
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
"Cantik banget anak Papa." ucap Pak Barata pada Caca yang sudah cantik dengan kebaya putihnya.
Tak lama kemudian datanglah rombongan Rendi ke rumah Caca. Setelah upacara sambutan dari kedua belah pihak akhirnya ijab kabul dilangsungkan.
Rendi melaksanakan ijab kabul yang berhasil dengan satu kali nafas dilantangkan dari mulut Rendi.
"SAH.......!!!"
Caca meneteskan air mata harunya mendengar ucapan para tamu barusan.
Akhirnya Caca dan Rendi resmi menjadi suami isteri.
Para tamu undangan sudah hadir di gedung serbaguna yang disewa Rendi dan Caca.
"Surprise... Happy Wedding ya kak." Nayla datang memakai kursi roda dengan Fahri dibelakangnya.
"Wah cantik banget kamu Nay, makasih yak, eh tunggu kok udah boleh pulang?" tanya Caca.
"Enggak kok, aku ijin bentar doang, makasih ya udah mikirin buatin aku baju seragam kirain aku gak dianggep." sahut Nayla.
"Meski tanpa kejadian kaya gini nih aku tetep nganggep kamu kok Nay." ucap Caca.
Caca memeluk Nayla.
"Selamat ya kak, kamu emang pantes bahagia, beda sama aku." ucap Nayla ada nada sedih disana.
"Eitsss tuh liat kebahagiaan kamu dari tadi gak lepas mandang kamu."
Caca menunjuk kearah Anto.
"Mana ada laki-laki yang mau sama orang cacat kaya gini?" ucap Nayla sedih.
"Aku terima kamu apa adanya kok, tapi kamu nerima aku apa adanya gak yak?" ucap Anto yang sudah berada di belakang Nayla.
__ADS_1
"Ah kamu mah cuma akting kan menghibur aku?" tanya Nayla.
Anto berlutut di hadapan Nayla memgang kedua tangannya.
"Aku cinta kamu Nay, tungguin aku kuliah dapet kerja terus aku lamar kamu, sekarang kamu mau gak jadi pacar ku?" tanya Anto
"Ahhh... so sweet..." ucap Caca.
Ivan menahan Rani untuk maju melarang Anto.
"Jangan Ran, mereka juga berhak bahagia, ikhlasin aja." bisik Ivan ke Rani.
"Aku mau Nto." sahut Nayla yang langsung mendapat tepukan dari semua yang memandang mereka.
Anto memeluk Nayla.
"Waktunya lempar bunga..." ucap Rendi membawa Caca ke tengah area dan bersiap melempar bunga.
"Aku wakilin kamu Nay." Anto maju melawan para jomblowati mendapatkan bunga.
"Kamu ngapain Ran mau ikutan maju mau nikah lagi?" tanya Ivan
"Oh... kirain mau kawin lagi?" tanya Rani.
"Emang boleh beb?" tanya Ivan dengan oenuh antusias.
"Boleh... boleh boleh boleh, tapi kamu juga harus di sunat lagi ya sampai habis krek." ancam Rani.
Ivan bergidik ngeri merasa ngilu membayangkan ketika harus sunat lagi.
Dan lemparan bunga dari Caca dimenangkan oleh Anto yang sebelumnya berebut dengan Fahri.
***
"Aaaahhh... akhirnya bisa rebahan." Caca membaringkan tubuhnya di kasur pengantin penuh mawar itu.
Rendi sudah bersiap dengan tubuh atletis nya tanpa sehelai benang apapun membuka semua yang menempel di tubuh Caca.
"Astaga aku mandi dulu yak." ucap Caca
__ADS_1
"Udah deh diem aja nurut sama suami."
Caca pasrah membiarkan Rendi berkelana di atas tubuhnya semalaman suntuk.
***
Dua bulan setelah pernikahan seperti janjinya Rendi berniat membawa Caca, Rani dan Ivan berbulan madu ke Venice.
Namun sore itu Caca pingsan di taman belakang.
Rendi membopong Caca ke rumah sakit segera dengan paniknya menyalakan mesin mobilnya dan melaju segera ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit dan Caca mendapat pemeriksaan.
"Wah selamat ya pak, istri anda sedang hamil." ucap Dokter perempuan di rumah sakit itu.
"Ahhh masa dok tokcer juga dong saya." ucap Rendi bangga.
"Tapi tolong jaga baik-baik yak trisemester pertama pastikan ibu Marisa jangan terlalu capek dulu, istirahat ya Bu sampai tiga bulan kedepan."
ucap dokter.
"Yah gak jadi ke Venice dong." rengek Caca.
"Ikutin perintah dokter nanti aja kalau kamu udah kuat atau kalau perlu nunggu debay lahir terus dibawa ke Venice."
"Oh iya pak, karena kandungan ibu Caca lemah tolong jangan ditengok tengok dulu ya sampai aman di usia tiga bulanan."
"Tapi dok, serius dok, dikit doang gak boleh nengok?" Tanya Rendi memohon.
Dokter itu menggeleng sambil tersenyum manis.
"Tenang Yang nanti aku bantuin kok hehehe." Caca mengedipkan matanya pada Rendi.
***
Bersambung
Happy Reading
__ADS_1
😘😘😘