
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘
****
"Elo gak ganti baju Ran?" Tanya Caca sambil mengoles bumbu pada sate BBQ nya itu.
"Bentar tanggung." sahut Rani.
Ivan datang dari arah kamar mandi memakai celana kolor dari Anto lalu membuka kemejanya yang tadi dipakai.
"Wow... sejak kapan sobat kecil kita yang chubby itu punya perut kotak-kotak gitu Ca?" tanya Rani pada Caca.
Rani menggigit ujung alat pencapit yang dipegangnya.
"Awww sial panas huf huf." ucap Rani.
"Hahaha fokus makanya Ran, ini kenapa gue jadi gerah gini ya panas rasanya melihat mereka itu." sambil menunjuk Ivan dan Rendi.
"Iyalah Lo panas orang deket api gitu hahhahaha." goda Rani.
"Udah belom ayo buru nyebur gue pasang net kita main voli yuk." ucap Anto.
Anto menyadarkan Rani dan Caca yang memandang tubuh sexy ala actor Hollywood milik Rendi dan Ivan.
"Astagfirullah woooiii... pada anget kali rahim Lo pada liat badan begono, nyebut woi nyebut!"
Anto menepuk nepuk tangannya depan wajah Rani dan Caca.
"But... but.... but... eh Astagfirullah apa apaan ya gue barusan." jawab Caca sambil menutup wajahnya yang malu karena memerah dilihat Anto.
__ADS_1
"Nih yang atu belom sadar juga gue jejelin saos enak nih." Anto mengarahkan telunjuk colekan saus ke bibir Rani.
"Ahhhh pedes pedes pedes, apaan sih nih?" Rani mengibaskan tangannya depan mulutnya berusaha mencari air minum.
"Makanya jangan omes aja elo pada! bagus bukan mata elo yang gue colekin saos sambel." Anto tertawa melihat kelakuan kakaknya.
"Eh sompret pantes bau tokay nih saos rasanya najissss gue pleh pleh pleh." Rani mengelap lidah nya dengan tisu kali ini.
"Ya abisnya kan sayang kalo gak dilihat, tapi dilihat dosa yak? tapi sayang ah jarang-jarang liatnya." pelan Caca bersuara sambil terkekeh.
"Hooh Ca sayang banget kalo gak dilihat." sahut Rani.
"Ah udah woi emang perawan omes pada loh" gerutu Anto.
"Ayolah katanya mau main Voli?" ajak Rendi dari kolam sana.
"Bentar gue ganti baju dulu." sahut Rani.
Tubuh ramping, putih mulus, bak model cuma kurang tinggi badannya. Apalagi kini terlihat lekuk tubuhnya yang aduhai. Balutan baju renang di padu padankan dengan celana street sepaha mampu membuat mata liar Rendi dan Ivan serta Anto yang melotot dan membuat mulutnya menganga.
"Te tew te tew.... Seksi kan gue macam Anya Geraldine mah lewat ya gak?" Goda Rani sambil berjalan ditepi kolam renang.
"Kayaknya bukan elo deh kak yang mereka perhatiin, tuh liat matanya pada kemana."
Sahut Anto yang menunjuk kearah Caca yang sedang duduk menggunakan sunscreen di kakinya yang mulus.
"Gubraaakkk... Eh sue elo pada gue udah cakep gini kaga diliatin." pekik Rani.
Byuurrr...!!!
Rani langsung terjun ke kolam memecah lamunan Rendi dan Ivan kala itu.
__ADS_1
"Oke hompimpa ya, Kak Rani, Kak Caca, Kak Rendi sama Kak Ivan cari pasangan biar Anto yang jadi wasit." atur Anto.
Mereka ber hompimpa dan akhirnya ditentukan bahwa Caca bersama Rendi dan Rani satu tim dengan Ivan. Seru sekali mereka bermain bola voli di dalam kolam dengan langkah berat melewati air lalu terjatuh, ada pula wajah yang terciprat pukulan bola voli masuk ke hidung dan mata airnya membuat tawa hari itu tak berhenti saat bermain.
"Awww... sakit kaki aku kayanya keram deh kak." ucap Caca yang menahan sakit di kakinya. Rendi lalu membopong Caca ke tepi kolam dan menaruh bokong Caca pada kursi santai di tepi kolam.
"Serius amat elo liatinnya, mau gendong-gendongan juga? nih gendong gue Van?" ledek Rani.
"Sial lo!" sungut Ivan.
Kali ini Rani merasa kakinya betulan kram ia mengepak-ngepakan tangannya karena hampir tenggelam namun Ivan hanya merasa Rani membohonginya dan ia keluar dari kolamnya mengeringkan rambut dengan handuk.
"Ivan...!!! itu Rani kemana? gak keliatan dibelakang elo?" teriak Caca yang melihat Rani tak muncul ke permukaan.
Anto sigap hendak menolong kakaknya untuk terjun ke kolam namun Ivan sudah lebih dulu menceburkan diri ke kolam menyelamatkan Rani.
Ivan membawa Rani ke permukaan dan dibaringkan di lantai tepi kolam. Ivan mencoba menyadarkan Rani sampai akhirnya Ivan memutuskan untuk memberi nafas buatan dan bibir mereka pun bersentuhan.
Caca yang berjalan terpincang menahan kakinya yang kram memeluk lengan Rendi tanpa sadar Caca menggigit bibirnya melihat adegan Ivan dan Caca sambil menenggelamkan wajahnya ke lengan Rendi.
Hanya Anto yang terduduk di samping Rani menutup mata dan wajahnya dengan kedua tangannya melihat adegan tersebut.
***
Bersambung....
Happy Reading ...
Jangan lupa Vote, Like dan Komennya yah...
😘😘😍😍🤗🤗
__ADS_1