Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku
S2 - Memanfaatkan (Part 2)


__ADS_3

Sebelum membaca hayo jempol nya di klik dulu tanda like itu lho, masukin ke favorit, terus komen terus di vote hehehehe...


Oh iya rate bintang lima juga ya...


Happy Reading...


********


Ivan yang melihat Anto langsung menutup wajahnya dengan buku menu. Rendi juga melihat Anto, tadinya ia ingin menyapa Anto, karena melihat apa yang di lakukan Ivan, maka Rendi melakukan hal yang sama, ikut bersembunyi dari Anto.


"Mba kue yang ini satu ya, sama milkshakenya dua," pinta Anto.


"Makan sini atau bawa pulang mas?" tanya si pelayan.


"Bawa pulang mba, gak pake lama ya," ucap Anto.


"Baik di tunggu sepuluh menit ya mas," ucap si pelayan.


Anto berbalik badan dan mencari kursi tunggu sambil memainkan game online pada ponselnya. Seorang pengendara ojek online masuk ke dalam cafe tak sengaja menabrak Anto.


"Duh maaf mas, gak sengaja," ucap si pengendara.


"Gak apa-apa, santai aja bro!" sahut Anto laku duduk di kursi tunggu dalam cafe.


Ivan dan Rendi terus menyembunyikan dirinya dari Anto agar tak ketahuan tapi sayangnya Anto sudah melirik ke arah Ivan dan Rendi.


"Mbak cium aroma aneh gak mba?" tanya Anto pada si pelayan.


"Maksud mas aroma apa ya?" si pelayan itu mengendus dirinya sendiri merasa tersinggung karena takut di bilang bau.


"Bukan aroma itu mbak, mbak mah wangi, itu loh aroma perselingkuhan," ucap Anto melirik ke arah Ivan dan Rendi yang masih mencoba bersembunyi.


"Apaan sih mas gak jelas!" si pelayan itu pergi dari hadapan Anto karena tak mengerti dengan perkataannya.


"Yah si mbak, dia pergi. Baiklah kira-kira nih ya, Kak Rani dulu apa Kak Caca dulu yang gue telpon ya hmmm..." Anto mengetuk dagunya dengan telunjuknya.


Michelle dan Lolita yang tak mengerti dengan keadaan terus mencari jawaban dari tingkah laku Ivan dan Rendi yang aneh seperti orang ketakutan yang di kejar debt collector kejam.


"Ah gue video call bersama aja lah biar bisa lihat barengan," ucap Anto lebih keras lalu menyambungkan ponselnya untuk menghubungi Caca dan Rani.


Ivan dan Rendi masih berharap Anto hanya main-main dan bercanda saat membohongi mereka.


"Halo kak..." sapa Anto.


"Woi ngapain sih lu ngumpulin gue sama Caca buat di video wa gini?" ucap Rani dari seberang sana.

__ADS_1


"Iya nih ada apa sih?" sahut Caca.


Sadar kalau Anto tidak main-main, Rendi dan Ivan langsung menghampiri Anto keluar dari tempat persembunyiannya menarik Anto ke luar cafe.


"Gue turutin apa yang elu mau," bisik Ivan sambil tersenyum ke arah kamera ponsel Anto.


Rendi sudah mengeluarkan uang tiga ratus ribu untuk Anto dan memberikannya di genggaman telapak tangan kiri. Sementara tangan Anto yang kanan memegang ponsel.


"Ini lho kak, gue cuma mau bilang gue ketemu dua abang gue tersayang ini lagi makan bersama," sahut Anto.


"Astago astatang *** luh... Gue pikir ada apaan elu telpon gue, udah ah gue mau nyebokin Ella nih," ucap Rani menutup sambungan teleponnya.


"Ya udah gue juga, eh bilangin sama Rendi, I love you sayang... cepet pulang yak, dedeknya kangen di tengokin sama ular sancanya hihihi," ucap Caca malu-malu.


"Iya sayang nanti aku tengokin, hehehehe I love you too." Rendi melambai pada layar ponsel Anto.


Anto menutup sambungan teleponnya.


"Masa dedek bayi di tengok ular sanca lah mati dong kak, gue kaga paham dah," ucap Anto dengan polosnya.


"Elo mau liat tuker sanca gue nih," Rendi melirik ke arah bawah pinggangnya.


"Oh... Gue paham, idih ulee sanca paling juga ulee sawah hahaha," sahut Anto yang langsung di beri toyoran oleh Rendi di kepala belakangnya ke arah depan.


"Nih enaknya kita apain nih Ren, kalau dia ngadu macem-macem?" tanya Ivan pada Rendi.


"Woi... hetdah kalian yang pada salah kenapa gue yang di ancam sih?"


"Kita gak salah Nto, kita cuma nemenin kolega kita aja makan di sini, kaga usah mikir macem-macem deh lu!" Ivan menjitak kepala Rendi dengan cemas.


"Ah kaga percaya gue," sahut Anto.


"Elo tanya sendiri ke dalam sana!" Rendi menyeret Anto menemui Michelle dan Lolita. Semuanya menjelaskan sesuai kejadian dan mengiyakan kalau dia bukan selingkuhan Rendi maupun Ivan.


"Tuh denger makanya," ucap Ivan.


"Ah gue juga kaga percaya sama elu semua, nanti yang ada gue musyrik kalau percaya sama elu," ucap Anto.


"Udah deh, jangan buat bini gue stress, kan udah gue kasih uang tutup mulut, awas aja kalau elu bikin dunia gue sama Caca kayak gempa bumi," Ancam Rendi.


"Oke siap kalau begitu kak, makasih banyak lho ini," ucap Anto dengan senyuman puasnya.


"Udah sono pergi!" tukas Ivan.


"Nah elo belum kasih gue apa-apa bang, mana?"

__ADS_1


"Elo mau perjodohan paksa elu sampe ke Nayla?" Ivan mengancam Anto.


"Kok jadi ancam-ancaman gini sih?" tukas Anto.


"Perjodohan apaan?" tanya Rendi ingin tahu.


"Nanti gue ceritain Ren, jadi kalau nih bocah sampe ngomong macem-macem, kita habisi dia di depan Nayla," Ivan tertawa jahat ala karakter antagonis di sinetron yang wajahnya di diperjelas maju mundur kala menatap Anto.


"Ah rese luh bang, eh tunggu itu kayaknya yang waktu itu ketemu di atm ya, wah berarti eli sering ketemu ya sama dia?" Anto melirik ke arah Lolita.


"Ah berisik luh, udah sana pulang!" Ivan menyeret Anto paksa ke pintu luar.


"Ah gue nekat aja lah, toh gue mah belum ada yang resmi kalau kalian kan harus menjaga hubungan resmi kalian wlek...." ucap Anto menjulurkan lidahnya.


"Nih nih nih, banyak bacot luh!" Ivan menyodorkan uang dua ratus ribu pada Anto.


"Nah gitu dong, sukur-sukur jadi bukit, lumayan buat ngajak Nayla nonton hehehe," sahut Anto sambil memberi kecupan pada lembaran uang yang kini berjumlah lima ratus ribu itu di tangannya.


Ivan dan Rendi kembali ke dalam dan bersiap untuk keluar dari cafe.


"Gue balik lagi nih..." Anto kembali masuk ke dalam cafe.


"Mau apa lagi ni bocah?" hardik Ivan.


"Tau nih, masih kurang apa itu uang suap?" Rendi menatap tajam ke arah Anto.


"Yeeee gue mau ambil pesenan gue, ih pada ge er aja elu pada!"


********


Bersambung guys…


Baca juga novel lu yang lainnya.


- Pocong Tampan (season 2)


- 9 Lives (END)


- With Ghost (Up)


- Gue Bukan Player (END)


Jangan lupa


Like, Komen dan Vote.

__ADS_1


Vie Love You All


My Lovely Readers…


__ADS_2