
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
*****
"KEVIN...!!"
Kevin mencoba menggapai tangan Rendi untuk melepaskan pelukannya.
"Tolong lepas, this is my girl." ucap Kevin menarik Caca ke arahnya.
"APA??? cewek elo?" tanya Rendi.
"Memangnya kamu belum cerita ke mereka Ca?"
Kevin memandang Caca.
Caca menggeleng dan menunduk tak dapat matanya memandang tatapan Rendi.
"Ca serius, elo jadian sama dia?" tanya Rani.
Caca kembali mengangguk dan terdiam.
"Kalian udah saling kenal ya? ini sepupu gue Kevin dia tinggal di Singapur khusus buat pernikahan gue dia Dateng." Ivan menjelaskan keberadaan Kevin.
"Sepupu kamu?" Rani bertanya meyakinkan.
"Tau gak beb ini kan dokter papanya Rendi." tambah Rani menekankan ucapannya.
"Ooohh dunia emang sempit ya beb." ucap Ivan.
"Gimana kalo pada duduk dulu sayang kan makanannya banyak gini belum dimakan." sahut Anto meredam suasana yang tegang dihadapannya.
"Oke oke gini gue mau ngomong, harusnya gue sama my baby Rani kan gak boleh ketemu nah terlanjur ketemu jadi gue mau... sini Ran." Ivan menarik Rani ke hadapannya.
"Eh tadi aku taro mana ya beb, bentar ya beb." Ivan mencari sesuatu di lacinya dan mendapat kotak berwarna merah lalu dia berlutut dihadapan Rani dan membuka kotaknya.
"Awww bersinar banget beb, jadi terharu." ucap Rani menahan tangis haru dari matanya.
"Biar lebih yakin nih beb, wahai Maharani Dewi Affandi Will you marry me?"
"Yes yes yes!!" tanpa ragu Rani mengangguk dan berkata yes.
__ADS_1
Ivan mengenakan cincin berlian itu di jari manis Rani lalu memeluknya.
prok prok prok...
Mereka yang ada di ruangan itu bertepuk tangan bahagia melihat kebahagiaan Rani dan Ivan.
"Mari bersulang...!!" ucap Anto mengangkat kaleng soda nya mengajak yang lain bersulang.
"Demi kebahagian kakak gue Rani dan Ivan." ucapnya disambut dengan kaleng soda dan botol soda yang saling beradu.
Ivan dan Rani lalu berdansa karena lantunan musik yang di stel Banu dari radio ruangan itu.
Saking gemasnya Ivan tak henti-hentinya mengecup bibir Rani dan berpelukan saat berdansa.
"Yaelah woi sabar napa nunggu besok mesranya." Anto memprotes kelakuan kakak dan calon kakak iparnya itu.
Kevin mengajak Caca berdansa juga begitu juga dengan Doni dan Banu yang ikut-ikutan ala pasangan kekasih sambil bercanda membuat semuanya tertawa.
"Apa Lo Ren mau dansa juga sama gue?" tanya Anto.
Rendi menggeleng bergidik ngeri dan jijik menepuk-nepuk bahunya sendiri.
Mereka juga menyantap makanan bersama dan sesekali bercanda bermain tebak kata atau tebak gaya dari judul lagu. Rendi memperhatikan Kevin yang selalu merangkul bahu Caca dan terkadang mencium kepala Caca namun selalu Caca tepis dan merasa risih.
"Iya ya nanti gue punya mata panda lagi." sahut Rani.
"Iye pulang masa elo mau nginep disini nyicil kaki bayi lagi entar sama Ivan." ledek Anto
"Hei bocah jaga mulut anda..!!" Rani menepuk bahu Anto sekeras-kerasnya.
"Aduhhh sadis banget elo kak, nih kak Ivan kaga nyesel nih ntar punya bini monster kaya gini?" Anto makin meledek Rani.
Ivan hanya tersenyum melihat kelakuan calon istri dan calon adik iparnya itu.
"Aku anter ya Ca?" Kevin mencoba menawarkan mengantar Caca pulang.
"Gak usah dia kan serumah sama gue, ayo Nto elo mau pulang sekalian gak?" tanya Rendi ke Anto.
"Iyalah ikut pulang gue bro ngapain gue nginep sama dua pasangan aneh ini." Anto melirik arah Banu dan Doni.
"Yeee sembarangan anda." sahut Doni.
"Iye sembarangan emang eyke laki aoaay." sahut Banu dengan candaanya.
__ADS_1
"Oke Van istirahat elo yak, kita pamit dulu." ucap Rendi.
"Tunggu Ca." Kevin menghampiri Caca dan memegang kedua pipinya lalu memberi kecupan di bibir Caca.
"I love you, see you tomorrow." ucap Kevin.
Rasanya Rendi ingin sekali menghajar Kevin, saat itu juga dibayangkannya dia menonjok Kevin, mengangkat dan membantingnya lalu mendorong perutnya dengan kepala nya sampai terlempar dari jendela apartemen lantai 25 itu ke jalanan dan tertabrak mobil. Tapi itu hanya imajinasi seram seorang Rendi kenyatannya dia hanya diam terpaku melihat adegan tersebut.
Setelah diberi kecupan Caca hanya tersenyum tipis dan melambai ke arah Kevin.
"Bye..." ucap Caca.
Rendi , Anto, Caca dan Rani memasuki lift hanya terdiam tanpa saling bicara. Rani juga hanya memperhatikan Caca yang diam terlihat wajah Caca yang murung bukannya bahagia mendapat ciuman dari pacar.
Sesampainya di mobil Rendi mereka masih saling terdiam. Caca memilih duduk di barisan ke dua bersama Rani. Anto duduk di depan menemani Rendi dan langsung tertidur karena menahan kantuk dari tadi.
"Kayanya Kevin suka banget sama elo Ca?"
Rani mencoba mengajak Caca berbicara.
"Sejak kapan Ca?" tanya Rani.
"Ah apanya Ran?
"Elo jadian nya sejak kapan?"
"Kemarin malam pas gue bilang sama elo mau ketemuan sama dia."
"Oh..." Rani mengetukkan telunjuknya pada dagunya.
"Cepet banget jatuh cintanya baru aja kenal." sahut Rendi.
Caca tertegun mendengar perkataan dari Rendi. Rani yang paham dengan suasana
tegang itu berusaha mencairkan nya dengan menyetel lagu di radio mobil Rendi.
Sepanjang perjalanan pulang mereka kembali saling diam tanpa ada yang mencoba berbicara lagi.
***
Bersambung...
Happy Reading...
__ADS_1
Jangan lupa Vote Like dan Komennya...