Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Mengungkapkan


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘😘


*****


Tok tok tok


Pintu kamar Caca di ketuk oleh mbok Nah karena tak ada jawab akhirnya Mbok Nah masuk ke kamar Caca.


"Non ada tamu dibawah." suara mbok Nah membangunkan Caca yang terlelap sambil mengguncang bahu Caca pelan.


Caca mencoba membuka mata dan menguap lebar macam kuda Nil yang suka Caca lihat di ragunan kala kecil dulu waktu pergi bersama kedua orang tuanya.


"Siapa sih mbok? Masi ngantuk nih akunya."


jawab Caca seraya meliukkan badannya ke samping kanan dan kiri serta merentangkan tangannya ke atas.


"Tadi sih kalau ndak salah namanya den Rendi deh non." jawab mbok Nah.


"Apa Rendi... ? ****** gue ngapain dia kemari mana gue belom mandi lagi aduh"


batin Caca.


"Suru pulang mbok, bilang aku masih tidur yak." jawab Caca panik.


"Lah wong udah mbok suru duduk kok wes di bikinin teh masa iya malah mbok suruh pulang, lagipula ya non wonge ganteng ngono non, sayang kalau di suruh pulang." ucap mbok Nah sambil tertawa dengan genitnya.


"Apaan sih mbok ganjen banget." ucap Caca sambil menghampiri ponselnya yang berdering.


RENDI


"Hah ngapain dia telpon gue padahal dia ada dibawah kan." gumam Caca menekan tombol hijau mengangkat teleponnya.


"Eh Lo ngapain sih kerumah gue?" ucap Caca menjawab ponselnya dan menyuruh mbok Nah untuk turun dengan lambaian telunjuknya.


"Udah ngobrol sama mboknya? Kalau Lo gak mau turun nanti gue yang naik ke kamar Lo ya." jawab Rendi dari ponselnya dengan nada serius mengancam Caca.


"Hadeh... ya udah ya udah gue mau mandi dulu." jawab Caca


"Gak usah mandi Ca, gak mandi aja lo udah cantik kok." goda Rendi.


"Ih apaan sih, tunggu aja di situ dulu !" perintah Caca lalu mematikan ponselnya dan segera bergegas ke kamar mandi untuk mandi, iyalah mandi ya masa Caca mau masak 😅


***

__ADS_1


Selesai mandi dan berganti pakaian Caca keluar dari kamarnya dan segera menuruni tangga menghampiri Rendi.


Rendi tersenyum lebar melihat Caca yang menuruni tangga. Baginya Caca bak permaisurinya yang turun dari langit dengan sempurna kala itu.


eeeaaakkkk....


"Hai, Ca." sapa Rendi yang mengulurkan tangannya berharap di sambut ulurannya oleh Caca. Apa mau dikata Caca yang cuek tidak membalas uluran tangan Rendi dan langsung duduk agak menjauh dari Rendi.


Yah... cuek banget sih nih cewek, tapi makin cakep aja rasanya. batin Rendi.


"Hai, ngapain sih kerumah gue udah sore gini juga." jawab Caca sambil melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 5 sore.


"Iya yak udah sore berarti elo pingsan dong ya soalnya kata mbok Nah tadi elo tidur dari jam 9 pagi." ucap rendi dengan nada sedikit tertawa.


"Apaan sih suka suka gue lah." jawab Caca dengan nada ketus.


"Anak perawan gak boleh judes, nanti tambah cantik lho, ih gemes liatnya." goda Rendi.


"Udah deh jelasin mau apa kemari gakusa becanda becanda lagi gak mood nih." ucap Caca sambil memainkan layar ponsel nya.


"Oke deh gue mau tanya gimana hubungan Lo sama Rani?" tanya Rendi akhirnya.


"Hubungan?? hubungan gue sama Rani hahaha emang gue pacaran apa sama Rani." jawab Caca merasa lucu.


"Oh itu... udah sih semalem sampai gue nginep sama dia." jawab Caca.


"Oh... bagus deh sukur kalau gitu." sahut Rendi.


"Eh iya kenapa elo gak tanya langsung ke Rani, apa perlu gue anter kerumahnya yuk?" tanya Caca antusias.


Rendi hanya memandangi Caca, bibir Caca yang dituju sih sebenarnya oleh tatapan mata Rendi dan entah kerasukan apa dia sampai membayangkan bibir Caca yang tipis itu menempel di bibir nya dengan saling membalas kecupan dan melumatnya habis - habisan.


Pluk...


Rendi tersadar akan lemparan bantal kursi dari Caca .


Astagfirullah... mesum banget imajinasi gue barusan duh gak bener ini pikiran gue kalau deket Caca


batin Rendi.


"WOI...!!! dia bengong." ucap Caca mengejutkan lamunan Rendi.


"Eh sorry barusan tadi elo bilang apa?" tanya Rendi sambil mengembalikan bantal kursi yang tadi di lempar kan Caca pada dirinya.


"Nihbya gue ulang, kenapa gak elo aja yang ke rumah Rani sendiri, terus elo tanya keadaan dia, apa perlu hayo gue anterin? ayo deh kalo mau mah." ucap Caca mengulang kembali idenya.

__ADS_1


"Oh... enggak ah gue kan maunya ketemu sama elo bukan ketemu Rani." jawab Rendi dengan polosnya tanpa basa-basi lagi.


"Dih apaan sih, dari tadi gombal banget elo." ucap Caca agak kesal tapi sebenarnya hatinya terasa deg degan juga sih apalagi di tatap seorang Rendi kala itu.


"Ren, nyadar gak sih si Rani itu suka banget sama elo, coba deh chat dia kek, telepon kek sana gih!" ucap Caca dengan semangat sambil mendekap bantal kursi yang barusan dia ambil.


"Hmmm gimana ya Ca, gue sukanya sama elo sih bukan sama Rani."


jawab Rendi santai sambil memainkan layar ponselnya.


Hahh gila parah, apa - apaan sih ni cowok bikin gue seneng aja dengernya, duh kok jadi seneng gini yak gue, sadar Ca sadar dia itu gebetan Rani sahabat elo sendiri.


batin Caca.


"Becanda Lo Ren, kebangetan." ucap Caca mencoba menjawab sedatar mungkin padahal jantungnya mau meledak saking berdetak kencang dengan parah.


Rendi pun sama ucapan spontannya membuat dia sadar dengan detakan jantungnya yang sangat cepat. Tetapi dia harus meyakinkan hatinya mencobanya untuk meraih hati Caca.


"Gue serius Ca." ucapnya sambil posisi duduknya bergeser mendekat ke Caca.


"Tetapi, Rani suka banget sama elo Ren, gue gak mau nyakitin dia." jawab Caca mencoba untuk menjauh tapi udah mentok tuh di ujung kursi yang posisinya mepet tembok.


"Takut nyakitin Rani? Berarti elo juga suka kan sama gue ca?" tanya Rendi.


Deg maksudnya apa sih nih cowok gampang banget baca perasaan gue duh... batin Caca


Saat itu hening, kedua bola mata mereka bertemu dan saling memandang, ingin sekali saat itu Rendi memeluk Caca, namun dia hanya mencoba mendekatkan jari jemarinya sedikit demi sedikit ke arah jari jemari Caca.


Dan saat itu mereka masih bertatapan hanya keheningan tercipta dan diiringi suara detak jam dinding di ruangan itu.


***


Bersambung...


duuhhh author makin auto baper nih nulisnya... 😂😂😂


Tengok novel ku lainnya ya


- Pocong Tampan


- 9 Lives


- Gue Bukan Player


Vie love you all readers....😘😘😘.......

__ADS_1


__ADS_2