
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
****
Operasi Papa Adi akhirnya berhasil namun beliau harus istirahat pemulihan beberapa hari kedepan.
Papa Adi juga sudah siuman pasca operasi nya. Ternyata dunia memang sempit Dr. Kevin adalah anak dari teman sekolah Papa Adi semasa papa bersekolah di Australia.
"Ternyata cita-cita si Jhonny itu berhasil membuat anaknya kelak menjadi seorang dokter Hahhahaha bagaimana kabar ayahmu nak?"
"Baik Om, He is Farmer now. Ladang gandum dan beberapa sapi penghasil susunya berkembang pesat." tutur Kevin.
"Wow That's amazing, your father is hardworker."
"Ya benar, I am so proud of him."
"Dia juga pasti bangga padamu nak lihat aku buktinya."
"Makasih om, cepat pulih kembali ya saya permisi dulu."
"Saya anter dokter." Mama Maya mengantar dokter ke pintu lalu dilihatnya di depan pintu sudah ada Rendi dan Caca yang membawa makanan serta baju ganti untuk sang mama.
"Hai dokter." sapa Caca.
"Hai..." Kevin ingin menjabat tangan Caca namun Rendi sudah mendahului menjabat tangan Kevin dan mempersilahkan Caca masuk kedalam serta Kevin kearah lift.
"Makasih ya dok." ucap Rendi.
"Papa..." Caca memeluk papa Adi.
"Nah gimana kalo nanti kita shopping sama kulineran Ca?" Mama Maya menawarkan.
"Wah seru tuh tapi gak apa nih pah?" Caca melirik Papa nya.
"Iya boleh tapi jangan lama-lama yak."
"Rendi temani papa ya nanti." minta Mama Maya.
Rendi mengangguk sambil membaca koran duduk di sofa ruangan itu.
"Kalian nginep dimana?" tanya Papa.
"Di hotel XX pa." jawab Caca sembari memakan biskuit cemilan dan menonton tv.
"Sekamar?"
__ADS_1
"Dua kamar lah pah." sahut Rendi buru-buru sambil melihat ke arah Caca memberi kode dengan kedipan matanya.
Memangnya kenapa kalo kita sekamar toh kita adik kakak. batin Caca.
"Mah ambilkan papa minum."
"Baik sayangku." goda mama Maya mengambil segelas air menyodorkan sedotannya ke arah mulut papa Adi.
"Aaaahhh so sweet..." celetuk Caca melihat adegan romantis orang tuanya itu.
***
Mama Maya memutuskan pergi setelah papa tidur, Rendi juga tertidur di sofa menunggu papanya itu.
"Kalau malam makanannya enak-enak disini banyak toko yang buka." mama menunjukkan pasar tradisional dan pusat kuliner tradisional kepada Caca setelah tadi puas berbelanja di sebuah plaza samping rumah sakit.
"Berat gak Ca belanjaannya?" tanya mama yang melihat Caca tampak lelah.
"Enggak kok, emangnya mama masih mau belanja lagi?"
"Sudah ah cukup makan dulu yuk terus ke rumah sakit lagi." tutur mama Maya.
Caca mengangguk menuruti kemauan mamanya malam itu.
"Mah beli itu buat Kak Rendi." Caca menunjuk kedai bubur ayam di sana.
"Wah iya dia kan suka banget bubur ayam tau aja kamu Ca." jawab mama.
"Jangan lama-lama ya mama tunggu disini cepetan, taro ja barang-barangnya disini."
"Oke."
"Cepetan ya Ca...!!" teriak Mama Maya mengingatkan Caca.
Mama memutuskan untuk memesan taxi online namun sudah hampir setengah jam Caca belum juga muncul.
Mama mulai panik dan menelpon Rendi.
Rendi terkejut mendengar Caca yang hilang tak kembali di lihatnya papa masih tertidur pulas lalu dia diam-diam keluar dan menitipkan papa pada suster.
Rendi bertemu dengan mama akhirnya lalu menyuruh mama untuk kembali ke rumah sakit dengan taxi onlinenya.
"Mama duluan aja ya biar Rendi yang cari Caca nanti Rendi kabarin." ucap Rendi.
"Cepet kabarin ya Ren, mama khawatir sama dia mana rame gini."
Rendi mengangguk mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto Caca pada orang-orang sekitar sambil menuju ke toilet tempat Caca tadi berada.
__ADS_1
***
"Aduh aku salah belok nih, kok muter-muter gini aahhhh Caca pusing." Caca mulai panik mengetahui dirinya tersesat dicarinya ponsel di tas nya namun ternyata sialnya batre ponselnya low dan dia lupa membawa powerbank.
"Excuse me sir, tau rumah sakit mtXX?" tanya Caca pada pedagang disitu.
"Ah yu pesan taxi online go to itu hospital." ucapnya.
Haduh nenek-nenek alay juga tau kalo pesen taxi online juga sampe beres, lah ini hape gue lowbat gimana ini . batin Caca panik.
Seorang pemuda menghampiri Caca dan menawarkan bantuan untungnya bahasa Indonesia nya lancar. Namun kejanggalan terjadi pemuda tersebut malah semakin membawa Caca ke daerah yang lebih sepi.
"Mas, bang, kak, maaf ini dimana?" tanya Caca agak takut.
"Mau ke rumah sakit kan?" jawab pemuda itu
Caca mengangguk.
"Ikut aja dulu." perintahnya. Namun di seberang sana ada 3 orang pemuda lagi yang sedang menunggu bahkan satu orang lagi membawa botol minuman.
"Mereka siapa?" tanya Caca.
"Oh... nanti mereka antar kita ke rumah sakit." ucap pemuda itu meyakinkan.
Hati Caca makin kacau ragu dan tambah takut lalu dia berusaha untuk berjalan mundur menghindar namun pemuda itu sudah mencengkeram tangannya.
"Lepasin...!!! tolooonggg...!"
Tiga pemuda di seberang tadi makin mendekat mengerubungi Caca yang sudah menangis panik ketakutan.
"HEI LET HER GO....!! That is my girlfriend...!!" suara teriakan seorang laki-laki itu datang dari arah sudut gang sana dan ternyata suara dokter Kevin.
Caca langsung berlari memeluk Kevin saking takutnya.
"Sorry doctor, we just kidding."
Ternyata mereka kenal dengan dokter Kevin dan melangkah pergi.
Caca makin menangis kencang dipelukan Kevin, Kevin mencoba menenangkan dengan membelai rambut Caca.
Di sudut sana Rendi yang mencoba mengatur nafasnya yang masih tersengal-sengal karena berlarian seperti orang gila mencari Caca, kini menatap Caca yang sedang menangis memeluk Kevin.
***
Bersambung...
Jangan lupa Vote Like dan Komen
__ADS_1
Happy Reading...
😍😘🤗