
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
"Gak bisa dibiarin gak bisa dibiarin." Rani sibuk mondar-mandir di kamar hotelnya mengunyah bantal di tangannya.
"Beb duduk dih, pusing aku liat kamu." ucap Ivan tegas.
"Ini gak bisa dibiarin beb." ucap Rani.
"Iya tau biarin aja." sahut Ivan.
"Gak bisa dibiarin malah biarin aja, bukannya mikir bantuin aku ih." Rani masih berjalan mondar-mandir.
"Aku mah bantuin bikin debay baru bisa beb." sahut Ivan tertawa.
"Ih Ivaaaannn...!!" pekik Rani.
Smackdown ala Rani dan Ivan pun dimulai dengan pertempuran yang alot.
"Yess aku menang...!!"
Rani mengangkat ke dua tangannya layaknya pemenang gulat dalam pertarungan gulat dunia.
"Ahaaaa... beb aku ada ide." ucap Ivan yang tertindih oleh tubuh Rani.
"Awas kalo idenya gak cemerlang aku makin tindihin nih."
"Duh berat beb, minggir dulu yak beb."
"Apaaaa.....?! berat berarti aku gendut dong kamu tuh yak malah bikin aku tambah..."
"Hussss.." telunjuk Ivan sudah sampai di bibir Rani.
"Kamu tuh akan selalu jadi yang tercantik di mataku, gini beb gimana kalo Caca kita panggil ke sini." Ivan memberikan idenya pada Rani.
"Gimana caranya kan dia mah orangnya gak mau ganggu kita."
"Nanti aku minta bantuan Anto, biar ajak Caca kesini."
"Caranya?" tanya Rani.
"Kamu pura-pura sakit terus butuh orang terdekat kamu kesini."
"Kamu nyuruh Anto?"
"Iya biar meyakinkan."
__ADS_1
"Berarti bayarin Anto juga dong? makin seneng dia kesini buat liburan."
"Oh iya juga yak baru mikir aku."
"Yaudah deh kepaksa... gak papa kamu urus tuh tiket Anto sama Caca."
"Ah siap istriku jelitaku... lanjut yuk main gulatnya."
Ivan membuka kausnya menerjang Rani dan melumatnya tanpa ampun kali ini.
***
Sekembalinya Caca dari Surabaya dia menerima pesan dari Ivan yang menjelaskan keadaan Rani.
Caca pamit pada papa Adi dan Mama Maya hendak menemui Rani di Bali.
Anto tiba juga dirumah Caca untuk menjemput Caca.
"Serius Nto Rani kecelakaan gak bisa ngapa-ngapain?" Caca bertanya
Anto mengangguk memperhatikan jalanan sekitar.
"Bokap nyokap udah disana?"
"Udah." sahut Anto tak berani menatap Caca takut ketahuan kalo ia berbohong.
***
Anto membawa Caca dengan mobil travel yang sudah disiapkan Ivan menuju galeri tempat Rendi bekerja.
"Kok kita kesini Nto, bukan rumah sakit ini mah?" tanya Caca yang memeriksa sekeliling bangunan yang tertulis "GaleriKu"
"Maafin Anto ya kak, sumpah Anto cuma jalanin perintah Bang Ivan sama Rani."
Anto bergegas pergi meninggalkan Caca di dalam galeri.
"Hai, ada yang bisa saya bantu?" seorang perempuan cantik menghampiri Caca.
"Hai aku cari temenku yang sakit namanya Rani ada?" sahut Caca.
"Maaf ya, ini galeri lukisan bukan rumah sakit kayaknya kamu salah tempat deh."
"Siapa Kel, tamu nya Pak Made ya?"
Caca mendengar suara yang sudah dia hapal itu lalu ia menoleh berbalik badan.
"Kak Rendi..." ucap Caca.
"Caca, kamu.."
__ADS_1
Caca langsung menghampiri Rendi memeluk nya dengan erat memuntahkan rindu yang selama ini tertahan yang sudah tak bisa ia pendam lagi.
"Hei maaf yak, kamu peluk pacar aku." ucap Kelly.
Caca terkejut dan melepaskan pelukannya dari Rendi.
"Maaf aku adiknya Rendi, hai aku Caca." Caca mengulurkan tangannya.
"Oh adik kamu Ren, kok kamu gak pernah cerita. Hai aku Kelly." ucapnya menyambut uluran tangan Caca.
***
"Kakak kenapa sih kok menghilang, padahal dua hari lalu pas aku ke panti aku hubungin kamu tapi gak aktif." ucap Caca menyantap makan siangnya di restoran dekat galeri.
"Ngapain kamu ke panti?" tanya Rendi membuka kaleng soda ditangannya.
"Aku ketemu mama kandung aku."
"Loh bukannya mama kamu.."
"Jadi kamu tahu ya mamaku udah meninggal, kenapa kamu gak bilang?" tanya Caca.
"Eng aku kan aku menghargai Papa." sahut Rendi.
"Ternyata ada kemungkinan mama kandungku mama Angelica itu kembar sama Mama Mirna."
"HAH...??? complicated banget sih jadi kamu di adopsi sama Tante kamu sendiri terus nenek kamu kenapa enggak tau." ucap Rendi sambil menyuap nasi dari piring Caca.
"Ya nenek Lastri juga gak tau kalo anaknya itu ngelahirin cucu kembar, taunya mama Angel ada dipanti asuhan aja, ah rumit deh."
Caca menyuapi Rendi kali ini.
"HAH...!!! aku lupa aku tuh kesini karena Rani kecelakaan gak bisa bangun Anto jemput aku karena Rani mau ketemu sama semua yang dia sayang." Caca panik buru-buru merapikan tasnya.
"Rani baik-baik aja kok, tadi juga dia kesini bisa jalan." sahut Rendi.
"Ehmmm begitu rupanya... kamu tau dimana hotelnya?"
Rendi mengangguk.
"Anter aku kesana, sekarang..!!!
***
Bersambung...
Happy Reading...
Jangan lupa Vote Like dan Komennya...
__ADS_1