
Sebelum membaca hayo jempol nya di klik dulu tanda like itu lho, masukin ke favorit, terus komen terus di vote hehehehe...
Oh iya rate bintang lima juga ya...
Happy Reading...
*****
Sesampainya Anto di rumah ia melihat Rani yang menyusui secara barbar di ruang tamu.
"Assallamualaikum..." ucap Anto saat memasuki rumah.
"Kumsalam..." sahut Rani sambil berbaring di kasur lantai sambil menyusui ibunya.
"Astagfirullah... Udah jawab salam gak bener, mana barbar banget cara lo nyusuin anak lo, hadeh... malu kali di liat gue!" ucap Anto menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Udah sih ketimbang lewat doang aja ribut, sana cepet masuk kamar!" perintah Rani, Anto langsung pergi menuju kamarnya.
"Raniiiiiiiii, astagfirullah itu cucu mami diapain?" mami Devi berteriak kepada Rani saat kembali dari pengajian di rumah bu RT.
"Apaan sih mi? aku lagi nyusuin heboh banget," sahut Rani.
"Itu kepalanya miring-miring gitu nanti tengleng kepalanya, aduh ini anak ya bener-bener kalau dibilangin orang tua," ucap mami Devi menjitak kepala Rani.
"Ih mami mah sakit tau, udah sukur Rani susuin, udah ah males nih mami lanjutin nyusuinnya,' ucap Rani lalu meninggalkan bayi Marcella begitu saja.
"Yaa Allah, Raniiiiiiiiii....!!" pekik mami Devi yang sangat gemas dengan kelakuan Rani.
"Kenapa mi? mulai lagi ya si Rani ngedebus?" tanya Anto yang keluar dari kamarnya setelah berganti baju.
"Ngedebus? apaan sih maksud kamu?" tanya mami Devi.
"Itu loh yang gejala emosi ibu abis melahirkan yang benci sama anaknya yang waktu itu kak Caca ceritain," sahut Anto.
"Ih bukan ngedebus aduh apa ya deblus deblus gitu deh kayaknya," ucap mami Devi.
"Ya apalah namanya itu, pokoknya maksud kita sama, emang begitu lagi tuh bocah?" tanya Anto.
"Tau ya, padahal mami udah seneng banget dia ngurusin Cella, kayaknya mami rukyah nanti tuh anak, biar setan dalam tubuhnya menghilang, hush hush sanaaaahhh." ucap mami Devi ala ucapan incess Sarinem selebriti terhits di eranya.
"Ya mending gitu di rukyah hahaha, laper mi, mami masak apa?" tanya Anto.
"Mami gak masak, coba tanya Rani?"
Anto langsung mengetuk pintu kamar Rani.
"Kak...Kak Rani wooooiii cumi asin...!!!"
Anto membuka kamar Rani, ternyata ibu muda itu sudah terlelap di atas ranjangnya dengan nada mendengkur.
"Yeeeee dia ngorok..." ucap Anto.
"Pesen makanan pakai ojek online aja gih!" perintah mami Devi.
"Kaga ada saldonya mami..."
"Minta Ivan gih pesenin!" perintah mami Devi.
Anto mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Ivan via sambungan video whatsapp.
"Kenapa sih Nto, mana pakai video lagi nelpon gue?" ucap Ivan menerima sambungan telepon dari Anto.
"Ivaaaaaaaannnn...!!!" pekik mami dengan wajah yang muncul di layar ponsel Ivan membuat lelaki itu terkejut dan melempar ponselnya.
__ADS_1
Ponsel Ivan tertangkap oleh sekretarisnya.
"Ih si bapak, hapenya kok di lempar, halo hakiki," Inez si sekertaris Ivan menyapa mami Devi yang muncul di layar ponsel Ivan.
"Siniin Inez, itu mertua saya!" Ivan meraih ponselnya dari tangan Inez.
"Oh maaf pak, aku gak tau hehehe." Inez segera pergi dari hadapan Ivan kembali ke meja kerjanya.
"Heh ngaku sama mami itu siapa?" tanya mami Devi dengan mata melotot ke arah Ivan.
"Mami jangan salah paham dong, itu kan sekertaris aku, ada apa sih mi?" tanya Ivan.
"Pesenin mami ayam bekakak, sayur asem, tempe tahu, lalapan sambel gitu ya." pinta mami Devi.
Anto meraih ponselnya.
"Pesen pizza aja, apa ayam goreng krispi gitu kak," sahut Anto.
"Ah pusing ah, bukannya pesen sendiri."
"Saldo gue kaga ada kak..."
"Nih yang kaya gini nih sekongkol nih, ujung-ujungnya minta saldo nih sama gue ya kan?" tebak Ivan.
"Hahaha... tau aja lo kak, ya udah kirimin ya."
tut...tut...tut...
"Eh buset hape gue di matiin," gumam Anto.
Hubungan telepon mereka terhenti.
"Gimana Nto, udah pesen?" tanya mami Devi sambil mengolesi krim anti nyamuk pada bayi Cella.
Anto mengecek saldo di aplikasi yang di kirim Ivan.
"Astagfirullah dia transfer cuma cepe, ini mah gak cukup mam buat kita berdua." ucap Anto.
"Ya udah pesen punya mami aja, ayam bakar dua potong paket sama sambel sama lalapan , terus sayur asem seporsi, tempe tahu udah itu aja, sini mami yang cari warung makan yang ayam bakarnya enak," ucap mami Devi.
"Yah mami tetep gak cukup saldonya, kan ada kak Rani juga." sahut Anto.
"Sini mami telpon Ivan lagi."
Tak berapa lama kemudian tambahan saldo segera datang di ponsel Anto.
***
Di galeri milik Rendi, beberapa kolektor lukisan datang untuk mencari koleksi terbarunya di sana.
"Hai aku Michelle," ucap seorang wanita berambut merah maroon sambil mengulurkan tangannya pada Rendi.
"Halo aku Rendi, pemilik galeri di sini," sahut Rendi membalas jabatan tangan gadis itu.
"Wah kebetulan banget, aku suka banget sama dua lukisan yang di sana itu, aku mau ya." pintanya.
"Boleh... silahkan hubungi asisten saya ya nanti setelah pembayaran di selesaikan akan kami kirim lukisan anda," sahut Rendi.
"Panggil Michelle aja, biar enak gitu, oh iya aku minta nomor telepon kamu ya," pinta Michelle.
"Oh iya Michelle, ini kartu nama saya." Rendi Menyodorkan kartu namanya pada gadis berambut merah maroon itu.
"Oke Rendi makasih ya nanti aku hubungi kamu ya."
__ADS_1
Rendi tersenyum lalu pergi meninggalkan Michelle.
Ponsel Rendi berbunyi ketika itu.
"Halo... Kenapa Nay?" tanya Rendi.
"Kak Caca nih hapenya low bat katanya mau ngomong sama kamu," sahut Nayla.
"Emang kalian lagi di mana?" tanya Rendi.
"Aku lagi spa sama kak Caca," sahut Nayla lalu menyerahkan ponselnya pada Caca.
"Kenapa Yang?" tanya Rendi.
"Tadi kan aku lihat mbak terapis nya bawa cendol item ya, terus aku mau yang," jawab Caca.
"Ya udah entar pas aku pulang aku cari cendol item di mana yang jual, terus aku beliin," ucap Rendi.
"Aku maunya sekarang!"
"Di mana carinya sayangku...?"
"Pokoknya kata mbak nya gerobak gitu jualannya deket rumah dia, " ucap Caca.
"Rumah mbak nya di mana?" tanya Rendi.
"Di Kampung Asem."
"Astagfirullah itu kan jauh Ca, bisa dua jam lho aku sampe sana, kamu nyalon di mana sih?" tanya Rendi.
"Salon Kanjeng Mami itu lho."
"Aku ke salon aja satu jam, balik dari sana bisa sore nanti."
"Aku gak mau tahu pokoknya mau cendol item sekarang...!" sambungan ponselnya terhenti.
Rendi tergeletak lemas dan menyandar di tembok galerinya.
****
Bersambung guys…
Jangan lupa
follow akun aku ya.
Ikuti Giveaway nya juga ya...
Baca juga novel
terbaru aku berjudul “WITH GHOST”
Ramaikan disana
ya…
Jangan lupa
Like, Komen dan Vote.
Vie Love You All
My Lovely Readers…
__ADS_1