Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
S2 - Tia Cantik


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


*****


Ponsel Rendi berbunyi kala dirinya membersihkan tubuhnya di kamar mandi.


"Tia cantik, ih siapa nih?"


Caca mengangkat ponselnya Rendi tersebut namun tak ada jawaban dari ponselnya.


"Halo... siapa ini?" tanya Caca yang tak kunjung di balas.


Tut...Tut...Tut...


"Ih gak sopan main dimatiin aja." Caca membanting ponsel Rendi ke atas ranjangnya.


"Eh kok di lempar sih yang?" Rendi keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya.


"Hape kamu tuh ngajak ribut, bikin kesel aja." sahut Caca lalu gantian masuk ke dalam kamar mandi.


Rendi meraih ponselnya dan meletakkan ponselnya di meja.


"Yang aku duluan ya mau ngobrol sama mama." ucap Rendi yang hanya dibalas dengan jawaban "Hmmmm..." dari Caca.


Pak Adi sudah pulang dari bermain golf di sambut dengan senyum ketus dari mama Maya.


"Hai Ren." sapa pak Adi sambil menepuk bahu Rendi yang masih fokus dengan berita pembegalan di layar tv.


"Eh ayah udah pulang, wuidih yang habis main golf, cakep-cakep gak yah cewek-ceweknya?" tanya Rendi menggoda ayahnya itu.


"Ih kok kamu tahu? wah pokoknya macem-macem Ren, ada yang kurus, tinggi, bohai, semok duh ngeri liatnya, belum yang genit-genit harus kuat iman ini ayah kalau lahi ikut si Barata." ucap pak Adi seraya berbisik pada Rendi.


"Itu mah pada betah sama ceweknya dibanding main golfnya." celetuk Rendi.


"Hahahhaa bisa aja kamu dua-duanya lah, satu sisi fokus olahraga satu sisi fokus ya gitu deh..."


TAK...!!!


Mama Maya sengaja meletakkan piring cangkir teh di atas meja lebih keras dari biasanya mengejutkan pak Adi dan Rendi seketika.


"Eh mama bawain teh ngagetin aja, mana belum salim sama ayah nih." pak Adi mengulurkan tangannya ke arah mama Maya. Terlihat sekali mama Maya meraih punggung tangan pak Adi lalu menciumnya dengan sikap malas tak seperti biasanya.


Caca datang langsung mencium tangan dan pipi papanya itu. Caca meletakkan bokongnya di atas sofa duduk di samping mama Maya.


"Ca besok nyalon yuk." ajak mama Maya.


"Tumben mah, emang mau ada cara apa?" tanya Caca sambil meraih majalah keluarga dari rak buku yang terletak di bawah meja.

__ADS_1


"Gak ada acara apa-apa sih, mama mau lebih cantik aja biar gak kalah sama cewek-cewek Caddy." ucap mama Maya dengan nada ketus mengejutkan papa Adi yang sedang menyeruput teh panasnya.


"Uhuk...uhuk... duh keselek lagi." gumam pak Adi yang langsung di beri tepukan ringan di punggungnya oleh Rendi.


"Pelan-pelan yah minumnya." ucap Rendi.


"Cewek Caddy itu cewek apa ya ma? cewek jadi-jadian bukan?" tanya Caca asal.


Mama Maya mengeluarkan ponsel dari kantongnya dan memperlihatkan layarnya pada Caca.


"Oh... cewek yang kerja di lapangan golf, ih cantik-cantik ya mah."


ucapan Caca membuat mama Maya menatao tajam ke arah Caca.


"Tapi besok kalo mama nyalon pasti jauh lebih cakep dari mereka." Caca tersenyum pada mama Maya mencoba mencari aman dengan memujinya.


"Tapi yang mama takutin nih, mama udah bela-belain nyalon tapi taunya masih ada aja yang kegatelan ih bikin sewot aja." mama Maya meremas ujung majalah yang sedang Caca baca.


"Siapa mah yang gatel? garukin mah kasih obat." celetuk Rendi menggoda mamanya.


"Iya siapa yang gatel mah?" tanya pak Adi pada istrinya itu.


"Siapa lagi, itu lho para bapak yang habis main golf, rasanya tuh pasti gatel banget deh pengennya kesana terus, soalnya ngerasa obatnya ada disana." sahut mama Maya.


"Oh... iya aku juga inget, emang tuh kalau mulai kegatelan susah mah, apalagi pake diem-diem nyimpen nama Tia Cantik di hape gak pake bilang istrinya. Kan yang cantik itu harusnya istrinya ya ma, bukan perempuan lain." Caca mulai ketus melirik Rendi yang tak mengerti dengan arah pembicaraan kedua wanita di hadapannya ini.


"Eh maksud kamu Ca?" tanya mama Maya menoleh ke Caca.


"Eh tunggu maksud kamu hape aku?" tanya Rendi.


"Ya hape siapa lagi, masa hape aku ada nama Tia cantiknya." sahut Caca ketus membanting majalah ke atas meja.


"Perasaan gak ada deh nama temenku yang namanya Tia cantik." Rendi mengernyitkan dahinya sambil berpikir keras.


"Ini kalian para perempuan pada kenapa sih? kok kayaknya pada sewot sih?" tanya pak Adi akhirnya tak tahan lagi.


"Mama cemburu tuh yah gara-gara Caddy." celetuk Rendi.


"Oalah... pantesan dari tadi cemberut aja." sahut pak Adi menatap istrinya dengan senyum menggoda.


Mama Maya berdiri dan langsung pergi menuju kamarnya dengan wajah cemberut.


"Ih si mama pake ngambek segala." pak Adi segera menyusul istrinya tersebut meninggalkan Rendi dan Caca yang masih terlihat canggung.


Rendi menghampiri Caca lalu merebahkan kepalanya di pangkuan Caca.


"Awas ah berat." Caca menepis kepala Rendi dan menggeser bokongnya menjauh.


"Kamu kenapa sih istriku sayang, yang cantik, yang manis, yang ngangenin." Rendi berusaha menggoda Caca. Namun, wajah Caca makin di tekuk dan makin cemberut.

__ADS_1


"Mana hape kamu?" tanya Caca.


"Di kamar emangnya kenapa?" Rendi merebahkan kepalanya lagi di pangkuan Caca.


"Nanti Tia cantik nelpon kamu gak tau lho." ucap Caca.


"Ini kamu ngomongin siapa sih? sumpah aku gak punya temen yang namanya Tia, palingan tadi mbak Tia yang.... oh ya aku paham sekarang." ucap Rendi lalu memposisikan dirinya duduk menghadap Caca.


"Apa?" Caca menatap Rendi dengan wajah masamnya.


"Itu mbak Tia yang tinggal di depan situ keponakannya yang punya rumah, tadi dia pegang hape aku buat videoin aku kan, nah mungkin dia save nomornya di ponselku." ucap Rendi menjelaskan.


"Kamu kali yang minta nomernya m, ngapain juga dia iseng ngesave nomer dia sendiri di hape kamu." jawab Caca makin ketus.


"Ya mana aku tahu sayang, sumpah dah aku gak bohong, nih demi anak kita aku gak bohong, nanti aku hapus tuh nama dari hape aku ya." Rendi mencubit bibir Caca dengan gemas.


"Bener ya, gak bohong."


"Bener, sekarang mau apa? mau makan apa, aku beliin?"


"Mau ramen yang kayak di tv." tunjuk Caca ke layar tv.


"Oh gampang aku cari di aplikasi ya biar di anter kesini pake ojek online."


"Gak mau, aku maunya ramen yang itu." tunjuk Caca.


"Itu kan ramen di tv Ca, gimana mau ambilnya, apalagi itu lagi bahas makanan khas di Jepang." sahut Rendi menahan kesalnya.


"Iya aku maunya ramen itu dari Jepang langsung." Caca tersenyum sambil mengusap perutnya.


"Astagfirullah..." Rendi menepuk jidatnya sendiri.


*****


Bersambung...


Mohon maaf jika masih ada typo.


Dear Readers tersayang mampir juga ke novel baruku


"With Ghost"


Baca novelku lainnya juga ya...


- Pocong Tampan


- 9 Lives


- Gue Bukan Player

__ADS_1


Jangan lupa di like, rate bintang lima dan vote yak...


__ADS_2