
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
****
Setelah kejadian naas yang menimpa Caca mereka semua memutuskan kembali ke Jakarta.
Caca memeluk mbok Nah sangat erat sesampainya di rumah. Menceritakan kejadian yang menimpanya.
"Ih mau mbok Nah sunat meneh kui perkutut te cah gemblung" ucap mbok Nah sambil memotong daging di dapur.
TAK... Suara pisau yang sengaja diberi kekuatan lebih saat memotong daging.
"Koyo ngene non, hmmmm gemes mbok."
"Aduh Rendi jadi ngilu mbok dengernya." Sahut Rendi yang datang mengambil segelas air minum dingin dari kulkas.
"Lah iya den, ngapa kaga di mampusin aja itu laki, aye juga pengen iris-iris burungnya biar ngilang." Sahut Bibi Ncis yang sedang mengiris bawang.
"Haduh makin ngilu aja nih aku bayanginnya." Rendi menutupi bagian adik kecilnya sambil memasang wajah meringis.
Caca tersenyum melihat kelakuan Rendi.
Melihat senyum di wajah Caca membuat Rendi semakin semangat menggodanya dengan candaan bersama mbok Nah dan bibi Ncis di dapur.
kring... kring...
"Aku aja yang angkat." ucap Caca menghampiri suara telepon di ruang tengah.
"Halo siapa nih?"
"Gue Rani, hape elo dimana sih dari tadi w telpon gak diangkat wa gak dibales." sahut Rani ternyata dia yang menelpon.
"Oh gue di dapur Ran, hape gue di kamar sorry ya, ada apa emangnya?"
"Gue mau main sama Anto, kita barbequan sambil berenang boleh yak?"
"Okay good idea."
klik... Caca menaruh gagang telepon ketempat semula.
"Dari siapa Ca?" Tanya Rendi.
__ADS_1
"Rani, mau main kesini sama Anto, swimming swimming." Jawab Caca sambil memeragakan orang yang sedang berenang dengan kepakan kedua tangannya
"Oh boleh tuh."
"Den bukannya mau ke galeri?" tanya bibi Ncis.
"Suru Joseph aja deh."
"Joseph siapa kak?" tanya Caca yang baru mendengar nama itu.
"Asistenku orangnya cantik deh tapi cowo hahahha pokonya lucu hahhahaha dia tuh hahahhahaha." Rendi tertawa sampai memegangi perutnya.
Mbok Nah, Bibi Ncis dan Caca memandang heran padanya.
"Gak panas kok, baik-baik aja, coba minum obat dulu." Caca memegang jidat Rendi lalu berlalu sambil tersenyum.
"Ih emangnya eyke orang gila apa?" Sahut Rendi dengan suara sengau berlagak seperti banci salon.
"Hahahhahaha" mbok Nah dan Bi Ncis yang gantian tertawa.
***
Ting Tong
Caca datang dengan memakai handuk piyama, membawa handuk dan cream sunscreen ditangannya
"Rani langsung suru ke kolam aja y mbok." ucap Caca menuju kolam.
"Ca elo gak papa kan?" Ivan yang masuk langsung memeluk Caca.
"Aduh sesek Van, eh lepas lepasin." Caca berusaha mendorong Ivan melepaskan pelukannya.
"Maaf Ca aku khawatir." ucap Ivan sambil menyentuh samping kepala Caca , pipi Caca bahunya lalu ditepis oleh Caca.
"Lebay lho ah, gue mau berenang nih mau ikutan ?" tanya Caca.
"Jangan deh nanti kolam gue kotor pada kena penyakit kulit." Sahut Rendi yang sedari tadi geram memperhatikan.
"Eh ubur-ubur antartika elo pikir gue kodok budug apa."
"Lah emang Alhamdulillah dia nyadar juga." Rendi tertawa dengan senangnya.
"Eh elo tuh..."
__ADS_1
"Husss udah udah ah, kaya anak kecil aja nih." Caca merelai keduanya.
"Assalamualaikum... I am coming...."
Rani dan Anto datang membawa keranjang berisi bahan-bahan untuk BBQ party mereka.
"Nyokap bokap mana Ca?" tanya Rani.
"Lagi check up ke dokter, tadi Mama Maya obat asmanya abis." sahut Caca
"Lah ada Ivan, mau ikut berenang yuk?" ajak Rani.
"Gue gak bawa baju ganti."
"Tenang-tenang Anto bawa 2 kolor, nih pinjem aja 50rb buat sewanya." sahut Anto
"Hiya hiya hiya otak bisnis elo nto." Rani menoyol kepala Anto.
"Daripada gak ikutan rugi loh."
"Elo yang rugi Nto, nanti badan elo pada alergi kalo tuh celana bekas dia." Rendi menyahut bangkit dari kolam berdiri dengan tubuh tegap dan roti sobek yang terhampar sexy di tubuhnya.
Rani dan Caca memasang wajah terpana dengan mulut Rani menganga dan Caca yang susah payah menelan air liur yang hampir menetes.
"WOI...!!! yaelah baru begitu doang nih liat gue." Anto membuka kaus nya memperlihat perutnya yang agak buncit.
tweweweweng... close up ke perut Anto.
"Haduh drop gue sama adek sendiri, muak gue muak woi..!!" sahut Rani.
Caca hanya bisa menutupi wajahnya tak mau melihat pemandangan dari Anto itu.
Mereka beralih ke kolam renang menyiapkan alat BBQ dan arang. Untungnya mama Rani sudah membuat daging dan sayuran di tusukan sate jadi mereka hanya tinggal membakarnya. Tak lupa juga mbok Nah dan Bibi Ncis menyiapkan minum dan cemilan.
***
Bersambung...
Happy Reading...
Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya.
😊😊😘😘😍😍
__ADS_1