
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
****
"Eh nenek lampir eh bukan ular ratu pantai selatan, ngapain elo kaya jailangkung aja kemari." Ucap Rani menghampiri Nayla.
"What..?? apa tuh jaelang Jaelani kangkung??? ahh whatever ." Tanya Nayla.
"Itu Non, boneka yang buat manggil setan, dateng tak diundang pulang tak diantar." sahut Bibi Ncis yang datang membawa jus jeruk untuk Nayla.
"Nah persis kan Bi, kaya dia dateng gak ada yang jemput pulang ya pulang sendiri hahahhaa."
Rani tak dapat menahan gelak tawanya kali ini. Bibi Ncis juga tertawa namun langsung terdiam saat dilihat Nayla sudah melotot lalu bibi pamit pergi ke dalam.
"Jaga mulut loh yak." ucap Nayla kesal.
"Udah ah gue mau bilas dulu." Rendi bangkit dari kolam lalu memakai handuk di lilit di pinggang.
"Mau aku bilasin gak Ren?" goda Nayla.
"Enggak...!!"
ketus Rendi lalu berjalan menoleh kearah Caca yang terpaksa membuang muka melihat roti sobek Rendi makin mendekat.
"Makanya jangan mesum pikiran loh, nenek lampir hahaha, mang enak!"
Cibir Rani ke Nayla.
"Nenek lampir apanya sih Kak, orang seumuran gini sama gue masih muda kita ya Nay?" sahut Anto.
"Hah dia kakak Lo? gak salah nih?"
Anto dan Rani memang memiliki beda usia 1 tahun jadi mereka terlihat seumuran.
"Iya ni Kakak gue beda setahun doang." ucap Anto.
__ADS_1
"What..?? kaya beda 10 tahun deh sama elo tua banget soalnya dia tuh." ejek Nayla ke arah Rani.
"Bacot Lo..!! belom pernah ditusuk ya pake tusukan sate nih."
"Udah ah berantem mulu sih."
Caca berusaha melerai Rani dan Nayla yang selalu ribut saat bertemu.
"Udah ah gue ke dalem dulu cari Rendi."
Nayla berlalu menuju ke dalam rumah.
Hebat juga itu perempuan pake high heel jalan dari tepi kolam dengan seimbang tanpa kepeleset.
batin Caca sambil memperhatikan Nayla.
"Cakep juga tuh cewek kak, manis lagi." puji Anto melihat Nayla.
"Eh gue kaga ridho kaga ikhlas kalo elo jadian sama dia awas Lo, abis sama gue."
Rani mengepal-ngepalkan tangannya ke arah Anto.
tunjuk Rani kearah Ivan yang dipandang jijik oleh Caca dan Anto.
Wajah Ivan memerah dan menenggelamkan setengah wajahnya dikolam karena perkataan Rani.
***
"Ren, lukisan perempuan penjual kue masih ada gak?" tanya Nayla di ruang tengah sambil menonton TV.
"Masih kenapa?" sahut Rendi
"Om gue minta semua yang berbau lukisan penjual tradisional kaya yang tukang kue, mbok jamu itu lho di kirim ke Surabaya."
"Gede Lo duit deal nya." Nayla memperlihatkan chat dia dan omnya yang membuat Rendi tertarik.
"Yakin setengah M?" tanya Rendi.
__ADS_1
"Yup, perlu gue telpon nih om gue kasih depe?"
"Kapan sih butuhnya?"
"Minggu depan terus elo sebagai pelukisnya diundang ke galerinya selama 3 hari, tenang om gue punya rumah kosong yang suka di sewain turis asing disana."
Rendi mengangguk mendengar penjelasan Nayla.
"Asik tuh ke Surabaya, ikut dong kak?" Anto yang menyimak pembicaraan dari tadi akhirnya buka suara. Ini kesempatan emas untuk nya agar lebih dekat dengan Nayla.
"Iya ide bagus nanti kita cari tempat liburan disana." sahut Rani menyetujui ide adiknya itu.
"Eh Ratu kingdom animalia, kenapa sih elo harus ikut campur gak tau diri minta ikut segala."
Rani mengacuhkan ucapan Nayla dia hanya memohon menatap Rendi.
"Rumah singgah om elo luas gak Nay?"
Tanya Rendi.
"Ya lumayan sih ada 2 kamar tidur dan 2 kamar mandi, dapur, ruang makan tus ruang tamu sama teras." Papar Nayla.
"Cakep...!" Anto mengacungkan jempol kanannya ke arah Nayla.
"Boleh ya Ren, nanti gue Caca sama Anto, eh iya Van ikut yuk?" tanya Rani.
Ivan mengangguk namun Caca menggeleng. Karena Rani terus melotot kearahnya akhirnya Caca mengangguk.
"Oke deal Nay, bilang sama om elo, hari ini gue kirim lukisan-lukisannya." ucap Rendi.
"Gue pesen tiket pesawat nih yak buat kita langsung gercep gue mah kalo urusan traveling gini ya gak Nto."
Anto dan Rani ber tos ria dengan tertawa riang di bibirnya.
"Hadeehhh niat gue mau romantis berdua sama Rendi malah geng kunyuk ini ikut semua."
Batin Nayla sambil menutup wajahnya kesal dengan telapak tangan kanannya.
__ADS_1
***
bersambung...