Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
Dokter Kevin


__ADS_3

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...


Happy Reading 😘😘


*****


Pagi itu Caca sudah berada di cofee shop rumah sakit tempat ayahnya di rawat.


"Hai, can I sit here?" ucap seorang laki-laki yang baru saja tiba memakai kemaja biru bergaris vertikal dan celana kulot berwarna hitam.


"OMG Chris Evan yak?" ucap Caca pelan.


"Hello... aku Kevin." Kevin membuka kaca matanya dan duduk di hadapan Caca.


"Oh Hai dokter." Sapa Caca.


Seorang pelayan membawakan secangkir cappucino dan sepotong kue red Velvet kehadapan dokter Kevin.


"Kamu mau kue?" tawarnya.


"Enggak makasih nih Caca lagi minum milkshake." Caca menunjukkan cup milkshake nya.


"Oh iya nama kamu Caca ya, kok sendiri aja di sini." dengan logat bule nya itu mencari sosok yang menemani Caca.


"Iya aku sendirian, Kak Rendi kan lagi di atas sama mama nemenin papa." jawab Caca menyedot milkshake nya.


"Oh..." sahut Kevin menyeruput secangkir kopinya itu dan menikmati potongan kuenya dengan garpunya.


Caca masih asik memainkan ponselnya menjawab chat dari Rani. Diam-diam Caca menangkap wajah dihadapannya dan mengirimkan nya pada Rani.


Rani : Gila cakep Ca


Caca : cakep kan


Rani : Namanya?


Caca : Kevin dokternya papa


Rani : minta nomer WA

__ADS_1


Caca : Gilaaaaaaa


"Ehm ehm." Kevin menyadarkan Caca yang dari tadi tersenyum sendiri memainkan ponselnya.


"Maaf heheheha." ucap Caca.


drit drit


ponsel Kevin bergetar.


"Hello, Yes this is me, I am at coffee shop now, okay I be right there now."


Lalu Kevin mematikan hubungan ponselnya itu.


"Aku mau ke atas ada pasien yang harus aku lihat." ucapnya.


"Aku ikut deh Dok." sahut Caca.


"Panggil aja Kevin kamu panggil aku seperti Dog buat binatang daripada Doc buat Doctor." ucap Kevin tersenyum.


"Ahhhh pak dokter Caca jadi malu, bahasa Inggris ku kan gak bagus..." Caca menepuk bahu Kevin yang tersentak kaget namun suka ditepuk Caca seperti itu.


"Oh iya gimana kondisi papa untuk operasi besok?" tanya Caca


"Bagus, semua bagus jadi besok doakan saja saya melakukan yang terbaik untuk papa mu."


jawab Kevin.


Lift tiba-tiba berhenti di lantai 3 dengan lampu yang kelap kelip lalu mati.


Caca memegang lengan kanan Kevin yang kekar itu. Terasa sekali seperti tangan Rendi batin Caca namun Kevin lebih kekar sedikit meski dalam hatinya merasa tetap lebih nyaman lengan Rendi.


Kevin menyalakan senter dari ponselnya mencari tombol help di dinding lift itu.


Caca masih memegangi lengan kecuny sesekali Kevin balas menepuk punggung tangan Caca.


Tak lama lampu lift menyala dan berjalan normal kembali.


Pintu lift terbuka di lantai 5. Caca melihat para suster yang menunduk kan kepala ke arah dokter Kevin dan tersenyum-senyum membicarakan nya. Seorang dokter laki-laki agak berumur masuk kedalam lift. Dia melihat kearah Kevin dan Caca lalu tersenyum melihat kembali dan berkata..

__ADS_1


"Is she your girlfriend...?"


Dokter Kevin terkejut dengan pertanyaan itu dan baru sadar kalau dari tadi Caca tak melepaskan genggamannya.


Kevin menepuk punggung tangan Caca mencubitnya kali ini untuk melepaskan genggamannya.


Caca tersadar dan buru-buru melepaskan genggamannya.


"Upss sorry."


Para suster itu turun di lantai 7 masih menoleh kearah Caca dan dokter Kevin mereka masih tertawa membicarakan nya.


Akhirnya lantai 8, pintu lift terbuka Kevin dan Caca keluar bersamaan.


"Kamu pasti tak akan percaya suster tadi hmmmm sebentar lagi gosip menyebar tentang kita." tutur Kevin.


Caca hanya menggaruk kepalanya dan tersenyum kecil di bibirnya.


"Baiklah dokter aku ke ruangan papa dulu yak."


"Caca wait... boleh minta nomer kamu?"


Yesss Rani bakal seneng banget nih kalo gue punya nomer dia.


Caca menoleh dan menyebutkan nomer ponselnya pada Kevin yang langsung sigap menyimpannya pada memory kontak ponsel pintarnya itu.


"Okay thanks see you soon Ca."


"See you." balas Caca.


"Ckckckck bagus ya pantesan lama katanya cuma sebentar beli milkshake."


Caca menoleh kearah suara yang dia hapal itu yang sedang berdiri menatapnya di sudut koridor rumah sakit depan kamar ayahnya.


"Eh kak Rendi...."


ucap Caca tersenyum pasang tampang wajah polos ala puppy.


*****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2