Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Rencana Nayla


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


*****


"Heh..! ngapain elo kesini?" Rani memukul bahu Ivan yang baru datang.


"Hai Ran." Ivan memeluk Rani sebentar lalu


"Soulmate aku Caca, aku kangen banget sama kamu." pekik Ivan lalu memeluk Caca erat dan Caca berusaha menolak namun Ivan tak mau lepaskan pelukannya.


"HEH..!!! lepas lepas!" Rendi melepas paksa.


"Santai dong kakak ipar." senyum Ivan puas.


"Apa kata Lo..." Tinju Rendi tertahan oleh tangan Caca yang menggelengkan kepalanya.


Rani memaksa Ivan untuk mundur dari hadapan Rendi, Nando pun membantu Rani menahan Rendi.


"Risih diliatin orang-orang tuh kalian kayak anak kecil aja." sungut Caca.


"Okay gue ambil tiket pesenan gue dulu yak, oh iya elo beli tiket sendiri ya sama pacar upss gue lupa." Nayla tersenyum sinis kearah Rani.


Kali ini Rani yang hendak maju meninju Nayla namun ditahan Nando dan Caca.


"Gue juga gak sudi dibeliin tiket sama elo dasar topo dapur!" sahut Rani


"Aku aja yang beli sini hape kamu aku pinjem aplikasinya X-Tix nya." Nando meraih hape Rani memesan 2 tiket dari aplikasi tersebut.


"Kode pin Ran?" tanya Nando.


Rani mengetikkan nomor pin aplikasinya dengan geram hatinya masih kesal dengan Nayla, namun terbesit dihatinya


"Kok keseringan gue yang bayar yak kalo jalan sama Nando? hmmm bomat lah."


20 menit lagi pintu masuk bioskop dibuka mereka duduk di cafetaria bioskop untuk menunggu.


"Ren, mau gue beliin popcorn gak yang itu menu couple?" tunjuk Nayla kearah menu.


"Gue gak laper Nay, gak usah." ucap Rendi.

__ADS_1


"Ca aku beliin menu couple yak?" tanya Ivan.


"Sekalian but gue Van." pinta Rani.


"Oke sip." jawab Ivan.


Namun sebelum Ivan beranjak dari kursinya Rendi sudah berdiri


"Gue aja yang pesen."


Rendi berjalan menuju mbak kasir untuk memesan makanan di cafe bioskop itu.


"Lah bocah ngapa yak tadi katanya gak laper." gumam Rani melirik Caca yang balas melirik dia juga.


***


Di dalam bioskop Nayla langsung menyuruh Rendi duduk disampingnya. Ternyata ia sengaja memesan tempat duduk yang tidak sejajar. Caca di berikan kursi tiket dibawahnya baris B4 dan B5 sedangkan dia deretan baris A4 dan A5, namun saat itu Ivan masih berada di toilet.


"Sial." umpat Rendi dan tak sengaja terdengar oleh Caca yang menoleh tak mengerti.


Rani dan Nando mendapatkan baris bangku deret E6 dan E7.


"Sini Ndo." Rani menarik tangan Nando.


"Udah ikut aja !" ajak Rani.


"Mbak mbak maaf boleh tuker tempat gak?" Rani bertanya pada seorang perempuan yang duduk disamping Caca.


"Enggak ah mbak, ini kan udah kursi saya."


jawabnya.


"Nih tuker pake ini mau gak?" Rani menyodorkan uang selembar seratus ribu kearah mbak itu.


"Kalo ini oke deh, mana tiket mbak nya?" pintanya.


Rani memberi tiket tanda tempat kursinya tadi.


"Ngapain sih pake pindah segala?" tanya Nayla kesal.


"Suka - suka gue lah wahai kodok buntel perawan!" sahut Rani mengacungkan jari tengahnya pada Nayla.

__ADS_1


Nayla sudah siap berdiri sambil bertolak pinggang namun Rendi mencegah.


"Duduk Nay, liat tuh dilihatin orang!" perintah Rendi pada Nayla.


"Geser Ca, gue duduk sini, trus samping gue Nando, samping Nando baru deh Ivan." ucap Rani.


Caca menggeser bokongnya sambil tersenyum ke arah Rani.


"Heran gue sama sifat Lo ada ada aja Ran." sahut Caca


"Gue gitu loh, elo pasti paham dong what's going on." ucap Rani puas.


dret dret


Ponsel Rani bergetar, dilihatnya teks di WhatsApp nya.


👨 Rendi : Good Job


Rani menoleh ke Rendi dan tersenyum lalu membalas


💁 Rani : Gantiin duit w tadi woy


bunyi pesan dari Randi.


👨 Rendi: Beres 2x lipat


balas Rendi via WhatsApp.


Rani tersenyum puas...


"Loh kok gue duduk disini?" tanya Ivan yang terheran-heran baru datang.


"Hushh diem aja udah duduk manis situ filemnya mau mulai noh!" perintah Rani.


Ivan menoleh kearah Nayla namun Nayla membuang mukanya tanda dia juga tak tahu dan sedang kesal. Akhirnya Ivan duduk ditempatnya dengan terpaksa. Khayalannya semalam soal nonton berdua Caca, makan popcorn bareng sambil memegang tangan Caca, buyar seketika.


Rendi memperhatikan Caca yang kini terlihat wajah sebelah kanannya dari kursinya, mengingat kembali waktu terakhir kali dia ke bioskop bersama Caca menonton film "On your Wedding Day" dan terbayang lagi kejadian romantis di mobil setelahnya.


***


Bersambung...

__ADS_1


Happy Reading...


Jangan Lupa Vote, Like dan Komen ya 😘😊


__ADS_2