Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Ide Rani


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


*****


"Ren gue rasa Caca harus kembali kerumahnya dulu biar inget, kita ajak keliling rumahnya." Rani memberi saran ke Rendi.


"Wah gila Lo setau gue tuh rumah udah dijual sama bokap kan?"


"Ya kita ijin lah, gak ada salahnya kan?"


Rendi menaruh telunjuk nya di dagu berpikir sejenak.


"Udah kelamaan mikir Lo, gue telpon Anto biar minta ijin sama yang punya rumah, elo minta tolong mbok Nah buat benahin kamar Caca kaya dulu."


"Okay deh gue minta tolong ya Ran, thanks banget." Rendi menepuk bahu Rani lalu pamit.


***


Di depan rumah Caca yang dulu...


"Yang punya bule coy, gue nego alot tadi, bagus Ivan bantuin gue buat ngomong sama tuh bule." Anto langsung menyambut kedatangan Rani dengan penjelasan.


"Gimana beb, sukses?" tanya Rani pada Ivan.


"Sukses dong beb, beres tinggal bawa Caca masuk aja kedalam." Ivan tersenyum pada Rani.


"Wuidih udah beb beb aja nih kapan jadiannya?"


Tanya Rendi yang ikut serta nimbrung di kelompok itu.


"Elo inget insiden nafas buatan?" tanya Rani.


Rendi dan Anto mengangguk.


"Nah, kita dari situ jadian dong, ya gak beb?" Ivan yang di tanya Rani langsung tersipu malu.


"Murah banget kakak gue tinggal di ***** doang jadian hahahhaha." ejek Anto.


"KAMPRET...!!! yang nyipok kan spesial emang elo mau di ***** orang gila trus jadian HAH...??" Rani memiting adiknya itu dan menaruhnya di ketek Rani.

__ADS_1


"Ampun kak, asem banget ini ketek elo, gue bilangin ayah yak?"


"Iya ya, maaf no ayah ayah please yah."


"Pajak dulu lah mahar tutup mulut gue gede Loh."


Ivan langsung mengeluarkan uang tiga ratus ribu menempelkan pada jidat Anto.


"Ok,,, cukuplah untuk sementara buat tutup mulut thanks bro...!!!" Anto berlari menjauhi mereka sebelum Rani mengejarnya.


"Kamu tuh beb jangan manjain dia gitu ini mah bentar lagi siap-siap aja kita diperas." Rani memeluk Ivan dari samping.


"Gak papa kan sama adik ipar ini harus sayang dong."


Cup.


Ivan mencium kepala Rani.


"Duh... Caca buruan sampe kek gue kangen banget nih jadinya." Rengek Rendi yang iri melihat Rani dan Ivan.


"Loh maksudnya elo sama Caca kan? masa elo sama Caca ..?"


Belum selesai Ivan mengucap Rani sudha menaruh telunjuknya di mulut Ivan.


"Kalian emang the best deh..." Rendi mengacungkan kedua jempol nya pada Rani dan Ivan.


Akhirnya Caca dan Mbok Nah tiba di rumahnya yang terdahulu.


Meski agak susah berkomunikasi akhirnya Bule penghuni rumah itu memperbolehkan Rani dan mbok Nah merombak kamar Caca seperti dahulu sayangnya wallpaper kamarnya sudah berganti.


"Wahh... Park Seo Joon oppa...!!"


Caca menghampiri poster aktor korea favoritnya itu dan menciumnya.


"Gue heran sama kita elo lupa lah sama orang ganteng macam itu dia inget." Rani berdecak heran menatap Caca.


" Kitty mana mbok?" tanya Caca pada mbok Nah.


"Lah dia inget Kitty daripada gue." Rani mengacak-acak rambutnya.


"Eng anu non, maaf mbok lupa cerita Kitty mati non ketabrak mobil pas ikut keluar ke depan rumah."

__ADS_1


"Aaarrhhhhhggg mboookkkk Kitty akuuu...!!"


"Ada apaan sih, Caca gak kenapa-kenapa kan?" Rendi langsung berlari dari lantai bawah ke kamar Caca, dan dilihatnya Caca sudah bersimpuh dan menangis terisak.


"Udah gak usah nanya Ren, diem aja disitu emang lagi geser otaknya dari tadi gue juga gagal paham." ucap Rani


"Ya tapi kasian kan sampe nangis gini, ayok Ca bangun." Rendi berusaha membangunkan Caca.


Lalu Caca memeluk Rendi dengan erat.


"Oppa.... Kitty mati... huhuhuhu..." ratapnya


"Ca itu kan..."


"Ssssttt udah biarin aja Ran, biarin aja dia gini dulu." Rendi memotong ucapan Rani.


"Ah elo mah modus emang biar di peluk Caca, Sini mbok peluk aku..." Rani membuka kedua tangannya mengharapakan balasan pelukan dari mbok Nah.


***


Malam itu Caca memandangi langit dari teras belakang rumah Rendi.


"Eh anak papa yang cantik, lagi ngapain bengong disini?" tanya Pak Adi.


"Eh papa, pah maafin Caca ya maaf Caca belum bisa inget semuanya." jawab Caca.


"Gak papa Ca, pelan-pelan aja gak usah memaksakan."


"Pah aku mau tanya?"


"Tanya apa?" Pak Adi membelai kepala putri nya itu.


"Memangnya iya Rendi itu calon suami aku?" tanya Caca perlahan sambil menunduk takut melihat wajah Pak Adi.


"HAH...???"


***


Bersambung...


Happy Reading...

__ADS_1


Jangan lupa Vote Like dan Komennya


😍😘🤗😊


__ADS_2