
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
****
Satu Minggu sudah papa di rumah Rendi ya rumah Papa juga sih. Entah kenapa hati Caca sudah lebih ikhlas menerima dengan keadaan ini meski belum seratus persen. Bu Maya juga memerintahkan Caca untuk memanggilnya Mama bukan Tante lagi.
Hanya foto keluarga yang belum lengkap menghiasi ruang tamunya, Caca selalu menghindar untuk diajak berfoto keluarga mungkin risih atau beberapa persen dihatinya belum ikhlas.
"Ca tadi pak Ferdi telpon ngundang kita ngerayain anniversary nya loh di Villa milik nya di daerah puncak itu."
Ucap Papa sembari dipijit kakinya oleh Caca di ruang keluarga.
"Papanya Rani?" tanya Caca.
"Iya kawan papa mana lagi yang namanya Ferdi kalo bukan dia." sahut papa.
"Tapi Papa kan belum sehat betul, nanti capek." ucap Caca
"Kan ada kamu, Mamah, Rendi ada keluarga Rani juga." sahutnya.
"Bentar pah, anniversary?" tanya Caca
Papa mengangguk.
"Yaa Allah aku lupa ulang tahun Rani kan berarti seminggu yang lalu." Caca menepuk jidatnya.
"kok Rani gak marah sama gue ya kalo gue lupa." gumamnya.
***
"Selamat datang Pak Adi di gubug saya."
Pak Ferdi menyambut Pak Adi dengan pelukan.
"Ini villa yang jauh dari kata gubug kok sangat asri dan berkonsep minimalis bagus."
ucap Ibu Maya tersenyum pada Pak Ferdi.
"Oh iya kenalkan ini istri saya Maya dan itu anak laki-laki saya Rendi, yang ini tau kan Caca putri saya paling cantik." Pak Adi merangkul bahu Caca.
Ibu Maya dan Rendi menjabat tangan Pak Ferdi.
__ADS_1
"Oh iya, itu Rani putri tercantik saya, itu Anto putra tertampan saya, dan ini istri tercantik saya Devi."
"Istri tercantik berarti ada lagi dong istri kurang cantiknya?" Sahut Ibu Devi sembari mencubit pinggang suaminya itu lalu menjabat tangan Pak Adi, Bu Maya dan Rendi.
"Caca apa kabar?" peluk Bu Devi pada Caca.
"Baik Tante." membalas pelukan Bu Devi.
"Eh eh jadi papa kamu nikah lagi yak, sama janda anak satu?" tanya Bu Devi pelan.
"Ehm ehm maaf Bu saya istri pertamanya dan itu anak laki-laki pak Adi dan saya bukan janda anak satu." Sahut Bu Maya saat mendengar perkataan Bu Devi dari arah belakang.
"Ma ma maaf kan kelancangan saya jeng." Bu Devi menundukkan kepalanya karena malu.
"Terlepas dari itu semua, sekarang saya juga mama nya Caca dan sudah menganggap nya seperti anak sendiri ya kan Ca?"
senyum Bu Maya merangkul bahu Caca dan membawanya ke dalam villa diikuti Rendi yang tersenyum ramah pada Bu Devi.
"Ran, mama gak ngerti deh jadi maksudnya mamanya Caca Bu Mira itu istri ke dua gitu apa gimana?" ucap Bu Devi menghampiri Rani.
"Ih mama kepo banget sih, nanti aku ceritain kapan-kapan gak usah bahas sekarang juga kenapa." bisik Rani pada mamanya sembari masuk ke dalam villa.
***
"Ran... maafin gue yak." Caca memeluk Rani setibanya di kamar villa.
"Lah ngapa ni bocah langsung melow." ucap Rani.
Rani lalu mengguncang bahu Caca secara spontan
"Heh jangan bilang kalo elo jadian sama Nando makanya minta maaf." Rani mencoba menggoda menuduh Caca.
"***...!!! lambemu cobek tanah! najis gue jadian sama Nando laki-laki bereng..."
Caca buru-buru menutup mulutnya takut keceplosan membuka aib Nando.
"Laki-laki apa maksudnya? HAH..!!" Rani sudah bertolak pinggang sekarang.
"Laki-laki mmmm laki-laki berang - berang maksudnya gitu." Caca mencoba tersenyum.
"Ah sendok kacang dasar! trus ngapain elo minta maaf?" tanya Rani.
Caca mencari sesuatu di tasnya dan taaaddddddaaaaaa ....
__ADS_1
"Maafin gue, soalnya gue lupa ngucapin ultah buat elo, nih." Caca mengulurkan kotak hitam berpita merah pada Rani.
"Apa nih?" Rani membuka kota tersebut dan
"Wooowww Channel rough lipstik sama pressed powdernya, Daebaakkk sobat gue ini." ucap Rani terkejut.
"Emmm gue pake kartu kredit Rendi, dia bayar cash tapi gue maunya nyicil 6 kali tapi kata dia suruh bagi dua patungan gitu kan gue ringan nyicilnya, jadi itu kado dari gue sama Rendi hehehhe." ucap Caca menjelaskan
"Aaaahahhhh co cwit banget sih kalian berdua beliin kado gue aja udah kaya nyicil hape." Rani memeluk Caca.
"Ran boleh tanya? kok elo gak marah gue lupa ultah elo?" tanya Caca perlahan.
"Alah masalah elo udah banyak cumi kutub ngapain gua marah lagian gue kan asik pacaran sama Nando." sahut Rani.
drit drit
Ponsel Rani bergetar lalu diangkat nya telpon dari Nando itu.
"Iya nanti aku isiin kuotanya, bentar aku kirim yak, lagi di villa buruan ke sini nanti malem acaranya, bye honey love you mmuah." ucap Rani.
"Hih merinding gue denger nya." sahut Caca.
"Ah kaya dulu gak mesra ditelpon sama Rendi aja." sahut Rani.
Caca tertunduk sedih jika ingat saat-saat indah itu.
"Eh sorry Ca, gue gak maksud gue.."
"Gak papa Ran, kan kata elo gue harus move on. Tapi maaf ya maaf nih kayanya Nando sering banget morotin elo?" tanya Caca penuh selidik.
"Ih kata siapa? kita saling gantian kok." sahut Rani.
"Oh semoga dia terbaik ya buat elo gak putus lagi berati dia cowok ke lima belas buat elo yak? hahahhahaha banyak yak." goda Caca .
"Sial loh emang gue yang mau apa baru seminggu putus sebulan putus ini lumayan lama loh 4 bulan semoga ini gak jadi mantan, yee gak?" ucap Rani.
"Iya amin." Caca menjawab ragu karena menurutnya Nando bukanlah pria yang baik untuk Rani.
***
Bersambung...
Happy Reading...
__ADS_1
Mohon Vote, Like dan Komennya yah 😊😊😊