut Rendi.


Caca mengangguk lalu menerima belaian halus tangan Rendi di atas kepalanya dan


CUP


Rendi mencium kening Caca mengucap "Selamat Malam" lalu merebahkan tubuhnya di sofa dan menutupinya dengan selimut.


Wajah Caca merona merah menerima perlakuan manis Rendi kala itu untung lampunya sudah meredup jadi Rendi tak melihat rona wajahnya.


Jadi dia kakakku atau bukan yak? Bahkan sekarang aku berharap dia bukan kakakku, namun kata papa... ah sudahlah hentikan hayalanmu itu Ca.


Batin Caca kembali ke ranjang nya untuk bermimpi.

__ADS_1


*****


bersambung


__ADS_2